Jumat, 06/11/26 | 04:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Es Krim dan Alasan “Renyahnya”

Minggu, 13/2/22 | 10:27 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Bila ada yang menanyakan apakah makanan favorit anda? Maka akan secara spontan saya menjawab es krim. Jika pertanyaan itu ditujukan kepada pembaca, kuat dugaan banyak yang memiliki jawaban sama dengan saya. Aneka olahan es krim memang banyak digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hal yang membuat saya sangat gemar untuk mencicipi es krim adalah kombinasinya dengan makanan lain. Sepertinya makanan yang satu ini mengajarkan kita untuk selalu berpikir kreatif. Ada “rahasia” kelezatan yang tersimpan dari setiap perpaduannya.

Bagi saya jika hanya memakan es krim tanpa dipadukan dengan yang lain rasanya ada yang kurang, entah itu es krim vanila, coklat, alpukat, durian, atau aneka campurannya, mungkin juga rasa lainnya. Biasanya paling tidak saya selalu memadukan es krim dengan kue kering untuk menambah kelezatannya. Terkadang, saya juga memadukannya dengan minuman segar, seperti jus pokat, jus mangga, dan es cendol. “Yang penting bukan es krim tok aja”, kira-kira begitulah penjelasannya. Bukan berarti yang hanya hobi makan es krim saja tidak mendapat enaknya rasa makanan tersebut.

Untuk mencari aneka perpaduan es krim pun tidak begitu sulit. Saya kira banyak tempat yang menjualnya, bahkan beberapa di antaranya menjadi menu spesial pula. Mulai dari restoran yang menjadi tempat tongkrongan favorit milenial dan instragamable, hingga yang berjualan keliling. Semuanya menyajikan keunikan tersendiri dengan aneka rasa yang menggugah selera.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Setidaknya ada dua alasan “renyah” yang ingin saya ungkapkan mengenai makanan satu ini. Alasan pertama, es krim merupakan makanan yang mengajarkan kita untuk dapat beradaptasi baik dengan lingkungan sekitar. Tidak begitu berlebihan kiranya kalau saya nyatakan bahwa makanan ini mengajari kita makna dan filosofi hidup. Bagi yang pernah mencoba minuman jus (jus buah naga, mangga, dan alpokat) atau aneka es cendol yang dipadukan dengan es krim, tentu dapat membayangkan betapa segar dan enaknya minuman tersebut.

Kehadiran es krim memberikan sensasi unik dalam menikmati aneka jus dan es cendol. Bahkan perpaduan es krim dengan aneka jus tersebut tanpa mengurangi rasa buahnya, justru rasa yang dihasilkan lebih enak. Selain itu, jika kita melihat daftar harga dan menus, harga yang ditawarkan dari minuman jus dengan campuran es krim pun lebih mahal. Bagi saya ini membuktikan bahwa kehadiran es krim memberi nilai lebih. Hal itu mengingatkan saya, bahwa kehadiran kita bagi lingkungan sekitar hendaklah dapat memberikan manfaat dan nilai lebih.

Alasan kedua, es krim mengajarkan saya untuk selalu kreatif dan inovatif. Bagi saya ada rasa lebih jika makan es krim dengan kue kering atau roti tawar. Tidak hanya itu, campuran aneka rasa es krim juga menjadi hal menarik untuk dilakukan. Setidaknya, bagi saya meramu aneka rasa es krim menjadi hal menarik untuk dilakukan. Namun begitu, terkadang saya juga berpikir apakah perlu alasan untuk menyukai sebuah makanan? Pada suatu kesempatan saya pernah diingatkan teman bahwa tidak perlu alasan untuk menyukai suatu hal. Begitupun tidak perlu alasan untuk menyukai sebuah makanan, karena rasa suka tidak butuh alasan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pertarungan Sosial dalam Kenduri Arwah, Sebuah Analisis Wacana Kritis

Berita Sesudah

Cerpen “Kesempatan Kedua” oleh Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Berita Sesudah
Cerpen “Kesempatan Kedua” oleh Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Cerpen "Kesempatan Kedua" oleh Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Discussion about this post

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Modalitas dalam Teks atau Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Relasi Kohesi dan Fungsinya dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Syafni Nola Putri Sambut Wali Nagari Definitif Aie Dingin, Harapkan Perubahan Setelah Lima Tahun Dipimpin Pj

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sultan Alif Baloen Matangkan Langkah Rebut Ketua KNPI Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026