Selasa, 13/10/26 | 06:59 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Selesaikan dan Publikasikan

Minggu, 06/10/24 | 15:11 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Sungguh rugi jika sebuah tulisan hanya berakhir tersimpan di dalam laptop,” kalimat ini masih terngiang di benak saya, Diucapkan oleh seorang senior ketika kami masih duduk di bangku kuliah. Saya ingat betul momen itu—sebuah pertemuan sederhana, saat dia membaca tulisan-tulisan kami, yang dengan ragu masih tersembunyi di dalam folder laptop. Saat itu, saya dan beberapa teman seangkatan belum terpikir untuk mempublikasikan karya-karya kami, seolah tulisan itu tak lebih dari sebuah catatan pribadi. Namun, ucapan sederhana dari sang senior membuka pandangan kami.

Waktu itu, rasa ragu menyelimuti kami, para penulis pemula yang masih duduk di bangku perkuliahan. Kami menulis berbagai jenis kary, seperti puisi, cerpen, esai, opini, dan feature. Namun, semuanya hanya terkurung dalam folder laptop. Bukan karena tak punya ide, melainkan karena rasa takut yang mendominasi.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Kami belum yakin dengan kualitas tulisan yang kami hasilkan. Ketakutan kami saat membayangkan kemungkinan mendapatkan kritik yang terasa “menyakitkan”. Kekhawatiran terbesar kami adalah reaksi orang lain. Bagaimana jika tulisan itu tak layak dibaca? Bagaimana jika kritik datang bertubi-tubi, dan kami belum siap menerimanya.

Menulis bukanlah proses yang selalu lancar. Ada kalanya ide mengalir tanpa henti, namun sering juga satu kalimat terasa sulit untuk dirangkai. Meski begitu, satu hal penting yang harus diingat: kunci utama adalah menyelesaikan tulisan. Tanpa menyelesaikannya, tulisan tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk dinilai atau diapresiasi. Bahkan, tulisan yang menurut kita biasa saja, jika diberi kesempatan untuk dipublikasikan, bisa saja menghasilkan sesuatu yang tidak terduga.

Selain menyelesaikan tulisan, hal lain yang tak kalah penting adalah mempublikasikannya. Seperti yang disampaikan sebelumnya, akan sangat disayangkan jika tulisan hanya tersimpan tanpa pernah dibaca orang lain. Saat ini, ada banyak pilihan media publikasi, mulai dari blog pribadi, media sosial, hingga mengirimkannya ke media massa cetak atau elektronik. Jika ada kesempatan, mengikuti lomba juga bisa menjadi pilihan yang baik.

Saya teringat cerita seorang teman yang merasa tulisannya kurang bagus saat mengikuti lomba. Meski sempat ragu, ia tetap berusaha menyelesaikannya dan akhirnya mengirimkan. Ternyata, tulisannya justru memenangkan lomba. Ini membuktikan bahwa kita tidak akan pernah tahu potensi karya kita jika tidak memberinya kesempatan untuk dinilai.

Setiap penulis harus berani mengatasi keraguan dan hambatan. Menyelesaikan tulisan dengan keyakinan adalah langkah awal menuju keberhasilan, karena tulisan yang kita kira biasa bisa saja terlihat luar biasa di mata orang lain. Dengan menulis, menyelesaikan, dan mempublikasikan, kita tidak hanya memberi suara pada pikiran kita, tetapi juga membuka pintu bagi kesempatan yang tak terduga. Jangan biarkan tulisan hanya terkurung di dalam laptop; beri mereka kesempatan untuk menemukan pembacanya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Usai Lengser, Jokowi Terima Uang Pensiun Fantastis dan Rumah Super Lengkap

Berita Sesudah

Kondisi Tiga Kabupaten di Sumbar Usai Dilanda Banjir

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Kondisi Tiga Kabupaten di Sumbar Usai Dilanda Banjir

Kondisi Tiga Kabupaten di Sumbar Usai Dilanda Banjir

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Hutan Larangan” Karya Uda Agus dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026