Jumat, 13/3/26 | 22:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sisi Lain Pengguna Kacamata

Minggu, 10/4/22 | 09:22 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Kacamata bagi saya mejadi benda yang amat penting dalam menunjang aktivitas harian. Jika ada benda yang pertama kali saya cari saat bangun tidur, benda itu adalah kacamata. Dalam hal ini adalah kacamata lensa minus. Bila dilepaskan, kacamata selalu diletakan tidak jauh dari jangkauan tangan saya. Tentu dengan tujuan agar mudah untuk diambil kembali. Menimbang begitu pentingnya peran kacamata, saya pun memilikinya lebih dari satu sebagai cadangan bila yang digunakan mengalami gangguan atau hilang. Paling tidak ada dua yang selalu siaga yang sedang digunakan dan yang tersimpan di dalam tas.

Setiap kacamata memiliki kisah tersendiri dibalik proses mendapatkannya. Saya masih ingat saat pertama kali harus menggunakan kacamata minus, tepatnya di bangku sekolah menengah. Dan sejak saat itu hingga sekarang, sudah beberapa kali kacamata minus saya selalu berganti baik lensa maupun model frame. Setiap pergantian frame selalu diiringi dengan penambahan jumlah minus lensa, sungguh menyedihkan.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Bagi saya selain sebagai kebutuhan primer, kacamata juga merupakan bagian dari fesyen penunjang penampilan. Beragam pula macam tujuan di balik penggunaan kacamata. Dengan lensa photochromic, si pengguna akan terlihat keren saat berada di luar ruangan. Lensa itu secara otomatis akan berubah menjadi gelap karena pancaran sinar matahari. Manfaat membantu penglihatan terasa, kerennya juga dapat, setidak begitu yang saya rasakan.

Selain lensa, frame kacamata juga berbagai macam pula jenisnya, ada yang unik dan ada juga yang klasik. semuaNya tentu mempunyai penggemar tersendiri. Ada pula menggunakan frame kacamata terbuat dari kayu tentu ini menjadi bentuk yang unik. Tidak jarang pula model frame yang begitu memiliki harga yang mahal. Mungkin karena bahan dan cara membuatnya yang handmade menambah kesan ekslusif bagi penggunanya.

Bercerita perihal kacamata tidak ada habisnya, baik mengenai bentuk frame, maupun jenis lensanya. Benda yang satu ini juga dapat digunakan dalam penunjang penampilan. Bagi yang suka bepergian untuk keperluan traveling misalnya, kacamata hitam merupakan suatu hal yang penting dan harus dibawa, baik di saat ke pantai atau pun ke gunung. Selain sebagai fesyen, fungsi dari kacamata hitam itu tentu untuk melindungi mata dari teriknya paparan sinar matahari. Fungsi lain dari kacamata hitam adalah sebagai alat penyamaran. Ketika menonton film-film detektif atau action, akan ada adegan penyamaran yang dilakukan dengan menggunakan kacamata hitam disertai topi dan setelan jas hitam. Bahkan tanpa kacamata hitamnya, penyamaran si agen itu pun akan ketahuan. Kira-kira begitu salah satu adegan penyamaran yang pernah saya saksikan. Tentu saja, kacamata menjadi poin utamanya.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya teringat lawakan dari Mongol pada sebuah acara Stand Up Comedy. Ia menceritakan seseorang yang bertanya mengenai gayanya yang selalu memakai kacamata di kepala, bukan pada tempat yang semestinya. Ia pun menjelaskan  bahwa yang minus pada dirinya bukanlah mata, melainkan isi kepalanya. Tentu ini menjadi sisi lain dari pengguna kacamata. Adakah dari pembaca yang serupa dengan Mogol dalam hal penggunaan kacamata?

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengenal Tata Cara Penulisan Partikel tak, pun, -lah, -kah, dan -tah

Berita Sesudah

Puisi-puisi Ria Febrina

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ria Febrina

Puisi-puisi Ria Febrina

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementerian Kebudayaan Alokasikan Rp 2 Miliar Untuk Kegiatan Non Fisik Museum Adityawarman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aspirasi Warga Bayang Berbuah Listrik Gratis, 67 Rumah Teraliri BPBL

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026