Senin, 02/3/26 | 20:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Melucuti Kerapuhan Maskulinitas

Minggu, 15/1/23 | 11:20 WIB
Beragam Kemungkinan Seseorang Tidak Bisa Pegang Omongan

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Lelaki itu bernama Tatsu. Tampilannya sangar, di wajahnya melintang bekas sayatan yang membuatnya terlihat lebih mengerikan. Tubuhnya dipenuhi tato, orang-orang pun sering berprasangka buruk saat pertama bertemu dengannya. Dahulu, Tatsu adalah seorang anggota Yakuza, namun kini telah pensiun.

Di masa pensiunnya, Tatsu bertolak belakang dengan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh gengster. Tampilannya juga menjadi sedikit berubah. Ke mana-mana ia selalu mengenakan celemek andalannya. Hari-harinya sering diwarnai oleh drama berebut produk diskon bersama ibu-ibu di pasar dan supermarket.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Tatsu yang dulunya dijuluki The Immortal Dragon sama sekali tidak canggung dan merasa tertekan menjalani profesinya sebagai Bapak Rumah Tangga. Sebab, baginya pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang sulit dan diperlukan kesungguhan untuk melakukannya. Ia akan protes ketika ada orang yang meremehkan posisi tersebut.

“Keseharian bapak rumah tangga”, kira-kita inilah yang akan dijumpai ketika menonton serial The Way Of Househusband yang lucu, kocak, dan tentu saja bermanfaat. Kisah Tatsu menjungkirbalikkan maskulinitas yang selama ini kadung dikonstruksi jauh dari kegiatan domestik.

Bila biasanya yang sering dijumpai adalah kursus atau kelas untuk menjadi istri bagi perempuan, The Way Of Househusband menghadirkan “Kelas Bapak Rumah Tangga”. Tentu saja, kelas ini diampu oleh Tatsu yang amat mahir mengerjakan ini itu terkait kegiatan domestik. Ia belanja ke pasar, memburu diskonan agar lebih berhemat, mencuci dan menjemur pakaian, menyiapkan makanan, ikut kelas memasak bersama ibu-ibu kompleks, dan membawa bekal ketika piknik bersama Miku (istrinya), tentu dalam rangka untuk berhemat dan agar bisa menabung.

Meskipun saat ini perlahan telah mengalami perubahan, di masa yang entah, laki-laki dan perempuan diidentikkan dengan serangkaian harapan umum yang melekat dengan jenis kelaminnya. Misal, hanya laki-lakilah yang bekerja, sedangkan perempuan mengurusi rumah. Laki-laki berada pada posisi dilayani, sedangkan perempuan melayani. Bila terbalik, akan muncul anggapan telah menyalahi kodrat.

Sebagian dari rumah tangga pada umumnya akan mengamini bahwa “ayah atau suami adalah raja”. Ia berwibawa dan tipikal orang yang memerintah. Sebaliknya, “ibu atau istri adalah seorang yang lembut, tenang, dan hangat”. Ia adalah tipikal yang diperintah. Apabila bagian ini terbalik, laki-laki akan disebut ‘suami takut istri’ dan istri dianggap ‘terlalu mendominasi’. Relasi itu dimaknai negatif meskipun sebenarnya tidak terjadi tindakan memerintah dan diperintah antara keduanya.

The Way Of Househusband menampilkan relasi berbeda untuk melucuti sisi negatif tersebut. Miku adalah seorang desainer dan otaku yang menunjang ekonomi keluarga secara keseluruhan. Meski demikian, ia tidak menunjukkan sisi mendominasi dan Tatsu tidak pula merasa didominasi. Tatsu pun sepertinya tidak memedulikan embel-embel ‘suami takut istri’ karena memang tidak ada relasi seperti itu dalam rumah tangganya. Ia dengan percaya diri tampil sebagai bapak rumah tangga dengan celemek andalannya ke mana-mana.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Najwa Ramadhana dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Menilik Fungsi Imbuhan –is dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Menilik Penggunaan Kata Paracetamol dan Parasetamol

Menilik Fungsi Imbuhan –is dalam Bahasa Indonesia

Discussion about this post

POPULER

  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024