Selasa, 03/3/26 | 17:31 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Minggu, 30/4/23 | 07:54 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Loh, salahnya di mana?” Barangkali pertanyaan ini yang bakal terlintas di pikiran. Akan tetapi, bila diamati lagi frasa ‘banyak cerita’ bisa memiliki setidaknya dua atau tiga makna.

Pertama, dapat dimaknai sebagai orang yang suka bercerita. Orang tersebut memiliki segudang cerita. Ceritanya tak habis-habis untuk diceritakan kepada setiap orang yang ditemuinya.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Kedua, dapat dimaknai sebagai orang yang banyak bicara atau cerewet. Banyak ‘cincong’, begitu kata lainnya. Orang tipikal ini misalnya selalu banyak cerita atau cincong sebelum mulai bekerja.

Ketiga, dapat dimaknai sebagai orang yang suka mengkritik dan mengkritisi. Keduanya tentu pula memiliki makna yang berbeda. Mengkritik salah satunya dapat berarti mengemukakan kritik atau mengecam. Mengkritisi dapat berarti menganalisis secara tajam, mencermati, dan berusaha menemukan kesalahan atau kebenaran.

Wah, rupanya ‘banyak cerita’ jadi banyak maknanya, ya? Jadi, benarkah ‘banyak cerita’ ini bisa menjadi masalah bagi sebagian orang? Hmm, bisa jadi iya, bisa jadi pula tidak. Maknanya tergantung pada konteksnya.

Bila maknanya terkait konteks yang pertama, sepertinya tidak ada masalah dengan hal itu. Interaksi dengan orang yang banyak cerita bisa jadi sangat menyenangkan. Kita tak perlu susah payah mencari bahan obrolan karena ada saja hal bakal yang ia ceritakan.

Bila maknanya terkait konteks yang kedua, sepertinya memang bisa memunculkan masalah. Sebagian orang memang tidak suka orang yang banyak cincong ketika akan bekerja. Terlebih, bila cincongnya saja yang banyak, sedangkan kerjanya amat minim.

Begitu pula dengan makna terkait konteks yang ketiga. Tidak semua orang menyukai orang yang suka mengkritik atau mengkritisi. Padahal, tipikal ini seperti dua sisi mata uang yang keduanya dibutuhkan.

Di satu sisi, seorang pengkritik dibutuhkan agar suatu kejanggalan dapat dibereskan. Dengan begitu, sesuatu yang sedang dikerjakan dapat selesai sesuai tujuan.

Di sisi lain, seorang pengkritik tidak dibutuhkan sebab suatu kejanggalan memang tidak perlu dibereskan. Dengan begitu, sesuatu yang sedang direncanakan dapat selesai sesuai tujuan.

Loh, bedanya apa, sih? Orang yang banyak cerita (kritis) pertama dibutuhkan agar pekerjaan bersama selesai sesuai tujuan. Orang yang banyak cerita (kritis) kedua tidak dibutuhkan agar rencana seseorang dapat selesai sesuai tujuannya.

Hmm, sebenarnya saya jadi bingung sendiri. Lebih baik perkara banyak cerita ini disudahi saja, ya!

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Berkunjung ke Perpustakaan dan Makam Bung Karno

Berita Sesudah

Cerpen “Penjelajahan Makna” Karya Ihsan Tirta Athallah dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Foto Penulis

Cerpen "Penjelajahan Makna" Karya Ihsan Tirta Athallah dan Ulasannya oleh Dara Layl

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Bulan Ramadan, Wako Padang dan PPG Zikir dan Doa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024