Jumat, 13/3/26 | 03:02 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-Puisi Maryatul Kuptiah

Minggu, 09/3/25 | 10:52 WIB

Hikayat dari Ibu

Oleh: Maryatul Kuptiah

Lalu-lalang roda empat tak cukup merecok berisik kuping
Akal justru bersimpang siur
Hiruk-pikuk ramai kota cukup gila
Diisi manusia-manusia tak pernah mati bersuara
Masih ingat benar, saat tubuh bungkuk wanita tua tersenyum lebar
Tertatih-tatih meraup cerita
Tiba pondok berdaun telinga sukar,
Lelah mendengar hikayat dari dia yang dipanggil “ibu dari ibu”.
Orang besar yang tak pernah mati meneriaki “Anjak!!”
Manusia kecil kucar- kacir tak tentu arah
Akhir cerita, puing dus-dus di makan kerakusan manusia

Limau Manis, November 2024

 

BACAJUGA

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB
Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Bisikan Ibu

Oleh: Maryatul Kuptiah

Terik matahari condong tepat di atas kepala
Tikus-tikus berdasi yang menggelar pentas
sanduran perbudakan boneka

Kali ini, laluan manusia sibuk membual. Ibu dari ibu berbisik kecil.
Salah duga, suara hati terbaca. Ingatan gadis kecil dalam buaian
Benak larut mengepul asap. Teriak panjang di sepanjang bibir pentas sekali kedip mata
Matahari perlahan menutup diri, sisa raung menatap pondok yang mulai rata dengan tanah.

Limau Manis, November 2024

 

Perempuan yang Dipanggil Ibu

Oleh: Maryatul Kuptiah

Usai episode alam diusik. Nol koma dua per sekian detik
musnah, diluluhlantakkan manusia.
Wirid terponggok hangus dalam kobaran asap
pilihan akan tinggal, pun mati
mulut terbata-bata, lidah kelu, tangan kaku, kaki berjalan sendu,  mata tak mampu berbicara.
Perempuan itu dipanggil sumber cinta dunia
Bergulat antara hidup dan mati, tetapi bocah itu justru mengumpat
Mengapa ia harus berdiri di kaki manusia busuk.
Jiwa ia kerap hilang, hanyut serta oleh air mata
Di bawah sinar bulan, mengutip sisa-sisa harap
Ia bangun rumah kardus, pondok berteduh
Perempuan yang akan dipanggil “ibu”

Limau Manis, November 2024

 

Gadis Kecil Ibu

Oleh: Maryatul Kuptiah

Terbaring di pangkuan. Lirik gadis kecil ibu belum tertelap.
“Ibu” tak pernah lelah, akan cerita disulap
Menjadi dongeng lara pengantar tidur
Ia sejenak lupa dengan episode lanjutan itu
Ia mulai pulih dari semua sandiwara raja
Dan warga di pentas beberapa waktu

Limau Manis, November 2024

 

Biodata Penulis

Maryatul Kuptiah, lahir di penghujung tahun 2004 di pesisir utara Pulau Sumatera. Akrab disapa Pia. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas dan bergiat di Labor Kepenulisan Kreatif. Hobinya menulis sejak di bangku Sekolah Dasar. Ia dapat dihubungi melalui Instagram @xo.iaa_.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Karya Asyilah Nurhafidza dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Sesudah

Gambaran Generasi Sandwich dalam Novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” karya JS. Khairen

Berita Terkait

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Berita Sesudah
Gambaran Generasi Sandwich dalam Novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” karya JS. Khairen

Gambaran Generasi Sandwich dalam Novel "Dompet Ayah Sepatu Ibu" karya JS. Khairen

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lantik Komandan Resimen (Menwa) Pagaruyuang Sumbar Membina Generasi Muda yang Tangguh, Berkarakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Berikan Bantuan Rp 15 Juta Pada Korban Kebakaran di Lubuk Buaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026