Selasa, 03/11/26 | 02:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Taman Nasional sebagai “Rumah” dalam Wacana Pariwisata

Minggu, 14/7/24 | 10:00 WIB

Salah satu aspek persuasi yang ditemukan dalam promosi Taman Nasional adalah penggunaan metafora. Metafora merupakan bahasa kiasan yang digunakan untuk menyebut suatu hal dengan hal yang lain. Sebagai contoh, “rumah” digunakan dalam promosi pariwisata untuk menyebut Taman Nasional. Dalam konteks ini, “rumah” merupakan ranah sumber dan Taman Nasional adalah ranah target. Penggunaan “rumah” secara kognitif menunjukkan bagaimana pengguna bahasa membayangkan keberadaan Taman Nasional sebagai lokasi yang memberikan kenyamanan dan keamanan penghuni layaknya fungsi rumah yang kita tinggali. Oleh karena itu, fitur “kenyamanan” dan “keamanan” dalam makna literal “rumah” dipinjam sebagai metafora untuk menyatakan fungsi Taman Nasional. Lokasinya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi satwa dan tumbuh-tumbuhan di dalamnya.

Dalam bahasa Inggris, “rumah” disebut sebagai home. Jika ditilik lebih lanjut, aspek kebahasaan dalam artikel-artikel promosi pariwisata, home sering diikuti dengan preposisi tertentu. Beberapa frasa nomina yang memuat home dan preposisinya antara lain home to, home for, home in, home of, dan home as. Frasa home to paling sering muncul dalam promosi pariwisata. Analisis empiris memanfaatkan piranti korpus Sketch Engine dengan melibatkan artikel-artikel promosi pariwisata dari situs web indonesia.travel.

Sebagai contoh, untuk Taman Nasional Alas Purwo, situs web Indonesia.travel menuliskan “Aside from being home to some of Indonesia’s rare and endangered species, Alas Purwo National Park is much more than a regular nature reserve” dalam promosinya. Alas Purwo dipromosikan sebagai “rumah” bagi spesies langka dan hampir punah. Metafora “rumah” memberikan kesan kepada pembaca bahwa Alas Purwo merupakan habitat alami yang memungkinkan satwa langka dan hampir punah tetap hidup. Selain itu, promosi pariwisata memberikan penekanan lebih melalui piranti komparatif much more than a regular nature reserve untuk memproyeksikan kualitas konservasi Taman Nasional Alas Purwo. Dengan memanfaatkan aspek komparasi. Pembuat artikel promosi berharap bahwa pembaca akan memutuskan mengunjungi Alas Purwo berdasarkan aspek konservasi yang ditonjolkan dalam promosinya.

Penekanan sifat “rumah” juga ditemukan dengan aspek superlatif dalam promosi Taman Nasional Alas Purwo sebagai berikut, “The Park is considered to have the most natural tropical rainforests and one of the oldest in Indonesia”. Dengan menyebut Alas Purwo sebagai lokasi yang paling alamiah dan paling tua hutan hujan tropisnya di Indonesia, pembaca akan merasa penasaran dan memberikan reaksi positif terhadap Taman Nasional Alas Purwo. Secara tidak langsung, para pembaca situs web promosi pariwisata dilibatkan sebagai anggota dari “rumah” yang ditawarkan. Dengan demikian, “rumah” dalam wacana promosi tidak hanya berpenghuni satwa dan tumbuh-tumbuhan namun juga para turis yang akan mengunjungi lokasi tersebut.

Penggunaan metafora “rumah” ternyata juga lekat dengan alam liar yang secara repetitif ditemukan dalam promosi pariwisata. Sebagai contoh, Taman Nasional Ujung Kulon disebut sebagai home to many other special wildlidfe dan Taman Nasional Komodo sebagai home for magnificent nature and fascinating wildlife. Penekanan wildlife atau margasatwa untuk mempromosikan kehidupan satwa yang liar tanpa campur tangan manusia dalam habitat alaminya. Keberadaan satwa dan tumbuh-tumbuhan endemik, liar, dan langka diposisikan sebagai daya tarik utama bagi calon turis.

BACAJUGA

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB
Halaman 2 dari 3
Prev123Next
Tags: #wacana pariwisataArina Isti'anah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengenal Wacana Regulator Hortatori

Berita Sesudah

Memimpin di Era Disrupsi

Berita Terkait

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Berita Sesudah
Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan (2)

Memimpin di Era Disrupsi

Discussion about this post

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi V DPRD Sumbar Matangkan Pembahasan Ranperda Keolahragaan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan dan Kisah Tak Sampai pada “Gadis Kretek”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026