Minggu, 30/11/25 | 19:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Strategi Jitu Lawan Obesitas, Anda Bisa Coba

Selasa, 26/8/25 | 08:11 WIB

Jakarta, Scientia.id – Bayangkan dua orang dengan menu makanan yang sama setiap hari. Satu terbiasa menyantap porsi besar saat sarapan dan makan siang, sementara yang lain lebih suka makan besar menjelang larut malam. Meski jumlah kalorinya sama, penelitian menunjukkan berat badan keduanya bisa sangat berbeda.

Riset terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Obesity mengungkap, keterlambatan waktu makan berhubungan erat dengan peningkatan risiko obesitas. Setiap kali seseorang menunda jam makannya rata-rata satu jam lebih lambat, peluang kenaikan berat badan akan meningkat seiring waktu.

Collin Popp, ahli gizi dari NYU Grossman School of Medicine, menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki ritme biologis yang lebih optimal bekerja di siang hari. “Tubuh lebih sensitif terhadap insulin di pagi dan siang, sehingga makanan lebih mudah diolah menjadi energi. Jika kalori besar justru dikonsumsi malam hari, metabolisme akan terganggu,” jelasnya.

BACAJUGA

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB
Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Itu sebabnya, para peneliti menyarankan agar porsi makan terbesar ditempatkan pada sarapan (25–40 persen) dan makan siang (30–40 persen). Sementara makan malam cukup ringan, sekitar 15–20 persen dari total kalori harian, ditambah camilan sehat di sela waktu. Pola ini membantu mengendalikan gula darah, menjaga energi, sekaligus menekan rasa lapar berlebih pada malam hari.

Bukti jangka panjang pun mendukung. Studi terhadap 1.100 orang dewasa di Spanyol menemukan, mereka yang konsisten makan lebih awal mampu mempertahankan berat badan turun hingga 12 tahun setelah program diet. Sebaliknya, yang terbiasa makan lebih lambat justru kembali mengalami kenaikan, rata-rata 2,2 persen.

Baca Juga: Sarapan Pagi dan Langkah Awal yang Penuh Energi

Meski demikian, strategi ini bukan aturan kaku. Gaya hidup, pekerjaan, hingga faktor genetik bisa membuat setiap orang butuh penyesuaian berbeda. Namun, prinsip sederhana ini bisa jadi panduan: perbanyak makan di pagi–siang, kurangi di malam hari. Dengan begitu, risiko obesitas dapat ditekan tanpa harus mengubah menu secara drastis. (*)

Tags: KesehatanSarapan pagiTips
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Timnas Indonesia Gigit Jari, Laga Kontra Kuwait Mendadak Batal

Berita Sesudah

Belut Itu Ular atau Ikan? Jawabannya Bikin Banyak Orang Keliru

Berita Terkait

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kebiasaan orang saat bangun tidur memang berbeda-beda. Ada yang langsung mencari segelas air dingin untuk memulai hari...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Jakarta, Scientia.id - Penyakit Alzheimer menjadi momok bagi banyak orang seiring bertambahnya usia. Gangguan ini perlahan memengaruhi daya ingat, kemampuan...

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Rabu, 05/11/25 | 06:11 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kisah seorang remaja 17 tahun yang dikabarkan menderita asam urat setelah sering tidur dengan kipas angin sedang...

Harga Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu Per Kilo di Dharmasraya

Makan Cabai Bisa Picu Kanker Lambung dan Usus, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Kamis, 30/10/25 | 05:26 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pedasnya cabai memang menggugah selera, tapi di balik kenikmatannya tersimpan risiko yang tak bisa diabaikan. Di Indonesia,...

Golongan Darah O Disebut Punya Perlindungan Alami terhadap Serangan Jantung

Golongan Darah O Disebut Punya Perlindungan Alami terhadap Serangan Jantung

Rabu, 22/10/25 | 10:06 WIB

Jakarta, Scientia.id - Bukan hanya gaya hidup dan pola makan, golongan darah ternyata juga memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit jantung....

Banyak Anak Muda Terserang Vertigo, Dokter Jelaskan Penyebab dan Pola Hidup Pemicu

Banyak Anak Muda Terserang Vertigo, Dokter Jelaskan Penyebab dan Pola Hidup Pemicu

Senin, 20/10/25 | 05:50 WIB

Jakarta, Scientia.id - Fenomena anak muda terserang vertigo kini semakin sering terjadi di Indonesia. Jika dulu keluhan ini identik dengan...

Berita Sesudah
Belut Itu Ular atau Ikan? Jawabannya Bikin Banyak Orang Keliru

Belut Itu Ular atau Ikan? Jawabannya Bikin Banyak Orang Keliru

POPULER

  • Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]

    PDAM Padang Kerahkan Mobil Tangki Gratis, Krisis Air Bersih Dipastikan Tetap Terkendali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Padang Desak PDAM Percepat Perbaikan IPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPW PKB Sumbar dan DKW Panji Bangsa Gerak Cepat Salurkan Sembako di Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Bencana di Sumbar Terus Bertambah: 98 Meninggal dan 93 Hilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu Pungutan Komite di MTsN Dharmasraya, Pihak Sekolah dan Komite Beri Penjelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Terus Bertambah, Tercatat 129 Orang Meninggal Dunia dan 86 Hilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Update Terbaru Dampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024