Rabu, 11/2/26 | 13:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Renyah Bermedia Sosial

Minggu, 26/1/25 | 17:13 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

 

Pada tahun 2022, saya pernah menulis tentang bijak dalam bermedia sosial di rubrik Renyah ini. Saya kira topik media sosial memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Selalu ada hal baru yang bisa diulik dari berbagai sudut pandang. Kali ini saya ingin mengupasnya lagi, tentu dengan perspektif yang lebih segar dan relevan dengan kondisi saat ini.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian kita. Lewat media sosial, kita bisa terhubung dengan siapa saja, mendapatkan beragam informasi, hingga membangun citra diri. Namun, di balik segala kemudahan itu, kita perlu lebih dari sekadar menjadi pengguna, tapi mampu menjadi pengendali.

Dalam perjalanan saya kembali ke media sosial, saya mencoba untuk lebih selektif dalam penggunaannya. Saya mulai dengan menentukan tujuan yang jelas: apakah saya ingin sekadar hiburan, mencari informasi, atau membangun koneksi profesional? Dengan begitu, saya bisa mengontrol diri agar tidak terjebak dalam scrolling tanpa arah yang hanya membuang waktu.

Salah satu langkah yang saya lakukan untuk lebih bijak dalam bermedia sosial adalah menyortir akun-akun yang saya ikuti. Dulu, saya sering mengikuti banyak akun hanya karena sedang viral atau sekadar ikut-ikutan teman. Tapi sekarang, saya lebih selektif dengan hanya mengikuti akun bermanfaat, seperti akun yang berbagi konten edukatif atau hiburan (biasanya konten humor).

Meskipun sudah berusaha untuk lebih bijak, godaan media sosial tetap saja sulit dihindari. Ada kalanya saya kembali terjebak dalam hal-hal yang tidak bermanfaat dalam bermedia sosial. Begitulah media sosial, selalu menghadirkan kejutan yang tak terduga dan bergerak begitu cepat, seolah-olah ada hal baru yang harus diikuti setiap saat.

Meski begitu, saya sadar bahwa menjauh sepenuhnya dari media sosial bukanlah pilihan yang bijak. Di era serba cepat seperti sekarang, media sosial justru menjadi sumber informasi yang paling aktual. Dengan tetap aktif, saya bisa dengan mudah mendapatkan informasi terkini, terutama tentang hal-hal penting seperti kondisi lalu lintas yang sangat berguna untuk mobilitas sehari-hari.

Pada akhirnya, bermedia sosial itu ibarat menikmati hidangan prasmanan. Berlimpah pilihan, menggoda selera, tapi tidak semuanya perlu kita ambil. Jika tidak bijak memilah, kita bisa saja kalap, mengambil terlalu banyak, dan akhirnya merasa ‘kekenyangan’ informasi yang justru membebani pikiran. Alih-alih merasa terhubung, kita malah tenggelam dalam arus yang tak berujung. Maka, yang terpenting adalah menikmati media sosial dengan kesadaran. Memilih yang benar-benar memberi manfaat, dan sesekali mengambil jeda agar kita tetap bisa menikmati hidup yang nyata.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Memperbaiki Bahasa Anak dari Cadel ke Sempurna

Berita Sesudah

Cerpen “Buah Durian Terakhir” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah
Cerpen “Buah Durian Terakhir” Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

Cerpen "Buah Durian Terakhir" Karya Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamus-kamus sebelum Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024