Rabu, 27/5/26 | 13:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Menambang Cerita, Memasak Kenangan: Cerita dari Sawahlunto

Minggu, 20/10/24 | 16:49 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kota Sawahlunto. Awalnya, kunjungan ini hanya untuk menghadiri acara lamaran salah satu anggota keluarga. Namun, di tengah perjalanan, saya merasa ada yang kurang jika tidak sekaligus mengeksplorasi objek wisata tambang batu bara yang terkenal di kota ini.

Saya pun mengusulkan kepada rombongan agar kita mampir ke beberapa destinasi bersejarah yang tak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang perjuangan dan kejayaan tambang batu bara di masa lalu.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Awalnya, tidak semua anggota keluarga menyambut usulan saya dengan antusias. Namun, setelah mendengar cerita tentang betapa menariknya sejarah tambang batu bara di Sawahlunto, rasa penasaran mereka mulai tumbuh.

Akhirnya, tanpa perlu banyak bujukan, semua setuju untuk mengunjungi beberapa museum yang ada di kota ini. Perjalanan yang tadinya hanya untuk satu acara pun berubah menjadi petualangan bersejarah yang tak terlupakan.

Perjalanan dimulai dari Museum Kereta Api Sawahlunto, tempat yang menjadi saksi bisu pentingnya peran transportasi dalam sejarah tambang batu bara. Lokomotif tua dan barang-barang peninggalan zaman kolonial di museum ini mengingatkan kita akan peran vital kereta api dalam menghubungkan tambang di pedalaman dengan pelabuhan di pesisir.

Patung Dr. Jan Willem Ijzerman, insinyur Belanda yang mendesain jalur kereta api ini, melambangkan inovasi dan kolaborasi antara teknologi dan sumber daya alam.

Selanjutnya, kita menuju Lubang Tambang Mbah Soero, tambang tua yang penuh dengan kisah perjuangan pekerja paksa di era kolonial. Lubang ini dinamai dari sosok Mbah Soero, mandor tambang yang dihormati karena kebijaksanaannya.

Sebelum memasuki lubang tambang, kita mengenakan perlengkapan keselamatan, mengingatkan kita akan kerasnya kondisi kerja di masa lalu. Di akhir perjalanan, kita mengunjungi Museum Goedang Ransoem, yang dulunya adalah dapur umum bagi pekerja tambang.

Di sinilah ribuan perut pekerja tambang dipertahankan hidupnya lewat sepiring nasi dan lauk sederhana. Rasanya, tanpa dapur raksasa ini, kerja keras di tambang mungkin akan menjadi misi mustahil. Saat melihat peralatan masak raksasa yang lebih mirip dengan wajan ukuran kolam renang, saya sempat berpikir, “Kalau di zaman sekarang, mungkin ini bisa jadi konten mukbang terbesar sepanjang masa!”

Dengan begitu, perjalanan kami di Sawahlunto pun berakhir. Kunjungan yang awalnya hanya untuk menghadiri lamaran keluarga, justru meninggalkan pelajaran tentang sejarah dan perjuangan. Siapa sangka, tambang tua dan dapur besar bisa membuat kita pulang dengan kepala penuh kisah dan hati yang hangat.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gelar Rapat Teknis, Bawaslu Pariaman Satukan Persepsi Pengawasan

Berita Sesudah

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sapi Qurban Bantuan Presiden Jadi Sejarah Baru di Jorong Pasar Lama Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HMI Dharmasraya Gelar LK Satu, Diikuti Mahasiswa dari Berbagai Kampus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketatnya Persaingan CPNS-BUMN, GJCI Tawarkan Jalur Karier Alternatif di Sektor Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Runtuhnya Kandang Open House Ayam Broiler

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026