Jumat, 29/8/25 | 17:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Reno Wulan Sari

Minggu, 20/3/22 | 07:00 WIB

Nyanyian Kita

dan tingkah berulang nama
aku menjadi Malin terlapuk hujan
lembab bersekat
pada renda sarung Bapak
ketika magrib, cabiklah!
maafkan rantau nan sebatang
seteguk pun kita tak cukup
memang bukan puan yang bertradisi

kurindu tanah itu
saat gundu tersangkut usia
masih begitu panas
dan kau menyuruhku mandi
relakan rantau nan sebilang
pada penantian
tetaplah penunggu rumah
terbalut peradaban

Ingatkah ibu tentang lantun?
sampiran penyesak hati
dan kita bergantung nasib
tentang nyanyian negeri orang
ada ikhlas,
tempat berlagak diri

(Bandung, 2010)

BACAJUGA

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Macam Jenis Tempat Makan dan Minum

Minggu, 10/8/25 | 12:42 WIB
Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Bentuk dan Makna Kata Ulang

Minggu, 20/7/25 | 11:05 WIB

 

Fan

“Mendekaplah di pangkuanku, sayang
Kita akan bercerita tentang hari esok”
Ingatkah,
semalam kita bercumbu di ruang tak berlampu
namun kau mendongeng begitu lantang
tentang mata dewa
dan roh-roh di surga

Masihkah ada detak yang serupa?
dengan lekuk tubuhmu yang tak bertukar
dan cangkir kopimu yang berukir naga

Ajaib!
Aku telah lupa jalan ke muara, Sayangku

(Busan, Januari 2022)

 

Sebuah Puisi

Kau, hidup di dalam puisi
dalam debaran alfabetku yang terkumpul berantakan
Kau, abadi di dalam sebuah puisi
bersama getaran syair yang menyayat aliran darah
Kau, lekang dalam sebuah puisi
dalam heningku yang menyusun pecahan-pecahan harimu
kemudian kukabarkan untuk angin musim semi yang akan datang
pada suatu masa, sebelum banyak kapal berlabuh di negeriku

Pada suatu masa pula, ratusan cahaya silam
Kau, mengirimiku sebuah puisi tak berlarik
Katamu, “Tulis saja apa yang ingin kau tulis,
aku percaya hatimu,
seperti kau percaya bahwa musim akan terus berganti sepanjang tahun”
Kau, membungkus puisi dalam kicau pagi dan petang
Di gerbang itu, tempat kita biasa menerjemahkan arah angin
Kau berkata pada suatu hari, “Aku telah menetap di dalam puisimu,
maka tinggal jugalah di sini, dalam puisiku.
Waktumu telah tiba sebab sajaknya membutuhkan dimensimu”

(Busan, Februari 2022)

 

Biodata Penulis:

Reno Wulan SariReno Wulan Sari merupakan Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas dan Dosen Tamu di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan. Buku kumpulan cerpen tunggalnya yang telah terbit berjudul Catatan Pertama pada tahun 2018. Selain seorang sutradara teater, ia juga aktif meneliti dan menulis di media massa.

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Parafrase dan Orisinalitas Karya Tulis

Berita Sesudah

Pembalap dan Pebalap

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 17/8/25 | 16:52 WIB

Ilustrasi:Meta AI Suara dari Sajadah Ayah Oleh: M. Subarkah Di atas sajadah usang itu, ayah duduk seperti gunung yang berzikir....

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Minggu, 10/8/25 | 14:12 WIB

Ilustrasi: Meta AI Mengusahakan Akhir, Menumpuk Sakit Oleh: Kurnia Maesaroh Kini t'lah mencapai akhir Dari akhir yang terus diusahakan kemarin...

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Minggu, 03/8/25 | 16:28 WIB

Ilustrasi: Meta AI Laut Bulan Februari Karya : Hanaa Kamilia Memikul gulungan pertanyaan di hatimu Menyeret getar jiwa berjarak dari...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 27/7/25 | 14:38 WIB

Ilustrasi: Meta AI Tangis Naskah ke 50 Oleh : Afny Dwi Sahira Jari-jari tangan terbalut kapas Surat penolakan ke-49 datang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 20/7/25 | 12:39 WIB

Ilustrasi: Meta AI Senja di Muara Padang Oleh: M. Subarkah  Senja menetes di ujung muara Langit berwarna kunyit bercampur saga...

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Minggu, 06/7/25 | 11:46 WIB

Ilustrasi: Meta AI Hujan dan Macam-Macam Ketertundaan Oleh: Salwa Ratri Wahyuni september mengasuh nyawa bumi, dingin, lembab, serta berkabut pekat,...

Berita Sesudah
Jelajah Kata: Ramadhan atau Ramadan?

Pembalap dan Pebalap

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Affan, PMII Padang Ingatkan Jangan Ada Impunitas Aparat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024