Minggu, 01/11/26 | 20:24 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Bentuk Ucapan Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia

Minggu, 14/8/22 | 08:02 WIB

Oleh: Roma Kyo Kae Saniro
(Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Tinggal beberapa hari lagi, Indonesia akan merayakan hari yang sangat berharga dan selalu diingat oleh seluruh rakyat Indonesia. Setiap tanggal 17 Agustus, masyarakat Indonesia penuh dengan sukacita mengungkapkan kebahagiaan sebagai negara yang merdeka. Kita sebagai bangsa Indonesia harus penuh semangat menyambutnya. Euforia ini biasanya ditunjukkan dalam pengucapan atau penulisan yang dilakukan secara lisan dan tulisan baik secara langsung maupun tidak langsung. Media sosial adalah wadah yang biasanya digunakan oleh masyarakat untuk melakukan pengucapan atau penulisan tersebut. Oleh karena itu, kita harus mengetahui cara pengucapan atau penulisan yang baik dan benar.

Ada beberapa pengucapan baik yang dilakukan secara lisan maupun nonlisan yang salah, tetapi masih digunakan oleh masyarakat. Hal ini mungkin karena ketidaktahuan terkait dengan pengucapan yang benar. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (2020), terdapat penulisan yang kurang tepat. Berikut penjelasannya.

BACAJUGA

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

1. Dirgahayu HUT RI

Contoh ini kurang tepat karena penempatan kata ‘dirgahayu’. Kata ini merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta yang berarti panjang umur atau berumur panjang. Berdasarkan hal tersebut, jika kata ini dihubungkan dengan makna yang didukung oleh HUT, pemakaian kata ini tidak tepat karena nanti maknanya adalah ‘selamat panjang umur HUT RI Ke-77’. Apakah benar yang berulang tahun adalah HUT? Ataukah yang berulang tahun adalah RI? Karena yang berulang tahun adalah Republik Indonesia (RI), penulisan yang tepat adalah “Dirgahayu RI”.

2. Dirgahayu RI Ke-77

Penulisan ini pun kurang tepat karena penulisan “Ke-77” yang merupakan bilangan tingkat yang menerangkan kata sebelumnya. Penulisan ini kurang tepat karena bukan RI (Republik Indonesia) yang berjumlah 77, melainkan HUT-nya. Oleh karena itu, penulisan yang tepat adalah “Dirgahayu RI” saja.

3. Dirgahayu Kemerdekaan Kita Ke-77

Penulisan ini pun kurang tepat karena seperti poin kedua, yang berjumlah 77 adalah HUT-nya, bukan “kita”.  Oleh karena itu, penulisan yang tepat adalah “Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia”.

4. Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-77

Penulisan ini pun sama seperti poin kedua dan ketiga yang merujuk bahwa yang berjumlah 77 adalah yang bagian sebelumnya. Bagian yang dimaksud adalah Indonesia. Namun, yang berjumlah 77 bukan Indonesia, melainkan Hari Ulang Tahun (HUT). Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah “Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia” atau “HUT Ke-77 RI”.

5. Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-77

Penulisan ini pun sama seperti poin kedua sampai keempat yang merujuk bahwa yang berjumlah 77 adalah yang bagian sebelumnya. Bagian yang dimaksud adalah Indonesia. Namun, yang berjumlah 77 bukan Indonesia, melainkan Hari Ulang Tahun (HUT). Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah “Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia”.

6. Peringatan Ulang Tahun RI Ke-77

Penulisan ini pun sama seperti poin kedua sampai kelima yang merujuk bahwa yang berjumlah 77 adalah yang bagian sebelumnya. Bagian yang dimaksud adalah Indonesia. Namun, yang berjumlah 77 bukan Indonesia, melainkan Hari Ulang Tahun (HUT). Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah “Peringatan Ulang Tahun Ke-77 RI atau Republik Indonesia”.

7. Selamat Hari Ulang Tahun RI Ke-77

Penulisan ini pun sama seperti poin kedua sampai keenam yang merujuk pada yang berjumlah 77 adalah yang bagian sebelumnya. Bagian yang dimaksud adalah Indonesia. Namun, yang berjumlah 77 bukan Indonesia, melainkan Hari Ulang Tahun (HUT). Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah “Selamat Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia”.

8. U.T RI Ke-77

Penulisan ini kurang tepat karena penulisan pemendekan kata berupa singkatan tidak diperbolehkan menggunakan titik di dalamnya. Selain itu, perhatikan juga terkait dengan bagian yang hadir sebelum angka. Oleh karena itu, langsung saja ditulis “HUT Ke-77 RI”.

Berdasarkan penjabaran di atas, kita dapat mengetahui ucapan yang tepat, baik pengucapan dan penulisan untuk memperingati hari kemerdekaan negara Indonesia tercinta.  Mari kita bijak dan mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial. Selamat Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia!

Tags: #Roma Kyo Kae Saniro
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Makna dan Penulisan partikel –lah

Berita Sesudah

Maskulinitas dalam Iklan Sampo Head & Shoulders

Berita Terkait

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Berita Sesudah
Maskulinitas dalam Iklan Sampo Head & Shoulders

Maskulinitas dalam Iklan Sampo Head & Shoulders

Discussion about this post

POPULER

  • Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

    Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026