Senin, 31/8/26 | 03:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pentingnya Membangun Sektor Pertanian dan Peternakan di Sumatera Barat

Senin, 09/9/24 | 00:31 WIB

Oleh: Riza Andesca Putra
(Dosen Departemen Pembangunan dan Bisnis Peternakan Universitas Andalas)

Hingar-bingar dan teka-teki terkait siapa saja yang akan maju menjadi calon kepala daerah sudah selesai. Ribuan spanduk, baliho, poster dan sejenisnya yang tersebar di santero negeri sudah tidak memiliki makna ketika sang calon tidak ikut mendafftar ke KPU sampai tanggal 29 Agustus kemarin. Laporan KPU Sumatera Barat, terdapat 56 pasang yang mendaftar dan diterima oleh KPU se-Sumatera Barat sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, calon bupati dan wakil bupati serta calon walikota dan wakil walikota.

Tahapan penting berikutnya adalah masa kampanye, masa pendistribusian visi, misi dan tawaran program kerja kepada para pemilih. Tujuannya agar pemilih yakin dan memilih sang calon kepala daerah pada hari pencoblosan yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia, pada Rabu, 27 November 2024.

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Visi, misi dan tawaran program kerja calon kepala daerah ini adalah janji sang calon yang akan dikerjakan dan dipenuhi jika nanti terpilih sebagai kepala daerah. Visi, misi dan tawaran program kerja ini mesti menjadi perhatian bagi para pemilih yang ada di Sumatera Barat sebelum menentukan pilihan. Apakah visi  misi tersebut sudah sesuai dengan dengan aspirasi masyarakat, dapat menyelesaikan persoalan yang ada di daerah dan atau memenuhi kebutuhan daerah untuk berkembang.

Khusus untuk Sumatera Barat, ada satu sektor yang mesti menjadi perhatian khusus setiap kepala daerah terpilih untuk dibangun dan dikembangkan, yaitu sektor pertanian dan peternakan. Ada beberapa alasan menjadikan sektor ini penting, di antaranya: pertama, secara agroklimatologi dan potensi wilayah, daerah-daerah di sumatera barat relatif cocok untuk mengembangkan pertanian dan peternakan. Suhu rata-rata di pantai barat Provinsi Sumatera Barat berkisar antara 21oC – 380C, pada daerah perbukitan/pegunungan berkisar antara 15oC – 340C, sedangkan pada daerah daratan disebelah timur bukit barisan mempunyai suhu antara 19oC – 340C. Daerah-daerah sekitar pantai (Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Pasaman Barat) cocok untuk pengembangan komoditas padi, kelapa, jagung, kakao, mangga, semangka, kacang-kacangan, kelapa sawit, sapi potong, kerbau, kambing, unggas dan sebagainya.

Daerah-daerah perbukitan/pegunungan (Padang Panjang, Agam, Tanah Datar, Solok) cocok untuk pengembangan komoditas teh, kopi, sayuran, kentang, bunga, padi, sapi perah, kambing perah dan sebagainya. Daerah di sebelah timur bukit barisan (Lima puluh kota, Pasaman, Sijunjung, Dharmasraya) cocok untuk pengembangan komoditas buah-buahan, kacang-kacangan, padi, durian, kelapa sawit, karet, sapi potong, kerbau, kambing, unggas dan sebagainya. Selain itu, di daerah yang memiliki sumber air yang banyak, baik asin maupun tawar, juga berpotensi untuk pengembangan perikanan.

Kedua, saat ini, sektor pertanian peternakan menjadi penyerap lapangan pekerjaan terbesar di Sumbar. Dari data BPS Sumatera Barat (2023), sebesar 33,9% penduduk Sumatera Barat bekerja di sektor pertanian peternakan sebagai pekerjaan utama. Angka ini bisa saja bertambah, karena sebagian besar masyarakat Sumatera Barat selain menjalani pekerjaan utamanya, misalnya sebagai pedagang, PNS, sopir, kuli dan sebagainya, juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani dan peternak.

Ketiga, sektor pertanian dan peternakan sudah menjadi mata pencarian masyarakat di Sumbar sejak dulu kala/nenek moyang. Sehingga pertanian dan peternakan sudah menyatu dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumatera Barat. Berbagai aktivitas sosial dan budaya melibatkan komoditi pertanian dan peternakan, seperti: beras untuk melayat orang meninggal, kerbau untuk batagak gala penghulu, ayam untuk tagak kudo-kudo rumah, kambing untuk akikah dan rendang daging sebagai menu makan pada hampir semua ivent budaya.

Keempat, pengembangan sektor pertanian dan peternakan adalah langkah antisipatif dalam menghadapi ancaman krisis pangan. Berbagai laporan FAO (Food and Agricultural Organization), lembaga di bawah naungan PBB yang konsern tentang pangan dunia, menyampaikan hasil analisis terkait potensi krisis pangan global. Banyak fenomena yang terjadi yang memicu terjadinya krisis pangan, seperti: perubahan iklim, pertumbuhan populasi yang sangat pesat, konflik antar negara, penyakit tanaman dan hewan, hingga jumlah lahan pertanian yang terus menurun.

Kelima, pengembangan sektor pertanian peternakan untuk menjaga kedaulatan bangsa. Pada tahun 1952, Bung Karno pernah berujar bahwa pangan rakyat adalah soal hidup atau mati suatu bangsa sehingga dewasa ini Kementerian Pertahanan RI memasukkan ketahanan pangan sebagai salah satu item ketahanan/kedaulatan bangsa Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, keterlibatan TNI sangat intens dalam urusan pangan, melalui program TNI masuk desa, food estate, hingga pada Gerakan Nasional Ketahanan Pangan. Apalagi kondisi ketersediaan pangan lokal Indonesia saat ini dalam situasi memprihatinkan. Banyak sekali komoditi-komoditi pangan yang berasal dari sektor pertanian dan peternakan, diimpor dari luar negeri, sebut saja: beras, kedelei, jagung, susu, daging dan yang lainnya.

Minimal lima hal diatas dapat menjadi argumentasi yang kuat dan mestinya dapat perhatian dari calon kepala daerah, bahwa pentingnya membangun sektor pertanian dan peternakan di Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya. Jika dikerjakan serius, proses pembangunan akan lebih lancar, cita-cita menjadi negara maju berada di jalan yang benar. Namun, jika tidak dikerjakan dengan serius, lima hal tersebut di atas dapat berubah menjadi lima gangguan pembangunan, (1) pengabaian terhadap potensi wilayah, (2) mengurangi lapangan pekerjaan sehingga menambah angka pengangguran, (3) merusak keharmonisan sosial budaya masyarakat, (4) gagap terhadap ancaman krisis pangan, hingga (5) kedaulatan bangsa dalam gangguan.

Tags: #Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gadis Penjual Gorengan Ditemukan Meninggal di Dalam Hutan

Berita Sesudah

Devaluasi makna “Perwakilan”

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Berita Sesudah
Manfaat Buku bagi Anak di Bawah Usia Tiga Tahun

Devaluasi makna “Perwakilan”

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026