Jumat, 29/8/25 | 16:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Mahyeldi Mulai Pembangunan Rumah Relokasi bagi Korban Bencana Lahar Dingin Secara Simbolis

Kamis, 12/9/24 | 23:12 WIB

TANAH DATAR, Scientia.id – Pembangunan rumah relokasi terpadu bagi masyarakat terdampak bencana banjir lahar dingin di Sumatera Barat (Sumbar) resmi dimulai. Peletakan batu pertamanya dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Kabupaten Tanah Datar, Kamis, (12/9/2024).

Rumah relokasi terpadu itu dibangun di atas tanah seluas 3,8 hektar, tepatnya di kawasan Balai Benih Induk (BBI) Ladang Lawas Rambatan. Lokasi tersebut merupakan aset Pemprov Sumbar yang dihibah kepada Pemkab Tanah Datar. Diperkirakan, di lahan tersebut cukup untuk membangun sekitar 150 unit rumah.

Gubernur Mahyeldi menyebut, untuk tahap pertama, pemerintah melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera 3 Kementerian PUPR akan membangun rumah relokasi sebanyak 60 unit. Peruntukannya untuk korban bencana di daerah Kabupaten Tanah Datar.

BACAJUGA

Gunernur Sumbar, Mahyeldi saat membuka Minangkabau Sharia Investment.[foto : ist]

Sumbar Siap Jadi Pusat Ekonomi Syariah, Generasi Muda Didukung Melek Investasi

Selasa, 26/8/25 | 20:27 WIB
Mahyeldi saat melantik pejabat pimpinan tingkat pertama.[foto : ist]

Mahyeldi Lantik 14 Pejabat Baru, Dorong Kinerja Pemprov Sumbar Lebih Profesional

Sabtu, 23/8/25 | 18:30 WIB

“Kedepan, secara bertahap akan dilanjutkan untuk daerah terdampak lainnya,” ungkap Mahyeldi.

Lebih jauh Mahyeldi mengatakan, pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 134 hari arau lebih kurang empat bulan. Mahyeldi berharap, proses pembangunan dapat rampung lebih cepat dari target yang telah ditetapkan, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Targetnya, ini akan selesai dalam waktu empat bulan. Tapi kalau bisa lebih cepat itu lebih baik, kasihan masyarakat kita,” ucap Mahyeldi.

Diketahui, total luas lahan di kawasan Balai Benih Induk (BBI) Ladang Lawas Rambatan yang menjadi lokasi pembangunan rumah relokasi terpadu sekitar 20 hektar, sumber airnya juga lancar. Sehingga cocok untuk dimanfaatkan masyarakat penerima manfaat rumah relokasi sebagai area cocok tanam penunjang ekonomi keluarga.

“Saya berharap, mereka yang tinggal disini nantinya bisa bekerjasama dengan dinas terkait dalam rangka penyiapan benih dan berbudi daya ikan di lahan yang luasnya 20 hektar ini, khususnya bagi tanaman padi dan jagung,” harap Mahyeldi.

Mahyeldi kemudian mengapresiasi masyarakat yang sudah bersedia untuk direlokasi ke lokasi tersebut. Menurutnya, area ini akan lebih aman untuk ditinggali dibandingkan tempat sebelumnya.

“Semoga bapak dan ibu bersama keluarga merasa nyaman nanti tinggal disini. InsyaAllah tempat ini lebih aman,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu Bupati Tanah Datar, Eka Putra dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembangunan rumah relokasi terpadu bagi masyarakat Kabupaten Tanah Datar yang terdampak bencana ini.

“Terima kasih Pak Presiden, Kementerian PUPR, Pak Gubernur. Akhirnya pembangunan ini bisa terwujud,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan, Eka menyebut, pihaknya akan membantu penyediaan isi dapur untuk 60 buah rumah, pembangunan tempat ibadah, taman, dan embung.

“Kita dari Pemkab, akan membantu beberapa hal yang kita nilai itu penting, seperti isi dapur, sarana peribadatan, taman dan embung,” pungkasnya. (S/tmi)

Tags: Banjir Lahar DinginBantuan RelokasiMahyeldi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gubernur Mahyeldi Pastikan dalam Setahun Terakhir Sudah 7.000 Nelayan Diasuransikan

Berita Sesudah

Ketahanan Pangan Sumbar Terbaik Kelima Nasional karena Optimalnya Pengelolaan Irigasi

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol

Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol

Jumat, 29/8/25 | 14:01 WIB

Jakarta, Scientia.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengusut secara transparan insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas pengemudi...

Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist)

Ketua PKB Sumbar Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Tewaskan Ojol

Jumat, 29/8/25 | 13:39 WIB

Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB)...

Tersentuh Kisah David, Bupati Solok Beri Bantuan ke Keluarga di Simpang Tanjung Nan IV

Tersentuh Kisah David, Bupati Solok Beri Bantuan ke Keluarga di Simpang Tanjung Nan IV

Rabu, 27/8/25 | 15:49 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Simpang Tanjung Nan IV (Diskominfo). Bupati Solok Jon Firman Pandu, berkunjung ke rumah warga yang membutuhkan...

Update: Kebakaran Pasar Payakumbuh Hanguskan 485 Toko, Kerugian Capai Rp 65 Miliar

Update: Kebakaran Pasar Payakumbuh Hanguskan 485 Toko, Kerugian Capai Rp 65 Miliar

Rabu, 27/8/25 | 05:50 WIB

Payakumbuh, Scientia.id - Kebakaran besar yang menghanguskan ratusan toko di Pusat Pertokoan Pasar Payakumbuh Blok Barat membuat aktivitas ekonomi lumpuh...

Ratusan Toko di Pasar Payakumbuh Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Miliar

Ratusan Toko di Pasar Payakumbuh Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Miliar

Selasa, 26/8/25 | 20:19 WIB

Payakumbuh, Scientia.id - Kebakaran besar melanda Blok Barat Pasar Payakumbuh, Sumatera Barat, Selasa (26/8) pagi. Api yang muncul sekitar pukul...

Kemendagri Minta Daerah Batalkan Kenaikan PBB di Atas 100 Persen

Kemendagri Minta Daerah Batalkan Kenaikan PBB di Atas 100 Persen

Senin, 25/8/25 | 20:35 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah meninjau ulang kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan...

Berita Sesudah
Ketahanan Pangan Sumbar Terbaik Kelima Nasional karena Optimalnya Pengelolaan Irigasi

Ketahanan Pangan Sumbar Terbaik Kelima Nasional karena Optimalnya Pengelolaan Irigasi

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Bantah Tuduhan Pemda Soal Pembahasan APBD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024