Kamis, 05/11/26 | 13:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Belajar Membuat Kompos dari Sampah Rumah Tangga

Minggu, 12/2/23 | 07:49 WIB

Oleh: Dr. Silvia Permata Sari, SP., M.P.
(Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas)

 

Setiap kegiatan pasti menghasilkan barang sisa yang biasa kita sebut dengan istilah sampah atau limbah. Apalagi kegiatan rumah tangga akan menghasilkan sampah yang lebih banyak, baik sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga umumnya berasal dari kegiatan dapur, antara lain sisa makanan, sisa nasi, sisa potongan sayur, daun, umbi, dan kulit buah. Selain itu, juga bisa dari sampah tanaman pekarangan dan kebun seperti rumput, daun, ranting, dan sisa-sisa tanaman lainnya. Sedangkan sampah anorganik dari rumah tangga seperti plastik, kaca, mika, kawat, kertas, dan
styrofoam.

Kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pengurai dengan bahan organik tersebut. Pada dasarnya proses pelapukan ini merupakan proses alamiah yang biasa terjadi di alam. Kompos memiliki bentuk seperti tanah dan tidak berbau. Kompos sangat bermanfaat terutama bagi tumbuhan dan tanaman. Itu karena kompos dapat digunakan sebagai pupuk (unsur hara) bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Selain sebagai pupuk, kompos juga dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi lebih gembur.

BACAJUGA

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Cara pembuatan kompos dari sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan mudah, murah, serta tidak memerlukan banyak peralatan dan tempat yang luas.
Oleh karena itu, sekarang kita akan ulas bagaimana cara membuat kompos dari sampah organik rumah tangga. Adapun langkah membuah kompos dari sampah organik rumah tangga yaitu sebagai berikut :
1. Pisahkan wadah untuk sampah organik dengan sampah anorganik di rumah  tangga.
2. Kumpulkan sampah organik dari rumah tangga.
3. Sediakan alat dan bahan untuk membuat pupuk kompos. Alat yang digunakan yaitu wadah berukuran besar dengan penutup (ember atau tong),
dan sarung tangan. Bahan membuat pupuk kompos yaitu sampah organik dari rumah tangga, tanah, air, arang sekam, kapur, dan EM4 (bakteri
pengurai).
4. Pastikan wadah pembuat kompos (tong atau ember) tersebut tidak terkontaminasi oleh air hujan dan tidak terkena paparan sinar matahari
langsung.
5. Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah yang telah diisi dengan sampah organik.
6. Siram permukaan tanah tersebut dengan air secukupnya.
7. Masukkan sampah organik yang telah dicampur arang sekam (optional) dan kapur pertanian ke dalam wadah yang telah disediakan (tong atau ember).
8. Siram dengan air yang telah dicampur dengan EM4.
9. Masukkan lagi tanah ke dalam wadah (yang fungsi tanah tersebut sebagai penutup sampah).
10. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar 3-4 minggu. Setelah itu kompos dari sampah rumah tangga pun siap diaplikasikan ke tanaman Anda.

Begitu uraian singkat mengenai pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Mudah bukan. Selamat mencoba sahabat pembaca semua. Salam organik.

Tags: #Silvia Permata Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pecinta dan Pencinta

Berita Sesudah

Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Modalitas dalam Teks atau Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Relasi Kohesi dan Fungsinya dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Syafni Nola Putri Sambut Wali Nagari Definitif Aie Dingin, Harapkan Perubahan Setelah Lima Tahun Dipimpin Pj

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026