Minggu, 15/2/26 | 03:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Benda Serbaguna Itu adalah Gantungan Kunci

Minggu, 01/10/23 | 12:14 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Gantungan kunci boleh dibilang menjadi benda penting. Ia akan menjadi paduan yang klop saat dipasangkan ke kunci atau tas. Tidak hanya menambah nilai keindahan tapi juga bermanfaat demi keselamatan. Gantungan kunci dapat pula dimasukan dalam kategori suvenir. Tidak berlebihan pula kalau gantungan kunci dapat menjadi benda serbaguna.

Sebagai suvenir, saya kira gantungan kunci menjadi pilihan favorit. Hal itu disebabkan beberapa keunggulan yang menjadikannya populer di kalangan wisatawan. Paling tidak ada beberapa alasan yang menjadikannya populer, seperti ukuran yang kecil dan ringan (mudah dibawa), harga terjangkau, beragam desain, dan terpenting menggambarkan identitas lokal daerah tertentu (biasanya daerah tempat gantungan kunci tersebut dijual). Tentu saja masih banyak alasan lainnya.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Jika mau dikerucutkan alasan-alasan tersebut, saya menyimpulkan ada dua alasan kuat menjadikan gantungan kunci sebagai suvenir paling dicari, yaitu ukuran dan identitas lokal. Ukuran kecil menjadikannya mudah dibawa dan tidak memerlukan ruang banyak untuk menyimpannya. Hal ini tentu saja menguntungkan si pembeli. Sedangkan desainnya yang menggambarkan identitas lokal mencerminkan identitas budaya atau geografis dari tempat yang dikunjungi.

Saya yakin gantungan kunci menjadi benda paling banyak dijadikan cenderamata. Hal ini dapat dibuktikan dengan sering kita temui desain gantungan kunci mencirikan identitas budaya atau geografis suatu daerah. Paling tidak, saya pernah melihat gantungan kunci miniatur Jam Gadang, Borobudur, Prambanan, Monas, patung Merlion, dan menara Petronas. Tentu masih banyak lagi lainnya.

Benda kecil ini juga memiliki dampak besar saat disatukan dengan kunci, entah itu kunci rumah, lemari, atau kendaraan. Bagi saya kunci kendaraan selalu menggunakan gantungan kunci. Bermacam kegunaanya, mulai dari sebagai pembeda kunci hingga wadah untuk menggantungkannya. Kunci kendaraan terutama roda dua kebanyakan memiliki bentuk yang sama, gantungan kuncilah yang menjadi pembeda.

Pada suatu momen, saya hampir terlambat dikarenakan susah untuk membuka kunci motor. Hal itu dikarenakan salah mengambil kunci motor. Jenis motor dari pabrikan membuat model kuncinya pun sama. Malangnya ketiga motor tersebut tidak menggunakan gantungan kunci, tentu membuat bingung untuk memilihnya. Akhirnya sebagai pembeda saya memberikan gantungan kunci dengan desain yang berbeda. Paling tidak cara ini cukup ampuh, tentu membuat waktu lebih efektif dan efesien.

Menariknya, saya melihat salah satu video pendek tentang gantungan kunci yang memiliki teknologi canggih di youtube. Ternyata di gantungan kunci itu terdapat alat pelacak atau gps. Jika gantungan kunci itu dipadukan dengan kunci kendaraan tentu lebih bagus. Terkadang kunci kendaraan menjadi benda yang sulit ditemukan ketika hendak diperlukan. Dengan adanya teknologi gps menjadi mudah untuk mencarinya.  Dengan begitu, benda kecil ini banyak memberikan manfaat dengan keunikan dan keindahannya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

Berita Sesudah

Perbedaan Kata Toksik dan Virulen

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah
Perbedaan Kata Toksik dan Virulen

Perbedaan Kata Toksik dan Virulen

Discussion about this post

POPULER

  • Pengurus Baru PKB Sumbar Dikukuhkan, Target Menang 2029 dan Tegaskan Politik Harus Jadi Solusi

    Pengurus Baru PKB Sumbar Dikukuhkan, Target Menang 2029 dan Tegaskan Politik Harus Jadi Solusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Raih Gelar Doktor Unand, Soroti Tanggung Jawab Negara dalam JKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024