Senin, 01/12/25 | 06:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Sore itu, hujan mengguyur tanpa henti sejak siang, menebar hawa dingin yang merayap masuk hingga ke dalam rumah. Suara rintik yang berpadu dengan angin membuat suasana kian syahdu. Di tengah udara yang lembap dan perut yang mulai meronta, hanya satu hal yang terlintas di pikiran, semangkuk mi rebus hangat.

Memasak mi rebus, bagi saya, punya tantangan tersendiri. Saya menyebutnya “mudah-mudah sulit”. Dibilang mudah, karena di balik plastik kemasan sudah tertera petunjuk memasaknya, tapi sulitnya terletak pada rasa. Entah mengapa, meski sudah mengikuti instruksi dengan patuh, rasanya tetap belum mampu menandingi mi rebus ala warung yang sering saya nikmati. Ada sensasi gurih dan nikmat yang seolah hanya dimiliki oleh tangan-tangan terlatih dari dapur warung itu. Saya yakin pasti ada resep rahasia di balik kelezatannya.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Pernah suatu kali saya mencoba “memperbaiki” rasa itu dengan berbagai tambahan. Saya tumis bawang putih, bawang merah, kemduian meneteskan sedikit minyak sayur, lalu memasukkan potongan sawi dan daun bawang agar kuahnya lebih harum dan enak. Bahkan, saya tambahkan telur dan sedikit lado giliang untuk memperkaya rasa.

Meski aromanya sudah cukup menggoda, tetap saja, lidah saya tahu bahwa kreasi ini masih kalah saing dengan yang dijual di warung. Mi rebus ala saya ini pun kuahnya masih ‘bercampur aduk” rasanya. Sepertinya ada rahasia yang belum saya kuasai, dan mungkin di sanalah letak pesona mi rebus ala warung yang sesungguhnya.

Saya kira selain bumbu yang digunakan, mungkin saja rahasianya ada pada peralatan dan cara memasak. Bisa saja panci yang digunakan bukan sekadar wadah juga menyimpan “memori rasa” dari lamanya ia digunakan. Selain itu, api kompornya pun menyala stabil, memelihara panas yang konsisten sehingga bumbu, mi, dan kuah berpadu dengan sempurna.

Sementara di rumah, saya memasak di panci kecil dengan kompor yang kadang nyalanya terlalu besar lalu tiba-tiba mengecil. Saat bawang yang saya tumis mulai harum, saya buru-buru menuangkan air karena takut gosong. Padahal di warung, aroma bawang itu seolah diberi waktu untuk matang hingga sempurna sebelum bertemu dengan bumbu lainnya. Mungkin memang ada seni yang tak tertulis di balik semangkuk mi rebus dari warung itu.

Akhirnya, semangkuk mi rebus di rumah tetaplah menjadi “obat” lapar di tengah hujan sore, meski rasanya belum mampu menandingi buatan warung. Uapnya yang mengepul, aroma bawang yang samar-samar tercium, dan kuah panas yang menyalurkan hangat ke seluruh tubuh, seakan menghadirkan rasa syukur sederhana. Bahwa di luar sana hujan mungkin tak kunjung reda, tapi di meja makan, ada sepiring kecil kebahagiaan yang siap untuk saya nikmati.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dua Perangkat Nagari Diduga Berselingkuh, Warga Siguntur Heboh

Berita Sesudah

Bukittinggi Meriah, Ribuan Pelari Ramaikan Police Women Run 2025

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Hasil Tak Sepenting Perjalanan

Minggu, 26/10/25 | 21:50 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Libur kuliah dahulu selalu terasa seperti lagu merdu yang menandai kebebasan. Setelah berminggu-minggu bergulat...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Satu Lagu Untuk Pulang

Minggu, 19/10/25 | 20:11 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Minggu lalu, saya menulis tentang kebiasaan aneh tapi menyenangkan, mendengarkan satu lagu saja, berulang-ulang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Minggu, 12/10/25 | 19:23 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Entah mengapa, hari itu saya hanya ingin mendengarkan satu lagu. Satu lagu saja! Padahal...

Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Ada satu fenomena unik yang saya kira hampir semua kita pernah...

Berita Sesudah
Police Woman Run 2025.[foto : ist]

Bukittinggi Meriah, Ribuan Pelari Ramaikan Police Women Run 2025

POPULER

  • Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]

    PDAM Padang Kerahkan Mobil Tangki Gratis, Krisis Air Bersih Dipastikan Tetap Terkendali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPW PKB Sumbar dan DKW Panji Bangsa Gerak Cepat Salurkan Sembako di Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Padang Desak PDAM Percepat Perbaikan IPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Indonesia itu Mudah atau Sulit?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sastra Melayu Klasik dalam Kehidupan Masyarakat Lampau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Terus Bertambah, Tercatat 129 Orang Meninggal Dunia dan 86 Hilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024