Jumat, 01/5/26 | 14:17 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Yang Tua Dulu Begitu, Yang Muda Sekarang Begini

Minggu, 16/2/25 | 16:27 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Sejak dulu, benturan pemikiran antara tua dan muda selalu ada. Yang muda dengan semangat perubahan, sementara generasi tua cenderung lebih hati-hati dalam melangkah. Perbedaan cara pandang itu muncul di berbagai bidang, mulai dari hubungan keluarga, dunia kerja, hingga organisasi sosial. Namun, apakah perbedaan ini harus menjadi penghalang, atau justru bisa menjadi kekuatan untuk saling melengkapi?

Dalam lingkup keluarga misalnya, perbedaan pendapat antara orang tua dan anak sering kali tak terhindarkan. Seorang anak yang ingin membeli gitar mungkin mendapat respons skeptis dari orang tuanya. Namun, daripada langsung menolak, orang tua sebaiknya menggali lebih dalam alasan di balik permintaan tersebut.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Jika hanya sekadar hobi, anak bisa diarahkan untuk mengembangkan keterampilan bermusik secara serius, misalnya dengan mengikuti kompetisi atau kursus. Pendekatan ini tidak hanya menghindari konflik, tetapi juga membangun komunikasi yang sehat antara generasi.

Salah satu pemicu kesenjangan adalah kecenderungan generasi tua membandingkan masa kini dengan masa lalu. Ungkapan seperti “Zaman kami dulu…” sering kali muncul dalam percakapan. Padahal, setiap generasi tumbuh dengan tantangan dan dinamika yang berbeda.

Tidak semua nilai dan norma masa lalu relevan untuk diterapkan saat ini, tetapi bukan berarti semuanya harus ditinggalkan. Ada nilai-nilai positif yang tetap bisa dijaga, seperti disiplin dan etos kerja, sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Di sisi lain, generasi muda kerap menganggap pemikiran generasi tua sebagai sesuatu yang usang dan tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman. Padahal, ada banyak hal dari generasi sebelumnya yang masih berharga untuk dipelajari dan diterapkan. Yang diperlukan adalah keseimbangan antara mempertahankan nilai lama yang baik dan menerima inovasi baru yang lebih relevan.

Dalam organisasi, kesenjangan ini juga sering terjadi. Generasi tua ingin mempertahankan sistem lama yang dianggap telah terbukti efektif, sementara generasi muda menginginkan perubahan yang lebih dinamis. Alih-alih sekadar mengkritik, generasi muda sebaiknya menawarkan solusi yang dapat didiskusikan bersama. Sebaliknya, generasi tua juga perlu membuka diri terhadap ide-ide segar agar organisasi tetap berkembang.

Pada akhirnya, koordinasi yang baik adalah kunci utama untuk menjembatani kesenjangan generasi. Bukan soal siapa yang lebih benar, tetapi bagaimana kedua generasi bisa saling memahami, menghargai pengalaman, dan menerima perubahan. Dengan komunikasi yang terbuka dan sikap saling belajar, kesenjangan ini bukan lagi hambatan, melainkan jembatan menuju harmoni dan kemajuan bersama.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sastra Anak sebagai Media Pembelajaran Bahasa Asing dan Pendidikan Karakter

Berita Sesudah

Puisi-puisi Gibran Harsingki dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Gibran Harsingki dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Gibran Harsingki dan Ulasannya Oleh Ragdi F Daye

POPULER

  • Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

    Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Dorong Pelunasan PBB Tepat Waktu, Nagari Koto Nan IV Jadi Teladan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Baca Marenda Gelar Kelas Literasi Interaktif, Hadirkan Puluhan Pelajar dan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Bukittinggi Lahirkan Sejumlah Rekomendasi atas LPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026