Minggu, 04/10/26 | 02:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Bijak Bermedia Sosial

Minggu, 17/7/22 | 11:16 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Ketika tidak punya smartphone, seseorang dianggap nggak keren. Ketika tidak memiliki akun media sosial bisa saja dianggap nggak gaul. Ketika tidak ikut atau tidak pandai bermain video game atau game online, bahkan bisa dianggap ketinggalan. Kalimat-kalimat itu mungkin saja pernah terbaca dan terdengar sebagai guyonan atau ejekan. Dan tidak sedikit pula terjadi pelanggaran hukum dan norma dari penggunaan media sosial. Oleh sebab itu, diperlukan perilaku bijak dalam bermedia sosial.

Perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan pesat. Komputer, smartphone, laptop, dan gadget lainnya seakan sudah menjadi suatu keharusan untuk dimiliki. Keberadaan benda-benda canggih itu dapat mengakses berbagai macam informasi, pengetahuan, dan persoalan. Mulai dari suatu hal yang mendatangkan kebaikan, hingga yang akan menimbulkan kemudaratan. Pada umumnya, generasi muda lebih mendominasi dalam penggunaan perangkat komunikasi dan informasi. Hal itu dapat saja disebabkan dengan kebutuhan dunia mereka yang harus mengetahui informasi secara cepat, baik itu sebagai penunjang kebutuhan dunia pendidikan, maupun sebagai gaya hidup.

Setahun atau dua tahun yang lalu, saya memutuskan untuk menghapus beberapa akun media sosial. Hal itu dilakukan karena satu dan lain hal. Salah satu alasannya, ketika itu saya merasa menggunakan media sosial begitu “menakutkan”. Seseorang dapat saja diproses secara hukum ketika status, cuitan, dan takarir yang ia tulis menyinggung seseorang. Nyatanya, beberapa teman juga merasakan hal yang sama. Namun, alasan lain mereka untuk berhenti sementara menggunakan media sosial ialah disebabkan oleh persoalan psikologis.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Hal-hal yang ditampilkan di media sosial seringkali adalah sebuah ilusi. Namun, kita sebagai pengguna media sosial tidak mudah untuk memilih ‘masa bodoh’ saja dengan kenyataan tersebut. Alhasil, sulit pula untuk menghindari membanding-bandingkan diri dengan apa yang dilihat. Di sinilah muncul rasa insecure dan melihat diri sendiri tidak lebih ‘pantas’ dibandingkan orang lain.

Ketika menghapus sebagian akun media sosial, nyatanya saya juga tidak serta-merta merasa lebih tenang seperti yang diperkirakan sebelumnya. Salah satu dampaknya, saya sering ketinggalan informasi atau hal-hal yang tengah hangat dibicarakan. Pernah suatu kali di tongkrongan, saya tidak paham tentang topik obrolan teman-teman. Alhasil, saya pun menjadi bahan tertawaan. Namun, sebetulnya hal itu tidak terlalu menjadi persoalan yang krusial.

Persoalan sebetulnya ialah ketika media sosial menjadi jalur penyebar informasi yang cepat untuk beberapa keperluan, seperti pekerjaan dan informasi suatu produk. Benar, akhirnya saya membuat kembali akun media sosial untuk keperluan yang krusial tersebut. Media sosial dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mempelajari suatu produk yang akan dimiliki. Saya jadi kepikiran kalau media sosial ini sebenarnya mengekang sehingga pengguna perlu bijak dalam menggunakannya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

KKN Desa Penari, Sebuah Karya di Era Disruptif

Berita Sesudah

Cerpen “Novel Kosong” Karya  Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Berita Sesudah
Cerpen “Novel Kosong” Karya  Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Novel Kosong" Karya  Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belum Usai Persoalan Limbah Agustus, Sungai Batang Siat Kembali Menghitam dan Berbau, PT DSL Bungkam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026