Selasa, 13/10/26 | 13:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Gubernur Sumbar Usul Pemerintah Pusat Bayar Gaji ASN: Strategi Bertahan di Tengah Krisis Fiskal

Selasa, 07/10/25 | 20:20 WIB

Mahyeldi saat wawancara dengan Media.[foto : ist]
Mahyeldi saat wawancara dengan Media.[foto : ist]
Jakarta, Scientia – Di tengah ancaman pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengusulkan langkah tak biasa namun strategis: meminta pemerintah pusat mengambil alih pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Usulan ini disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Jakarta. Mahyeldi menyebut, langkah ini bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi bentuk tanggung jawab demi keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik di daerah. Selasa (7/10)

“Kalau Dana Transfer ke Daerah ini terus berkurang, tentu akan berdampak besar bagi penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, kami mengusulkan agar pusat bisa mengambil alih pembayaran gaji ASN, agar daerah tetap fokus membangun dan melayani masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, alokasi TKD untuk tahun 2026 diproyeksikan turun drastis menjadi Rp650 triliun dari sebelumnya lebih dari Rp950 triliun. Di Sumatera Barat, pengurangan ini diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun secara keseluruhan, dengan pemotongan langsung terhadap anggaran Pemprov mencapai Rp533 miliar.

BACAJUGA

Ruas Jalan Lagan Jaya–Sipangkur Tiumang Kini Mulus Diaspal

Ruas Jalan Lagan Jaya–Sipangkur Tiumang Kini Mulus Diaspal

Senin, 12/10/26 | 18:45 WIB
Jelang Pengukuhan, DPW Perempuan Bangsa Sumbar Matangkan Persiapan

Jelang Pengukuhan, DPW Perempuan Bangsa Sumbar Matangkan Persiapan

Senin, 12/10/26 | 17:33 WIB

Di sisi lain, belanja pegawai daerah yang mayoritas ditopang oleh Dana Alokasi Umum (DAU) menyedot anggaran hingga Rp373,8 triliun secara nasional. Bagi Mahyeldi, ini adalah celah yang bisa diisi oleh pemerintah pusat.

“Kalau pusat yang tanggung beban gaji, daerah bisa lebih leluasa mengembangkan sektor unggulan seperti pertanian dan pariwisata, serta memperkuat ekonomi rakyat,” katanya.

Gubernur Mahyeldi tak hanya melihat data fiskal sebagai angka belaka, tetapi sebagai sinyal perlunya perubahan strategi. Ia mendorong agar pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar tidak pasrah pada situasi, melainkan memperkuat kolaborasi dan inovasi.

“Kita tidak boleh menunggu peluang datang dari luar. Kita harus menciptakan peluang dari dalam,” tegasnya.

Mahyeldi menyebut potensi lokal seperti sektor pertanian, pariwisata, dan SDM unggul sebagai pilar yang bisa mendorong kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, kebijakan pusat justru bisa menjadi pemicu kebangkitan baru di daerah.

Menanggapi usulan Mahyeldi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemangkasan TKD dilakukan demi menjaga APBN tetap sehat, apalagi di tengah tekanan ekonomi global.

“Kita memahami kekhawatiran daerah. Namun, penyesuaian ini perlu agar APBN tetap kuat. Pemerintah pusat juga mendorong agar daerah semakin efisien dan inovatif dalam mengelola anggaran,” ujar Purbaya.

Ia menyebut masih ada banyak ruang untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah agar lebih berdampak langsung ke masyarakat.

Usulan Mahyeldi menjadi sorotan karena berbeda dari pendekatan umum yang hanya berfokus pada keluhan terhadap pemotongan anggaran. Ia membawa pendekatan solutif yang tidak hanya meminta, tetapi menawarkan cara agar daerah bisa tetap bertahan, bahkan tumbuh, di tengah tekanan fiskal.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari babak baru untuk melahirkan inovasi dan mewujudkan kemandirian fiskal daerah,” tutup Mahyeldi optimistis.(Adpsb)

Tags: GAji ASN SumbarPemrov Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Revitalisasi PPS Bungus Tingkatkan Layanan Transportasi Laut

Berita Sesudah

29 Pemain Dipanggil, Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Ruas Jalan Lagan Jaya–Sipangkur Tiumang Kini Mulus Diaspal

Ruas Jalan Lagan Jaya–Sipangkur Tiumang Kini Mulus Diaspal

Senin, 12/10/26 | 18:45 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Setelah sebelumnya berupa jalan Sirtu (pasir batu), ruas Jalan Lagan Jaya–Sipangkur di Kecamatan Tiumang kini telah selesai...

Jelang Pengukuhan, DPW Perempuan Bangsa Sumbar Matangkan Persiapan

Jelang Pengukuhan, DPW Perempuan Bangsa Sumbar Matangkan Persiapan

Senin, 12/10/26 | 17:33 WIB

Padang, Scientia — Persiapan pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa (PB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat terus dimatangkan....

Kelompok SAD Diduga Resahkan Warga, Tokoh Adat dan Aktivis Minta Oknum Diserahkan ke Hukum

Cabuli Pasien, Oknum Pegawai RSUD Sungai Dareh Ditangkap Polisi

Senin, 12/10/26 | 16:42 WIB

Dharmasraya, Scienti.id – Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya mengamankan seorang oknum pegawai RSUD Sungai Dareh berinisial RIP (35), terkait dugaan tindak...

Anggota DPRD Sumbar, Donizar saat membuka Festival 10 Induk di Pasaman. Senin, (12/10) [foto: ist]

Donizar Buka Festival 10 Induk di Pasaman

Senin, 12/10/26 | 13:41 WIB

Anggota DPRD Sumbar, Donizar saat membuka Festival 10 Induk di Pasaman. Senin, (12/10) Pasaman, Scientia — Anggota DPRD Sumatera Barat...

Pemko Padang melakukan penataan serta pemindahan lokasi antrean truk pengisian BBM solar dari bahu jalan di SPBU Bandar Buat ke area Tempat Khusus Parkir (TKP) Truk Koto Lalang.

Wali Kota Padang Apresiasi Penerapan Sistem Antrean Digital Pengisian BBM Solar Untuk Kendaraan Angkutan Barang/Truk di Kota Padang.

Senin, 12/10/26 | 11:25 WIB

  Pemko Padang melakukan penataan serta pemindahan lokasi antrean truk pengisian BBM solar dari bahu jalan di SPBU Bandar Buat...

Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang pada Sabtu (10/10),  mengakibatkan meluapnya aliran Sungai Lubuk Minturun.

Personel BPBD Kota Padang Diterjunkan untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir. 

Senin, 12/10/26 | 11:18 WIB

Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang pada Sabtu (10/10),  mengakibatkan meluapnya aliran Sungai Lubuk Minturun. Padang, Scientia---- Hujan...

Berita Sesudah
29 Pemain Dipanggil, Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026

29 Pemain Dipanggil, Timnas Indonesia Siap Tempur di Kualifikasi Piala Dunia 2026

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026