Sabtu, 24/1/26 | 11:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Tentang Lemari Buku Kayu

Minggu, 29/10/23 | 12:06 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Hal pertama yang terpikirkan bagi saya saat berbicara tentang lemari buku adalah rak-rak kayu dengan deretan buku. Dengan aroma kertas yang lembut dan debu yang menempel. Bagi saya lemari buku menjadi tempat penyimpanan berharga, dengan buku-buku di dalamnya merupakan jendela pengetahuan yang tidak terbatas. Tentu saja pandangan itu tidak terlepas dari lemari buku kayu yang saya miliki.

Dalam lemari buku kayu itu, terdapat buku-buku beragam tema yang mengundang untuk dibaca. Beberapa buku tersusun rapi seakan menunggu dengan tertib untuk diambil dan dibaca, sementara yang lainnya berserakan seolah menawarkan eksplorasi tak terduga bagi siapa saja yang melihatnya. Ini menariknya tentang lemari buku kayu di sudut kamar saya, dari satu sisi terdapat buku-buku teks tebal yang penuh pengetahuan, sedangkan sisi-sisi lainnya tertumpuk buku-buku fiksi dengan beragam tema.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Bagi saya isi dari lemari buku kayu ini seakan hidup. Buku-buku di dalamnya, baik itu yang tersusun rapi atau berserakan, seakan bergandengan menciptakan koleksi yang menghadirkan pilihan yang luas. Saya selalu bergumam, bahwa dalam lemari ini bersembunyi keajaiban pengetahuan dan hiburan yang memberikan kebebasan menjelajahi dunia buku dengan metode yang diinginkan.

Namun begitu, lemari buku kayu ini juga mempunyai tantangan tersendiri dalam merawatnya. Bukan berati tidak memiliki masalah sama sekali, misalnya saat mencari buku tertentu maka harus menggali di antara rak-rak yang padat atau menggeser tumpukan buku yang berantakan. Selain itu, debu yang menempel pada buku-buku menjadi hal yang menyebalkan dan tentu tidak menyehatkan.

Terkadang isi dari lemari buku kayu ini juga menghadirkan hal-hal yang mengejutkan. Hal unik dan mengejutkan yang paling membekas bagi saya adalah saat menemukan uang dari tumpukan-tumpukan buku dalam lemari tersebut. Kemungkinan besar, kebiasaan saya meletakkan uang kertas di antara halaman buku atau di atas tumpukan buku dalam waktu yang lama membuat saya lupa akan hal itu. Mungkin saja uang itu sisa kembalian saat masih kuliah dahulu.

Selain itu, saya juga menemukan lembaran jawaban ujian saat masih kuliah dahulu. Saya menjadi deg-degkan saat membaca jawaban dan melihat nilai yang tertera. Temuan itu membawa saya kembali ke malam-malam yang begitu berat untuk begadang, mencoba memahami materi kuliah dan menyelsaikan segala tugas yang harus dikumpul besok paginya. Lembar ujian itu juga mengingatkan saya pada usaha, keringat, dan terkadang kebingungan, bingung akan jawaban yang ditulis.

Dalam lemari buku kayu ini, saya menemukan banyak hal tak terduga. Buku-buku memberikan pengetahuan dan hiburan, sementara uang dan lembaran jawaban ujian mengingatkan pada perjalanan pendidikan. Lemari ini adalah penyimpanan kenangan dan jendela menuju pengetahuan tanpa batas, meskipun tantangannya kadang membingungkan. Semua ini membuat lemari buku ini penuh cerita, meninggalkan bekas di ingatan. Semoga setiap lemari buku, seperti yang saya miliki, menjadi bagian berharga dalam perjalanan bacaan dan kenangan setiap individu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dongeng dalam Ubud Writers and Readers Festival 2023

Berita Sesudah

Rendang sebagai Diplomasi Budaya

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Istilah “Deskriptif” dan “Preskriptif” dalam Ilmu Bahasa

Rendang sebagai Diplomasi Budaya

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Dukung Percepatan Pembebasan Lahan Sukseskan PSN di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024