Minggu, 30/8/26 | 21:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Renyah Bermedia Sosial

Minggu, 26/1/25 | 17:13 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

 

Pada tahun 2022, saya pernah menulis tentang bijak dalam bermedia sosial di rubrik Renyah ini. Saya kira topik media sosial memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Selalu ada hal baru yang bisa diulik dari berbagai sudut pandang. Kali ini saya ingin mengupasnya lagi, tentu dengan perspektif yang lebih segar dan relevan dengan kondisi saat ini.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Lewat media sosial, kita bisa terhubung dengan siapa saja, mendapatkan beragam informasi, hingga membangun citra diri. Namun, di balik segala kemudahan itu, kita perlu lebih dari sekadar menjadi pengguna, tapi mampu menjadi pengendali.

Dalam perjalanan saya kembali ke media sosial, saya mencoba untuk lebih selektif dalam penggunaannya. Saya mulai dengan menentukan tujuan yang jelas: apakah saya ingin sekadar hiburan, mencari informasi, atau membangun koneksi profesional? Dengan begitu, saya bisa mengontrol diri agar tidak terjebak dalam scrolling tanpa arah yang hanya membuang waktu.

Salah satu langkah yang saya lakukan untuk lebih bijak dalam bermedia sosial adalah menyortir akun-akun yang saya ikuti. Dulu, saya sering mengikuti banyak akun hanya karena sedang viral atau sekadar ikut-ikutan teman. Tapi sekarang, saya lebih selektif dengan hanya mengikuti akun bermanfaat, seperti akun yang berbagi konten edukatif atau hiburan (biasanya konten humor).

Meskipun sudah berusaha untuk lebih bijak, godaan media sosial tetap saja sulit dihindari. Ada kalanya saya kembali terjebak dalam hal-hal yang tidak bermanfaat dalam bermedia sosial. Begitulah media sosial, selalu menghadirkan kejutan yang tak terduga dan bergerak begitu cepat, seolah-olah ada hal baru yang harus diikuti setiap saat.

Meski begitu, saya sadar bahwa menjauh sepenuhnya dari media sosial bukanlah pilihan yang bijak. Di era serba cepat seperti sekarang, media sosial justru menjadi sumber informasi yang paling aktual. Dengan tetap aktif, saya bisa dengan mudah mendapatkan informasi terkini, terutama tentang hal-hal penting seperti kondisi lalu lintas yang sangat berguna untuk mobilitas sehari-hari.

Pada akhirnya, bermedia sosial itu ibarat menikmati hidangan prasmanan. Berlimpah pilihan, menggoda selera, tapi tidak semuanya perlu kita ambil. Jika tidak bijak memilah, kita bisa saja kalap, mengambil terlalu banyak, dan akhirnya merasa ‘kekenyangan’ informasi yang justru membebani pikiran. Alih-alih merasa terhubung, kita malah tenggelam dalam arus yang tak berujung. Maka, yang terpenting adalah menikmati media sosial dengan kesadaran. Memilih yang benar-benar memberi manfaat, dan sesekali mengambil jeda agar kita tetap bisa menikmati hidup yang nyata.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Memperbaiki Bahasa Anak dari Cadel ke Sempurna

Berita Sesudah

Cerpen “Buah Durian Terakhir” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Berita Sesudah
Cerpen “Buah Durian Terakhir” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

Cerpen "Buah Durian Terakhir" Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buku Baru untuk Pembaca Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026