Kamis, 09/7/26 | 19:36 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Upaya Mengatasi Angka Pengangguran di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 13/6/21 | 07:43 WIB

Oleh: Hutami Febrianti
(Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Imam Bonjol)

 Virus corona atau covid-19 adalah virus yang menyerang sistem saluran pernapasan. Beberapa pasien yang terjangkit virus covid-19 tidak menimbulkan gejala apapun. Virus ini datang ke Indonesia sejak 2 Maret 2020 yang lalu. Covid-19 dikenal sebagai virus yang mematikan karena penyebarannya yang sangat cepat. Dilihat dari beberapa aspek, banyak dampak yang disebabkan oleh virus yang mematikan ini baik dari segi kesehatan, pendidikan maupun sektor perekonomian.

Pada tahun 2020, angka korban yang terjangkit virus covid-19 sangatlah tinggi. Hal tersebut dapat ditinjau dari daerah-daerah yang semulanya zona hijau menjadi zona merah, khususnya di pulau Jawa. Namun, di tahun 2021, angka korban yang terjangkit covid-19 relatif menurun karena adanya penyebaran vaksinasi yang sudah disebarluaskan untuk masyarakat dalam upaya pemerintah untuk menghentikan laju persebaran virus covid-19 secara lebih meluas.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyebutkan bahwa angka pengangguran di Indonesia meningkat sebanyak 2,6 juta orang menjadi 9,7 juta akibat pandemi covid-19. Sejak awal pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, banyak sekali instansi perusahaan yang menutup sementara lowongan pekerjaan untuk para calon tenaga kerja baru, bahkan ada yang sampai mengurangi karyawannya dan banyak juga perusahaan yang mengalami kerugian.

BACAJUGA

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Senin, 06/7/26 | 05:56 WIB
Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Senin, 06/7/26 | 05:43 WIB

Banyak sekali masyarakat yang kehilangan pekerjaan sebagai bagian dari dampak covid-19. Bahkan saat ini tatanan masyarakat hanya mengharapkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari pemerintah untuk menunjang kehidupan mereka. Hal ini menyebabkan peningkatan angka pengangguran di Indonesia semakin tinggi. Kesulitan mencari pekerjaan dialami oleh banyak masyarakat. Pada awal pandemi covid-19, pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan kegiatan secara WFH ( Work From Home ) agar tidak terjadi penularan secara meluas. Social distanching, lock down dan PSBB pun kerap dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya dari pencegahan covid-19. Dengan adanya upaya tersebut, kemungkinan terkecil dari perusahaan untuk menerima karyawan baru sangatlah kecil mengingat akan hal penyebaran virus covid-19 yang terjadi di perusahaan. Dari ulasan berikut, bisa menjadi hal yang menjadi faktor mengapa angka pengangguran di Indonesia meningkat

Belum lagi pada tahun 2021, tersebar berita adanya mutasi pada virus covid-19. Hal ini menambah ketakutan bagi masyarakat meskipun vaksin untuk virus covid-19 sudah disediakan dan mulai banyak lowongan pekerjaan yang dibuka. Adanya ketakutan akibat terpapar virus covid-19 atau segala mutasinya masih sangat tinggi dan hal tersebut bisa menjadi alasan sebagian masyarakat untuk tidak mencari pekerjaan dan memilih untuk tetap dirumah sampai pandemi berakhir. Banyaknya angka pengangguran semakin meningkat juga angka kemiskinan di Indonesia. Pemerintah Indonesia harus segera mengatasi permasalahan tersebut disamping mengatasi pemasalahan kesehatan. Karena pasalnya yang menjadi dampak dari covid-19 tidak hanya pada kesehatan tetapi pada ekonomi, pendidikan, pariwisata dan lain sebagainya.

Jika hal tersebut masih menjadi permasalahan yang berkepanjangan dari tahun ketahun, akan terjadi kemiripan krisis ekonomi yang dahulu sempat dirasakan Indonesia pada tahun 1998 dan tahun 2008. Untuk mengurangi masalah tersebut, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat, contohnya seperti mengikuti program pengembangan keahlian diri dan membuat produk sendiri untuk diproduksi dan dipasarkan. Contoh kegiatannya seperti membuat masker bahan dan dapat dipasarkan, ada juga yang membuka usaha makanan melalui online atau membuka usaha pertanian seperti menjual tanaman budidaya.

Saat masa pandemi, bercocok tanam menjadi kegiatan yang disenangi oleh masyarakat. Dengan begitu dapat dimanfaatkan untuk memproduksi tanaman budidaya. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat, pada saat pandemi masyakarat bisa meningkatkan kreativitas yang bernilai harga jual. Hal tersebut dapat membantu pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, karena masyarakat mendapatkan pekerjaan dari hasil usahanya sendiri. Dari segi pemerintah, upaya yang telah diambil ialah paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha agar tidak melakukan PHK, intensif pajak penghasilan bagi para pekerja, mengoptimalkan kartu prakerja dan untuk para pedagang berupa memberikan modal UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pada masyarakat, perluasan program industri padat karya, perlindungan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik di negara penempatan maupun setelah kembali ke tanah air.

Selain itu, dengan menyelenggarakan bursa tenaga kerja atau job fair merupakan salah satu upaya untuk mengatasi pengangguran. Bursa tenaga kerja ialah tempat yang mempertemukan pemberian kerja dengan para pencari kerja. Masyarakat tidak akan kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan khususnya yang sesuai dengan potensinya. Cara ini merupakan salah satu penanganan dari pemerintah untuk merekrut lulusan baru di berbagai lapangan pekerjaan.

Dalam menyikapi covid-19, masyarakat tidak boleh lengah dan diam. Masyarakat harus tetap berdikari dan tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta harus tetap mengembangkan kreativitas yang mempunyai nilai estetika dan harga jual.

Selama ini, pemerintah pun tidak mampu secara utuh untuk memberikan bantuan kepada yang terkena dampak dari covid-19 disebabkan oleh yang terkena dampak dari virus covid-19 ini tidak hanya beberapa daerah sajam, tetapi seluruh rakyat Indonesia yang terkena dampak dari covid-19 ini. Walaupun pemerintah sudah mengeluarkan BLT untuk masyarakat di setiap bulannya, tetap saja hal tersebut masih belum bisa mencukupi kebutuhan bagi orang-orang yang terkena dampak covid-19 terlebih lagi jika benar-benar berasal dari kalangan ekonomi ke bawah.

Dalam hal ini, kreativitas masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi covid-19 ini. Banyak inovasi baru yang bisa dilakukan oleh sekelompok masyarakat.

Tags: #Hutami Febrianti
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menerawang Pendidikan melalui Ruang Gerak Pemuda

Berita Sesudah

Seperti Serena

Berita Terkait

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Senin, 06/7/26 | 05:56 WIB

Oleh: Abdul Hamid Sajidurrahman (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa FEB Universitas Andalas)   Di era digital seperti sekarang, cara...

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Senin, 06/7/26 | 05:43 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia dan Anggota Aktif UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB UNAND)   Bahasa adalah...

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Minggu, 05/7/26 | 16:04 WIB

Oleh: Mita Handayani (Alumni Magister Linguistik FIB Universitas Andalas)   Beberapa hari yang lalu, saya bersama tim EQUITY dan pimpinan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Salindia atau PPT? Potret Sikap Bahasa Generasi Digital

Senin, 29/6/26 | 21:20 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)   “Besok presentasi pakai PPT, ya.” Kalimat tersebut hampir setiap...

Batu dan Zaman

Peran Podcast dalam Produksi Bahasa

Senin, 29/6/26 | 21:06 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Ada pengalaman yang menyenangkan setiap kali mengikuti episode...

Kreativitas Berbahasa yang Anomali

Kreativitas Berbahasa yang Anomali

Senin, 29/6/26 | 13:05 WIB

Oleh: Alex Darmawan (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Di zaman milenial sekarang ini, kreativitas adalah hal yang sangat...

Berita Sesudah
Seperti Serena

Seperti Serena

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat pertemuan lanjutan dengan Foshan Polytechnic, Selasa (7/7).

    Wali Kota Padang Kunjungi Fosan Polytechnic

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunjungan Balasan Wali Kota Padang Ke Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok (China)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas PUPR Kota Padang Gerak Cepat Bersihkan Longsor di Gunung Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “Salam” dan “Salim” saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026