Jumat, 23/1/26 | 20:41 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Hanya Mampu di Waktu yang Tepat

Minggu, 03/9/23 | 13:20 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Disiplin waktu atau sering juga disebut tepat waktu perlu untuk dilakukan. Dalam rutinitas harian misalnya, membiasakan diri untuk tepat waktu tidak ada ruginya. Dampaknya luar biasa, kita nyaman yang menanti pun senang. Saling menguntungkan.

Bagi siapa saja yang sudah terbiasa disiplin waktu, sungguh mengagumkan. Patut untuk dicontoh dan diteladani. Kata guru saya semasa sekolah, disiplin waktu merupakan ciri-ciri orang sukses. Saya kira benar begitu adanya.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Teman-teman yang dahulu tidak pernah terlambat sekolah dan selalu mengerjakan tugas sesuai waktu yang ditetapkan, sekarang sudah “manjadi urang”. Begitu istilah di kampung, “manjadi urang” berarti sukses, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.

Saya memang bukan bagian dari kelompok yang disiplin waktu saat di sekolah. Akan tetapi, niat untuk selalu disiplin waktu sudah muncul lama, sejak sekolah dasar tepatnya. Hanya saja niat itu belum didorong dengan ikhtiar. Namun, sejak beberapa tahun terakhir sudah mulai diterapkan.

Beberapa hari lalu, usaha saya untuk selalu disiplin waktu sepertinya menjadi meningkat. Tentu saja hal ini tidak serta merta terjadi. Ada pemicu yang membuat saya menjadi “terpukul” agar lebih kuat lagi dalam menjaga disiplin waktu.

Pemicunya adalah sikap tepat waktu dari teman-teman mahasiswa Universitas Osaka Jepang. Saya berkesempatan ikut mendampingi mereka yang sedang mengikuti program Summer Course. Program ini kerja sama Program Studi Sastra Minangkabau Unand dengan Universitas Osaka. Bagi saya kesempatan ini sungguh pengalaman yang berharga.

Hal paling berkesan bagi saya yaitu sikap disiplin waktu dan tidak membuang sampah sembarangan. Bagi saya kedua sikap ini bukan perkara sepele. Namun, bukan tidak mungkin tindakan tersebut berat untuk dilakukan.

Kebiasaan disiplin waktu tentu menjadi poin utama pembahasan saya. Kebiasaan mereka yang selalu disiplin waktu tentu memiliki dampak yang besar. Bahkan juga mempengaruhi teman-teman pendamping lainnya. Sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses.

Betapa malunya saya yang masih abai terhadap sikap disiplin waktu. Dalam hal kedatangan saja, terkadang muncul pemikiran “jangan-jangan saya yang datang pertama”. Seakan datang yang pertama atau lebih awal itu sebuah beban. Tentu saja ini tidak baik dan harus ditinggalkan.

Terkadang saya jadi keingat adagium “kalau tidak bisa tepat waktu, maka di waktu yang tepat saja”. Adagium ini sering saya dengar saat di bangku perkuliahan. Seolah seperti “dalil” pembelaan bagi yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan sesuai standar waktu normal.

Saya kira memang sudah seharusnya istilah “di waktu yang tepat” agak sedikit diubah pemaknaanya. Paling tidak, sikap abai akan disiplin waktu mulai ditinggalkan. Bukankah mendisiplinkan diri untuk selalu tepat waktu itu menguntungkan?

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

720 Hari Menjelajah Korea dari Perspektif yang Lain

Berita Sesudah

Berkunjung ke Nurimaru APEC House

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah

Berkunjung ke Nurimaru APEC House

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024