Jumat, 23/1/26 | 22:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Bijak Bermedia Sosial

Minggu, 17/7/22 | 11:16 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Ketika tidak punya smartphone, seseorang dianggap nggak keren. Ketika tidak memiliki akun media sosial bisa saja dianggap nggak gaul. Ketika tidak ikut atau tidak pandai bermain video game atau game online, bahkan bisa dianggap ketinggalan. Kalimat-kalimat itu mungkin saja pernah terbaca dan terdengar sebagai guyonan atau ejekan. Dan tidak sedikit pula terjadi pelanggaran hukum dan norma dari penggunaan media sosial. Oleh sebab itu, diperlukan perilaku bijak dalam bermedia sosial.

Perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan pesat. Komputer, smartphone, laptop, dan gadget lainnya seakan sudah menjadi suatu keharusan untuk dimiliki. Keberadaan benda-benda canggih itu dapat mengakses berbagai macam informasi, pengetahuan, dan persoalan. Mulai dari suatu hal yang mendatangkan kebaikan, hingga yang akan menimbulkan kemudaratan. Pada umumnya, generasi muda lebih mendominasi dalam penggunaan perangkat komunikasi dan informasi. Hal itu dapat saja disebabkan dengan kebutuhan dunia mereka yang harus mengetahui informasi secara cepat, baik itu sebagai penunjang kebutuhan dunia pendidikan, maupun sebagai gaya hidup.

Setahun atau dua tahun yang lalu, saya memutuskan untuk menghapus beberapa akun media sosial. Hal itu dilakukan karena satu dan lain hal. Salah satu alasannya, ketika itu saya merasa menggunakan media sosial begitu “menakutkan”. Seseorang dapat saja diproses secara hukum ketika status, cuitan, dan takarir yang ia tulis menyinggung seseorang. Nyatanya, beberapa teman juga merasakan hal yang sama. Namun, alasan lain mereka untuk berhenti sementara menggunakan media sosial ialah disebabkan oleh persoalan psikologis.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Hal-hal yang ditampilkan di media sosial seringkali adalah sebuah ilusi. Namun, kita sebagai pengguna media sosial tidak mudah untuk memilih ‘masa bodoh’ saja dengan kenyataan tersebut. Alhasil, sulit pula untuk menghindari membanding-bandingkan diri dengan apa yang dilihat. Di sinilah muncul rasa insecure dan melihat diri sendiri tidak lebih ‘pantas’ dibandingkan orang lain.

Ketika menghapus sebagian akun media sosial, nyatanya saya juga tidak serta-merta merasa lebih tenang seperti yang diperkirakan sebelumnya. Salah satu dampaknya, saya sering ketinggalan informasi atau hal-hal yang tengah hangat dibicarakan. Pernah suatu kali di tongkrongan, saya tidak paham tentang topik obrolan teman-teman. Alhasil, saya pun menjadi bahan tertawaan. Namun, sebetulnya hal itu tidak terlalu menjadi persoalan yang krusial.

Persoalan sebetulnya ialah ketika media sosial menjadi jalur penyebar informasi yang cepat untuk beberapa keperluan, seperti pekerjaan dan informasi suatu produk. Benar, akhirnya saya membuat kembali akun media sosial untuk keperluan yang krusial tersebut. Media sosial dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mempelajari suatu produk yang akan dimiliki. Saya jadi kepikiran kalau media sosial ini sebenarnya mengekang sehingga pengguna perlu bijak dalam menggunakannya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

KKN Desa Penari, Sebuah Karya di Era Disruptif

Berita Sesudah

Cerpen “Novel Kosong” Karya  Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Cerpen “Novel Kosong” Karya  Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Novel Kosong" Karya  Afrizal Jasmann dan Ulasannya Oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024