Minggu, 10/5/26 | 22:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Kecintaan yang Tak Terbatas: Menyelami Dunia Buku Langka

Minggu, 03/11/24 | 16:35 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Ketertarikan saya pada buku-buku langka terbitan lokal dimulai sejak masa kuliah. Awalnya, ini hanya tugas akademik, sekadar memenuhi kebutuhan referensi. Namun, yang saya temukan lebih dari sekadar halaman berisi teks, ada keseruan tersendiri dalam proses pencariannya.

Menyusuri toko-toko buku bekas, menyisir rak-rak yang berdebu, dan menyeleksi satu per satu buku yang hampir terlupakan, semuanya seperti perjalanan menuju dunia yang berbeda. Prosesnya mengajarkan kesabaran dan menciptakan sensasi berburu harta karun literasi.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Buku-buku pertama yang berhasil saya temukan dari pencarian ini adalah karya sastra Minangkabau. Di sebuah toko buku bekas itu, saya menemukan tumpukan buku kaba terbitan tahun 1960-an, diterbitkan oleh penerbit lokal di Bukittinggi. Saya begitu senang melihat buku-buku itu tersusun rapi, seperti menemukan harta karun.

Antusiasme saya melambung tinggi saat menelusuri halaman demi halaman. Hampir semua buku itu halamnnya dalam kondisi bagus. Namun, ketika pemilik toko menyebutkan harga totalnya, saya hanya bisa tersenyum tipis. Rupanya, menemukan “harta karun” juga berarti siap-siap merogoh kocek lebih dalam.

Waktu itu, sayangnya, kondisi keuangan belum memungkinkan saya untuk membawa pulang semua koleksi kaba itu. Sebagai mahasiswa yang masih mengandalkan uang saku, saya harus bijak memilih. Akhirnya, saya putuskan hanya mengambil dua judul, yaitu buku Kaba Cindua Mato dan buku Kaba Anggun Nan Tongga.

Walau godaan untuk memborong semuanya begitu besar, dua buku ini sudah terasa seperti pencapaian tersendiri. Selain sebagai koleksi, keduanya juga menjadi bahan penting untuk penelitian skripsi saya. Sambil melangkah meninggalkan toko buku itu, diam-diam saya berharap tak ada pembeli lain yang akan membawa pergi sisa buku-buku kaba tersebut—setidaknya, tidak sampai saya punya cukup uang untuk kembali lagi dan melengkapi koleksi kecil ini.

Beberapa waktu kemudian, saya mulai merambah media sosial untuk berburu buku-buku langka dan lama. Facebook menjadi ladang baru pencarian saya, tempat di mana buku-buku antik bersembunyi di balik unggahan para penjual. Dari sinilah saya mulai mengenal beberapa penjual spesialis buku-buku lama, yang menawarkan koleksi menarik dengan kisah masing-masing.

Saya menyadari bahwa mengoleksi buku-buku langka lebih dari sekadar menghimpun karya sastra. Ini adalah tentang merangkai kisah dan pengalaman yang tak ternilai. Setiap buku adalah saksi bisu perjalanan waktu, menyimpan nuansa dan cerita yang menggugah. Di era digital, buku-buku ini mengingatkan kita akan pentingnya menjalin hubungan dengan sejarah dan budaya. Setiap halaman yang dibuka menawarkan kesempatan untuk merasakan denyut nadi kehidupan masa lalu. Melalui pencarian ini, saya menemukan bahwa cinta terhadap literasi adalah petualangan tanpa akhir.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pelanggaran Prinsip Kesantunan Bahasa Dibalik Kontoversi Lolly

Berita Sesudah

Digitalisasi dan Kata Serapan dari Bahasa Korea

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Berita Sesudah
Kata “dalem“ dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Digitalisasi dan Kata Serapan dari Bahasa Korea

POPULER

  • Ramono Aryo Abilowo (Foto: Ist)

    Ketika Anak Muda Kita Memilih Pergi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Mandeh Sako dalam Adat Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Dharmasraya Kembali Gelar Pasar Murah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ciri Khas Gaya Komunikasi Donald Trump di Depan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026