Rabu, 04/11/26 | 14:02 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Cerita dari Salah Sambung

Minggu, 08/12/24 | 16:14 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Masa sekolah menengah atas adalah panggung utama bagi keisengan remaja yang penuh warna. Salah satunya menjadikan ponsel sebagai alat eksplorasi sosial yang tak terduga. Bayangkan, memiliki ponsel pertama saat itu rasanya seperti menggenggam dunia dalam satu genggaman. Tapi alih-alih digunakan untuk hal-hal yang bermakna, saya dan banyak teman lain lebih memilih jalan nyeleneh: mengacak-acak nomor telepon sembarangan lalu menekan tombol panggil.

Jika beruntung, suara ramah di seberang akan menyapa penuh tanya, “Siapa ini, ya?”. Tapi kalau sial, sambungan langsung diputus dengan dengusan kesal. Anehnya, justru di antara tawa-tawa kecil dan ketegangan itu, ada sensasi seru yang sulit dijelaskan, seperti menggulung dadu untuk permainan tak terduga.

Keisengan itu sebenarnya lebih dari sekadar mencari hiburan. Salah sambung, anehnya, sering membawa kejutan. Ada yang tiba-tiba menjadi teman berbincang hangat, bahkan berlanjut menjadi sahabat virtual yang tak pernah saya temui di dunia nyata. Pernah juga, salah sambung ini justru menyeret saya ke situasi canggung. Namun, bukankah hal-hal tak terduga seperti ini yang membuat masa remaja terasa begitu hidup dan penuh warna?

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Dunia salah sambung sebenarnya adalah miniatur dari kehidupan itu sendiri: penuh ketidakpastian, mengundang tawa, kadang memalukan, tapi selalu menawarkan pelajaran kecil. Ini adalah sebuah cerita tentang bagaimana kesalahan kecil bisa menjadi pintu menuju pertemanan, kebetulan aneh, atau sekadar kenangan lucu yang terus dikenang.

Pernah suatu kali, nomor yang saya hubungi diangkat oleh suara bapak-bapak yang terdengar tegas. Tanpa basa-basi, dia langsung berkata, “Halo, ini bagian penagihan kredit.” Seketika, saya merasa seperti tokoh sinetron yang sedang dikejar-kejar rentenir. Jantung saya berdegup kencang, dan tanpa berpikir panjang, saya langsung minta maaf dengan nada gugup, “Maaf, Pak, salah sambung!” Meski percakapan itu hanya berlangsung beberapa detik, sensasi canggungnya masih teringat jelas hingga sekarang.

Hari-hari keisengan seperti itu kini terasa seperti cerita dari masa lalu. Di era teknologi canggih sekarang, ponsel dengan layar kecil dan tombol yang sering salah tekan sudah tergantikan oleh perangkat pintar. Salah sambung pun semakin jarang terjadi, nomor tak dikenal biasanya langsung diabaikan atau ditolak. Namun, salah sambung sebenarnya adalah pengingat sederhana bahwa kekacauan kecil bisa membuka pintu menuju cerita besar, cerita yang menghadirkan senyum di tengah rutinitas.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Balai Kota Lama Jadi Museum Destinasi Sejarah di Kota Padang

Berita Sesudah

DPD PWPS Periode 2024-2029 Dilantik, Fokus pada Program Kerja Konstruktif

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Berita Sesudah
DPD PWPS Periode 2024-2029 Dilantik, Fokus pada Program Kerja Konstruktif

DPD PWPS Periode 2024-2029 Dilantik, Fokus pada Program Kerja Konstruktif

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026