Jumat, 29/8/25 | 07:47 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Salah Langkah

Minggu, 18/9/22 | 11:35 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Beberapa hari belakangan ini saya sedang “menyibukan” diri untuk bermain catur dan ludo yang tersedia di aplikasi game mobile. Pilihan menggunakan catur dan ludo secara daring sebenarnya karena lebih mudah saja untuk memainkannya. Setidaknya bisa dimainkan sambil rebahan. Selain itu, saya juga bisa memainkan dengan teman-teman tanpa perlu bertemu atau berkumpul dalam satu ruangan yang sama. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dalam aktivitas keseharian. Begitu slogannya.

Kedua game daring itu bagi saya sama-sama memberikan tantangan sejak awal permainan dimulai. Catur misalnya, saya harus berpikir ekstra sejak langkah awal agar langkah-langkah berikutnya sesuai dengan rencana. Lain pula dengan ludo, game yang satu ini tidak hanya membuat saya berpikir ekstra saja, tapi juga sering naik darah. Terkadang, saya butuh lebih sepuluh kali lempar dadu, bahkan lebih untuk dapat angka enam agar mulai bermain.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Crack! Sebuah Denting Kecil

Minggu, 13/7/25 | 18:39 WIB

Terkadang, saya juga mengalami hal yang menyakitkan dalam memainkan kedua game tersebut. Dalam game catur hal yang menyakitkan adalah di saat bidak yang saya punyai lebih banyak dibandingkan punya lawan, namun dalam beberapa langkah ke depan keadaan berbanding terbalik. Dalam permainan ludo, hal menyedihkan itu ketika bidak yang saya punya menunggu untuk menuju zona home, tapi diusir oleh bidak lawan yang memperoleh angka dadu untuk berada di tempat bidak saya. Muara dari hal menyakitkan itu adalah berujung dengan kekalahan.

Hal yang selalu saya lakukan saat mengalami kekalahan dalam permainan adalah evaluasi. Bagi saya ini penting, terutama saat mengalami kekalahan tragis, yaitu kekalahan yang diawali dengan adanya harapan akan menang, misalnya saat bidak catur saya masih mempunyai menteri dan dua benteng, tapi malah dapat kena skakmat. Kekalahan tragis di game ludo adalah saat semua bidak sudah berbaris untuk masuk zona home (zona yang memiliki warna sesuai warna bidak), malah kena penalti oleh bidak lawan, bahkan yang lebih menyakitkan lagi, pihak lawan lebih dulu menyelesaikan game ketika saya masih sibuk menanti dadu angka enam agar dapat memulai permainan.

Hasil evaluasi dari kekalahan itu adalah salah langkah. Kedua permainan tersebut memang membutuhkan langkah dan strategi yang matang agar dapat menyelesaikan permaian dengan memperoleh kemenangan. Beberapa kali saya mencoba untuk menerapkan strategi yang matang agar tidak salah langkah dan dapat memenangkan permainan. Akan tetapi, tidak semua pula yang berakhir dengan kemenangan. Terkadang saya harus menurunkan level tim lawan agar strategi yang diterapkan tidak salah langkah, bahkan untuk hal yang terakhir ini, saya sering memperoleh kemenangan.

Saya jadi kepikiran tentang tingkat rintangan yang dihadapi dalam bermain game. Apakah perlu menurunkan level perlawanan agar tidak salah langkah dan memperoleh kemenangan? Saya kira tidak ada salahnya pula untuk melakukannya. Begitupun dengan hal di luar game, paling tidak agar tidak stres dan jenuh dalam aktivitas keseharian.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kembali ke EYD

Berita Sesudah

Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Rumah dan Kenangan yang Abadi

Minggu, 24/8/25 | 21:15 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Minggu lalu, tepat pada 17 Agustus 2025, saya menulis sebuah catatan...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tuah Rumah

Minggu, 17/8/25 | 19:03 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Dalam dua tahun terakhir, rumah saya di kampung lebih sering sepi....

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Sore itu, hujan mengguyur tanpa henti sejak siang, menebar hawa dingin yang merayap masuk...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Melangkah Pelan dalam Dunia Pernaskahan: Catatan dari Masterclass Naskah Sumatera

Minggu, 03/8/25 | 21:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Menjadi peserta Masterclass Naskah Sumatera yang diadakan oleh SOAS University of...

Suatu Hari di Sekolah

Fiksi dan Fakta: Dua Sayap Literasi

Minggu, 27/7/25 | 16:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Perdebatan soal bacaan fiksi dan nonfiksi kerap muncul di...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Ruang Bernama Kita

Minggu, 20/7/25 | 21:04 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Pada 16 Februari 2025, saya pernah menulis di rubrik...

Berita Sesudah
Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand

Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024