Minggu, 26/4/26 | 01:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pengembangan Nilai-nilai dalam Kelompok

Minggu, 09/4/23 | 11:30 WIB

Oleh: Riza Andesca Putra
(Dosen Departemen Pembangunan dan Bisnis Peternakan Unand dan Mahasiswa Program Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM)

 

Manusia begitu tergantung untuk hidup berkelompok, baik pada kelompok kecil, formal, informal, sosial maupun bisnis. Mengingat kondisi bangsa kita yang multi etnik, multikultur dan kemajuan pembangunan yang belum merata, kelompok pada umumnya terdiri dari individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda. Dengan begitu sudah menjadi sebuah keniscayaan ada dinamika dalam kelompok.

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Memiliki pengetahuan tentang dinamika kelompok bisa membantu kita membentuk kelompok yang efektif. Di dalam pemahaman tentang dinamika kelompok, terdapat salah satu komponen penyusunnya yaitu tentang nilai-nilai dalam kelompok. Milton Rokeach, seorang psikologi sosial mendefinisikan nilai-nilai (values) sebagai keyakinan seseorang atau sekelompok orang sebagai dasar untuk melakukan suatu kegiatan tertentu atau sebagai tujuan akhir dari tindakannya. Berdasarkan hal itu, kita dapat mengkategorikan nilai-nilai dalam kelompok menjadi dua, yaitu nilai-nilai individu dan nilai-nilai kolektif kelompok.

Nilai-nilai individu merupakan suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku yang diinginkan individu dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Nilai-nilai inilah yang menjadi landasan berpikir seseorang dalam bersikap dan bertindak, termasuk di dalam kelompok. Nilai – nilai individu terbentuk dari berbagai macam faktor yang terdapat dalam diri dan lingkungannya. Beberapa diantaranya adalah terkait ekonomi, teman sebaya, peristiwa penting dalam hidup, agama, musik, orang tua, pengalaman, media, teknologi, dan pendidikan. Masing-masing faktor ini saling terkait satu sama lain dan terdapat faktor yang lebih dominan. Faktor yang lebih dominan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam pembentukan nilai-nilai seseorang. Masing-masing individu juga tidak sama faktor yang mempengaruhi pembentukan nilai-nilai dalam dirinya, sehingga tidak ada dua orang yang memiliki nilai-nilai yang sama persis.

Pemahaman terhadap nilai-nilai individu dalam kelompok penting dilakukan oleh manajemen, karena dengan mengabaikannya dapat beresiko terjadinya demotivasi dan penurunan kinerja kelompok. Pilihannya adalah bijak memanfaatkan kekhususan nilai-nilai tersebut dalam mengelola kelompok yang efektif.

Dengan pengetahuan akan nilai-nilai individu dalam kelompok, manajemen dapat objektif dan tepat dalam mengambil keputusan, di antaranya untuk : pertama, penetapan peran dan tugas, seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja, akan tidak sama tugas dan beban kerja nya dengan yang lain yang memiliki motivasi rendah. Kedua, cara berinteraksi dan berkomunikasi perlu disesuaikan dengan karakter individu masing-masing anggota. Ketiga, kebijakan yang diambil dan penerapan norma-norma mesti sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang. Keempat, dasar untuk merubah perilaku anggota kelompok menjadi lebih baik.

Namun tidak semua nilai-nilai individu dalam kelompok dapat diakomodasi, mesti ada pemilahan yang sesuai dengan pencapaian tujuan kelompok. Nilai-nilai yang tidak sesuai dibuang, yang sesuai dikembangkan. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan nilai-nilai kolektif kelompok yang sumbernya memang dari nilai-nilai individu yang telah disesuaikan. Nilai-nilai kolektif kelompok ini menjadi prinsip-prinsip atau padangan-pandangan yang dipegang bersama oleh anggota-anggota kelompok. Nilai-nilai ini dapat membentuk norma dan tata cara perilaku anggota kelompok dalam berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama. Nilai-nilai ini dapat dibentuk dengan sengaja ataupun secara tidak sengaja melalui norma, kegiatan dan pembiasaan yang dilakukan dalam kelompok.

Nilai-nilai kolektif kelompok tersebut, antara lain : pertama, solidaritas. Nilai ini mengacu pada rasa persaudaraan atau kebersamaan yang kuat diantara anggota kelompok. Solidaritas dapat memotivasi anggota kelompok untuk saling membantu dalam situasi sulit dan mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama.

Kedua, tanggung jawab. Nilai ini menekankan pentingnya setiap anggota kelompok menyelesaikan tugas yang diamanahkan kepadanya dengan baik. Anggota kelompok harus memahami pentingnya kontribusi masing-masing dalam pencapaian tujuan bersama. Tidak peduli besar atau kecil, tinggi atau rendah kontribusi yang diberikan.

Ketiga, kerjasama. Nilai yang menekankan pentingnya bekerja sama dan saling membantu dalam mencapai tujuan bersama. Anggota kelompok mesti memahami bahwa tugas masing-masing tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain.

Keempat, disiplin. Nilai ini menekankan pentingnya ketaatan terhadap aturan dan tata tertib yang berlaku dalam kelompok. Anggota kelompok harus disiplin dalam menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing serta menghormati hak dan kewajiban anggota yang lain.

Kelima, keadilan. Nilai ini menekankan pentingnya memberikan hak yang sama kepada setiap anggota kelompok. Kelompok harus memperlakukan setiap anggota dengan adil dan menghindari diskriminasi. Adil tidak berarti sama, namun adil adalah sesuai dengan proporsinya.

Keenam, kepercayaan. Nilai ini sangat penting dalam membentuk hubungan yang sehat dan harmonis antara anggota kelompok. Anggota kelompok harus memiliki rasa saling percaya satu sama lain, serta mempercayai kemampuan dan kompetensi masing-masing anggota. Kepercayaan akan lebih kokoh ketika adanya solidaritas, tanggung jawab, kerjasama, disiplin dan keadilan dalam kelompok.

Dengan memperhatikan dan mengembangkan nilai-nilai dalam kelompok tersebut, akan tercipta kelompok yang sehat dan harmonis. Individu-individu dalam kelompok akan merasa senang karena kebutuhan mereka terhadap kebermanfaatan kelompok terpenuhi. Dengan begini, eksistensi kelompok akan terus terjaga, kinerja akan baik dan keberlanjutan kelompok akan sustain.

*Artikel ini merupakan bagian kedua dari beberapa bagian lainnya tentang Sukses Mengelola Kelompok.

Tags: #Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fenomena Flexing dalam Pandangan Para Filsuf

Berita Sesudah

Transformasi Bentuk dan Makna Kata “Cuci”

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB

Oleh: Alya Najwa Abdillah (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan S1 Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Bahasa berkembang seiring dengan berjalannya...

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Oleh: Gilang Nindra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Dalam Tarmini dan Sulistyawati (2019: 1-2), sintaksis...

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Minggu, 12/4/26 | 15:41 WIB

Oleh: Febby Gusmelyyana (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Bahasa adalah sistem komunikasi paling sempurna yang...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Berita Sesudah
Transformasi Bentuk dan Makna Kata “Cuci”

Transformasi Bentuk dan Makna Kata “Cuci”

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua Mabincab PMII Kota Padang, Wendriadi saat membrikan sambutan pada pembukaan Konfercab. Sabtu, (25/4) [foto : sci/yrp]

    PMII Diingatkan Tak Jadi Alat Politik, Mabincab Padang Soroti Pragmatisme Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Kantongi Hasil UKK, 15 Ketua DPC di Sumbar Segera Ditetapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026