Sabtu, 18/4/26 | 05:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home HUKUM

Jejak Kriminal Tersangka IS, ini Kronologi Lengkap Kasus Gadis Penjual Gorengan Padang Pariaman

Perilaku buruk IS sudah sejak di bawah umur, kasus pencabulan, narkoba, hingga pemerkosaan dan pembunuhan.

Jumat, 20/9/24 | 23:11 WIB
Pemerkosaan dan pembunuh Nia penjual gorengan di Padang Pariaman saat Jumpa Pers di Mapolres Padang Pariaman, Jumat (20/9).

Padang Pariaman, Scientia – Peristiwa nahas yang menimpa Nia Kurnia Sari (18), gadis penjaja gorengan keliling di Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya benderang.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, mengatakan kronologis kematian remaja lulusan SMA INS Kayu Tanam itu berdasarkan pengakuan tersangka IS alias Indra Septiarman (26) usai ditangkap tim gabungan Polri, TNI, dan masyarakat, Kamis, (19/9) sore.

Suharyono menjelaskan, kejadian berawal saat Nia menjajakan gorengan keliling kampung di kawasan Korong Pasa Gelombang, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman.

BACA JUGA: https://scientia.id/2024/09/20/tersangka-is-akui-perkosa-dan-bunuh-gadis-penjaja-gorengan-di-padang-pariaman/

BACAJUGA

Polres Dharmasraya Bekuk DPO Residivis dan Pengedar Sabu

Polres Dharmasraya Bekuk DPO Residivis dan Pengedar Sabu

Kamis, 12/3/26 | 13:53 WIB
Kecelakaan di Jalan Lintas Lama Sumbar, Pengendara Motor Meninggal

Kecelakaan di Jalan Lintas Lama Sumbar, Pengendara Motor Meninggal

Kamis, 05/3/26 | 06:32 WIB

Pada Jumat, (6/9) Nia berjalan menjajakan gorengan seperti hari-hari biasanya, dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. “Pada hari itu, Nia ini berjalan menjajakan gorengannya suasana hujan,” kata Suharyono menjelaskan dalam Jumpa Pers, Jumat (20/9) pagi.

Pada suatu tempat, lanjut Suharyono, tersangka IS bersama 3 orang temannya sedang nongkrong. Lalu Nia dipanggil oleh seorang teman IS yang hendak membeli gorengan, sekira pukul 17.50 WIB hingga 18.30 WIB.

Selepas itu, Nia kemudian bertolak untuk pulang ke rumah. Tak berselang lama, IS beserta teman-temannya juga beranjak pergi dari lokasi tongkrongan, tapi mereka berpisah arah.

Bejatnya, IS justru mengikuti Nia karena saat membeli gorengan timbul fikiran ingin memperkosa gadis yang baru lulus SMA tersebut. Pada jarak 200 meter dari lokasi tongkrongan, residivis mendekap Nia dari belakang.

“Keterangan tersangka, awalnya hanya berniat memperkosa korban, karena korban melawan sehingga terpaksa menyekap hingga tak bernyawa. Benar atau tidaknya pengakuan tersangka, tentu akan kami dalami lebih lanjut,” terang Kapolda Sumbar.

BACA JUGA: https://scientia.id/2024/09/19/polisi-ungkap-kronologis-penagkapan-terhadap-pembunuh-nia-kurnia-sari/

Dikatakan Suharyono, demi memuluskan aksinya, IS telah menyiapkan talis rafia warna merah untuk mengikat Nia. Sebelum melakukan aksi kejinya, IS menutup saluran pernafasan Nia dengan plastik hingga pingsan.

Lalu IS menyeret tubuh Nia sedang pingsan ke dalam hutan yang berjarak sekitar 300 meter. “Saat tiba di lokasi, IS melakukan aksi bejatnya dalam kondisi Nia tak berdaya, antara masih bernyawa atau tidak, karena IS tidak mengetahui pasti kondisi Nia saat disetubuhi,” jelasnya.

Tak berselang lama setelah memperkosa dan melihat Nia tidak bergerak, IS keluar hutan mencari cangkul untuk mengubur Nia. Tujuan residivis sejak di bawah umur ini untuk menghilangkan jejak.

IS kemudian menggali tanah tak jauh dari kuburan kaum di nagari (desa) setempat. Setelah Nia dimasukkan ke dalam tanah tanpa busana, lalu ditumbun dan ditutupi dengan dedaunan di sekitarnya.

“Pikirnya bisa menghilangkan jejak, namun karena kuasa Allah, ditunjukkanlah kepada petugas yang melakukan pencarian kala itu,” ujar Suharyono.

BACA JUGA: https://scientia.id/2024/09/16/ditetapkan-tersangka-pembunuh-nks-padang-pariaman-kini-diburu-polisi/

Dengan gemparnya kasus itu di tengah masyarakat, IS juga menghilang dari peredaran masyarakat. Selama pencarian tersangka IS, aparat kepolisian, TNI, masyarakat hingga bantuan K9 untuk mengepung kawasan Nagari Kayu Tanam.

Tepat hari ke-14 usai kejadian, pencarian pemerkosa dan pembunuh ini membuahkan hasil. IS diringkus pada Kamis, (19/9) sekira pukul 15.00 WIB saat bersembunyi di plafon rumah kosong milik warga di Korong Padang Kabau, Nagari Kayu Tanam.

Saat ini IS tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Padang Pariaman guna mengembangkan penyidikan kasusnya lebih lanjut. Pihak kepolisian terus mendalami peristiwa tersebut dan mencari informasi dari tersangka.

Untuk diketahui, jejak kriminal residivis Indra Septiarman sudah diawali saat usia di bawah umur. Tahun 2013 dia diringkus dalam kasus pelecehan seksual saat usianya 15 tahun. Lalu, tahun 2017 dia tersandung kasus narkoba di usia 19 tahun. Kini diringkus kasus pemerkosaan dan pembunuhan. (yrp)

Tags: Indra Septiarman Pelaku Kasus Gadis Penjual GorenganIS Tersangka Pembunuh Nia Kurnia SariKasus Nia Penjual GorengKronologi Kasus Nia Penjual GorengKronologi Pembunuhan Nia Penjual GorengMotif Pembunuhan Nia Penjual GorengNia Kurnia Sari Padang PariamanPembunuh Nia Dihukum MatiRekam Jejak IS Pembunuh Nia Penjual GorengTersangka Pembunuh Nia Ditangkap
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Keluarga Besar Dinas Pendidikan Dharmasraya Gelar Peringatan Maulid Nabi

Berita Sesudah

Jelang Pilkada Serentak 2024, Gubernur Sumbar Minta ASN Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Berita Terkait

Polres Dharmasraya Bekuk DPO Residivis dan Pengedar Sabu

Polres Dharmasraya Bekuk DPO Residivis dan Pengedar Sabu

Kamis, 12/3/26 | 13:53 WIB

Dharmasraya, Scientia.id  — Komitmen Polres Dharmasraya dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali membuahkan hasil. Tim LUPAK Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)...

Kecelakaan di Jalan Lintas Lama Sumbar, Pengendara Motor Meninggal

Kecelakaan di Jalan Lintas Lama Sumbar, Pengendara Motor Meninggal

Kamis, 05/3/26 | 06:32 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Lama Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Jorong Padang Gemuruh, Nagari...

Polres Dharmasraya Ungkap Sejumlah Kasus dalam Operasi Pekat Singgalang 2026

Polres Dharmasraya Ungkap Sejumlah Kasus dalam Operasi Pekat Singgalang 2026

Senin, 02/3/26 | 15:00 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Polres Dharmasraya menggelar konferensi pers hasil Operasi Pekat Singgalang 2026 di Mapolres setempat, Nagari Gunung Medan, Senin...

Dua Orang Tewas di Konsesi PT Bina, Warga Desak Disnaker Evaluasi Standar K3

Dua Orang Tewas di Konsesi PT Bina, Warga Desak Disnaker Evaluasi Standar K3

Kamis, 26/2/26 | 18:33 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Dua insiden maut dilaporkan dalam kurun waktu kurang dari sepekan di areal konsesi PT Bina Pratama Sakato...

Diduga Cabuli Remaja di Bawah Umur, Residivis di Dharmasraya Ditangkap Polisi

Diduga Cabuli Remaja di Bawah Umur, Residivis di Dharmasraya Ditangkap Polisi

Selasa, 21/10/25 | 20:32 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Dharmasraya berhasil menangkap seorang residivis kasus cabul berinisial MJ (53), warga Pulau Mainan,...

80 Tahun Indonesia Merdeka, Kita Sudah Apa?

80 Tahun Indonesia Merdeka, Kita Sudah Apa?

Senin, 18/8/25 | 11:26 WIB

Dharmasraya, Scientia.id - Genap 80 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2025 semenjak diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.Adapun tema HUT...

Berita Sesudah
Jelang Pilkada Serentak 2024, Gubernur Sumbar Minta ASN Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Jelang Pilkada Serentak 2024, Gubernur Sumbar Minta ASN Tingkatkan Kualitas Demokrasi

POPULER

  • Petinju dan Peninju; Manakah yang Benar?

    Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026