Selasa, 01/9/26 | 04:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Ketua DPW PKB Sumbar: Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Harus Perhatikan Dampak Lingkungan

Rabu, 29/10/25 | 18:57 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]
Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]
Padang, Scientia – Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus, menyoroti pentingnya aspek lingkungan dalam proyek pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik yang tengah digarap pemerintah. Ia mengingatkan agar proses pembebasan lahan, terutama yang berada di kawasan hutan lindung, tidak mengabaikan keseimbangan ekosistem di sekitar jalur tersebut.

Firdaus mengatakan, proyek strategis nasional senilai Rp2,8 triliun itu memang sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur Padang–Solok. Namun, percepatan pembangunan jangan sampai menimbulkan dampak ekologis yang merugikan masyarakat di masa depan.

“Kita mendukung penuh pembangunan infrastruktur yang memperlancar mobilitas masyarakat dan ekonomi. Tapi, harus diingat, kawasan Sitinjau Lauik itu berada di wilayah dengan kemiringan curam dan berstatus hutan lindung. Artinya, setiap langkah pembebasan lahan perlu dikaji matang agar tidak menimbulkan bencana turunan seperti longsor atau banjir,” ujar Firdaus.

Firdaus menilai, peran Kementerian ATR/BPN dan Dinas Kehutanan sangat vital dalam memastikan kejelasan status lahan yang akan digunakan. Dari total 18,7 hektare lahan yang dibutuhkan, 8,6 hektare di antaranya tercatat sebagai kawasan hutan lindung, yang menurutnya harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan konservasi berkelanjutan.

BACAJUGA

APBD Padang 2027 Rp2,83 Triliun, Fraksi PKB: Jangan Hanya Kejar Serapan Anggaran

APBD Padang 2027 Rp2,83 Triliun, Fraksi PKB: Jangan Hanya Kejar Serapan Anggaran

Senin, 31/8/26 | 21:44 WIB
Fraksi PKB Soroti Perda Pajak Padang: Jangan Sampai Pungutan Membebani Warga

Fraksi PKB Soroti Perda Pajak Padang: Jangan Sampai Pungutan Membebani Warga

Senin, 31/8/26 | 20:26 WIB

“Kalau 8 hektare lebih dari hutan lindung dibuka tanpa perhitungan ekologis, itu bisa memicu kerusakan besar. Harus ada solusi mitigasi yang kuat dengan desain konstruksi yang ramah lingkungan,” tegasnya.

Firdaus juga mengingatkan bahwa pembangunan fisik yang dikejar target waktu tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan kajian AMDAL secara transparan, dengan melibatkan masyarakat dan tokoh adat di kawasan tersebut.

“Pembangunan ini harus berprinsip pada keberlanjutan. Kita ingin jalan aman, tapi juga alam tetap terjaga. Pemerintah harus membuka ruang dialog agar masyarakat merasa dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan,” katanya.

Lebih lanjut, Firdaus menilai bahwa pendekatan pembangunan berwawasan lingkungan akan memperkuat legitimasi proyek sekaligus mencegah konflik sosial di lapangan.

“Kalau pendekatan ekologis diabaikan, yang rugi bukan hanya pemerintah, tapi juga rakyat. Kita tidak ingin Sitinjau Lauik berubah menjadi jalur cepat tapi berisiko tinggi terhadap bencana,” ujarnya.

Ia berharap, koordinasi antara pemerintah daerah, Kemenko Infraswil, dan ATR/BPN yang sedang berlangsung dapat menghasilkan solusi terbaik terhadap pembangunan infrastruktur yang modern, aman, dan tetap menghormati alam Sumatera Barat.

“PKB mendukung pembangunan yang memajukan daerah, tapi selalu dengan catatan: jangan abaikan keseimbangan lingkungan. Itu bagian dari tanggung jawab moral kita terhadap generasi yang akan datang,” tutup Firdaus.

Tags: Anggota DPRD SumbarFirdausFly over sitinjau lauikLingkungan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bukittinggi dan Trengganu Jajaki Kembali Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Pariwisata

Berita Sesudah

Peringati HKN ke-61, Pemko Bukittinggi Ajak Tenaga Kesehatan Tingkatkan Pelayanan dan Profesionalitas

Berita Terkait

APBD Padang 2027 Rp2,83 Triliun, Fraksi PKB: Jangan Hanya Kejar Serapan Anggaran

APBD Padang 2027 Rp2,83 Triliun, Fraksi PKB: Jangan Hanya Kejar Serapan Anggaran

Senin, 31/8/26 | 21:44 WIB

Padang, Scientia — Fraksi PKB DPRD Kota Padang menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran...

Fraksi PKB Soroti Perda Pajak Padang: Jangan Sampai Pungutan Membebani Warga

Fraksi PKB Soroti Perda Pajak Padang: Jangan Sampai Pungutan Membebani Warga

Senin, 31/8/26 | 20:26 WIB

Padang, Scientia — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Padang menyetujui Perubahan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi...

PKB Sumbar Sambut Era Baru PBNU, Dukung Ulama Kuatkan Peran Keumatan

PKB Sumbar Sambut Era Baru PBNU, Dukung Ulama Kuatkan Peran Keumatan

Senin, 31/8/26 | 19:17 WIB

Padang, Scientia — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Miftahul...

Menimbang Sekda Kabupaten Solok: Mengapa Vivi Fortuna Layak Diperhitungkan

Menimbang Sekda Kabupaten Solok: Mengapa Vivi Fortuna Layak Diperhitungkan

Senin, 31/8/26 | 10:00 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemilihan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok bukan semata-mata tentang siapa yang paling tinggi pangkatnya, paling panjang pengalaman...

Nagari Banai Tetapkan Lubuak Larangan, Warga Sepakat Jaga Kelestarian Sungai

Nagari Banai Tetapkan Lubuak Larangan, Warga Sepakat Jaga Kelestarian Sungai

Minggu, 30/8/26 | 19:06 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Nagari Banai, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, menyepakati pembentukan Lubuak Larangan di aliran Muaro Batang Banai hingga...

Air Sungai Koto Balai Menghitam, Warga Duga Tercemar Limbah Pabrik Sawit

Air Sungai Koto Balai Menghitam, Warga Duga Tercemar Limbah Pabrik Sawit

Sabtu, 29/8/26 | 21:17 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Dugaan pencemaran Sungai Koto Balai oleh limbah pabrik kelapa sawit kembali terungkap. Kali ini, limbah yang diduga...

Berita Sesudah
Peringati HKN ke-61, Pemko Bukittinggi Ajak Tenaga Kesehatan Tingkatkan Pelayanan dan Profesionalitas

Peringati HKN ke-61, Pemko Bukittinggi Ajak Tenaga Kesehatan Tingkatkan Pelayanan dan Profesionalitas

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menimbang Sekda Kabupaten Solok: Mengapa Vivi Fortuna Layak Diperhitungkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026