Jumat, 09/10/26 | 20:24 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Cerita dari Langkah Kaki Pengguna Sepatu Kets

Minggu, 12/11/23 | 12:25 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Setiap langkah kaki yang diayunkan memiliki cerita tersendiri. Begitu juga dengan langkah kaki yang menggunakan sepatu.  Hal paling setia menurut saya adalah cerita dari ayunan sepasang kaki bersepatu kets. Bagi saya sepatu kets bukan sekadar alas kaki, melainkan “sahabat” setia yang menyimpan kisah unik saat memakainya. Cerita yang terpatri dalam setiap ayunan kaki, sebuah jejak unik dalam setiap langkah keseharian.

Saya teringat saat masih menempuh pendidikan program sarjana. Gaya hidup mahasiswa yang “tercermin” dalam jejak sepatu kets saya. Setiap langkah, dari koridor perkuliahan hingga aroma kopi di kafetaria, menjadi catatan kehidupan penuh makna. Desain simpel sepatu ini adalah saksi bisu fase transisi, menyatu dengan proses pembelajaran agar menjadi orang yang nantinya berguna bagi agama dan bangsa.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Saat itu, saya hanya punya satu sepatu, yaitu sepatu kets warna abu-abu produk Indonesia. Saya sengaja membeli produk original buatan Indonesia. Karena hanya punya satu sepatu, jadi selalu saya gunakan dalam segala aktivitas, entah itu kuliah, bepergian, atau hadir dalam kegiatan-kegiatan formal. Tentu saja, saya selalu menjaga kebersihannya agar percaya diri saat dipakai.

Saya sangat nyaman menggunakan sepatu kets tersebut hingga semester enam. Saya kira kualitas sepatu ini sungguh luar biasa. Selama tiga tahun selalu saya gunakan dalam segala aktivitas. Karena itu, saat ingin mengganti sepatu baru, saya membeli dari merek dan warna yang sama tapi benda tipe dikarenakan sudah tidak diproduksi lagi.

Sama halnya dengan sepatu sebelumnya, sepatu baru ini juga selalu saya gunakan dalam segala aktivitas. Karena masih sama dengan sebelumnya, saya tetap membeli satu sepatu saja. Sepatu ini pun menemani langkah kaki saya sampai wisuda sarjana dan dunia kerja. Namun, tidak menami saat prosesi wisuda, karena saat itu saya menggunakan sepatu pantofel hitam.

Jejak sepatu kets itu semakin menarik saat sudah masuk dunia kerja. Sepatu kets yang awalnya hanya berpapasan dengan jalanan kampus, kini menapaki jalan-jalan lantai perkantoran. Dalam serangkaian rapat hingga perjalanan dinas, sepatu ketsnya menjadi saksi setiap langkah profesionalisme yang saya jalani.

Tidak hanya cerita baik saja yang terpatri dalam setiap langkah sepatu kets tersebut. Jejak lumpur akibat hujan atau noda makanan dan minuman yang tumpah menjadi bagian dari kisah harian. Dalam setiap cela dan goresan, tergambar realitas bahwa hidup tak selalu mulus, tetapi sepatu kets tetap setia menemani di setiap medan.

Dalam dunia yang terus berubah, sepatu kets dengan jejak uniknya mengingatkan bahwa setiap langkah memiliki makna. Setiap goresan melambangkan perjuangan, dan setiap noda menciptakan kenangan. Dalam jejak sepatu ini, terukir bukan hanya perjalanan keseharian, tapi juga aroma nostalgia dan kehidupan yang tak terlupakan. Mari jaga kebersihan sepatu yang kita gunakan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bobo Teman Masa Kecil: Edisi 50 Tahun

Berita Sesudah

Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Berita Sesudah
Konjungsi Penanda Waktu dalam Bahasa Indonesia

Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Apresiasi Kegiatan Promoting Rise (Renewable, Energy, Intelligence System, Smart Technology, Education) Through Triple Helix

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026