Senin, 16/2/26 | 02:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Minggu, 06/6/21 | 07:52 WIB

Juang

Perjuanganmu jangan berhenti
jangan mati
Diskusi, diktat, karya ilmiah hingga obrolan warung kopi
berisi kaum papa dan petani
Air mata yang jatuh ke ladang-ladang dan berhilir ke matamu
Orang-orang terusir dari tanahnya, dari lautnya
Termarjinalisasi di negeri sendiri
Berjalan di gelap tanpa pendidikan
Berperang dengan lapar mereka sendiri
Kaum papa menanti-nanti
Kau jangan berhenti
Jangan mati sebelum berarti

Padang, 28 Maret 2019

 

Bukit Merese

Menghabiskan satu senja di Merese
Angin menerpa rumput-rumput
Kuning berderai ke hamparan pasir putih
Di puncaknya angin kebebasan menerpa

BACAJUGA

Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Cerpen “Pulang ke Rahim Ibu” Karya Amalia Aris Saraswati dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Minggu, 06/8/23 | 12:23 WIB
Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Puisi-puisi Amalia Aris Saraswati

Minggu, 27/3/22 | 07:37 WIB

Setelah ini ke mana, diriku?
Ke tanah yang jauh
atau di sini menjaga kenaifan yang sepi

Padang, 24 Maret 2019

 

Palsu

Cinta pada-Mu adalah ikatan yang tak kuizinkan sesuatu apa ikut serta
berdua saja, dalam ruang gelap menuju fajar
atau di jalanan, di sisi orang sakit dan lapar
Aku akan terus datang pada-Mu,
walaupun dalam ketidakberdayaan dan kemabukan

Dunia adalah kematian
manusia bagaikan mayat yang berjalan-jalan
dalam ketiadaanku,
menanti pertemuan dalam kehidupan
semoga di sana ketemui cinta-Mu

Terimalah cintaku walaupun palsu

Padang, 16 Februari 2020

Pram II

Pram, aku kembali
Aku kangen
Ingin duduk lagi denganmu
ngopi
mendengarkanmu cerita

Bagaimana aku bisa lupa
resahmu

kau bilang ingin buka kedai tembakau
dan hidup damai

Bagaimana aku bisa lupa
Lagunya Begini
Nadanya Begitu
yang mengalir sore-sore
Kau di sampingku
Air sungai juga setenang dirimu
Wajahmu ditimpa cahaya matahari keemasan

Bagaimana aku bisa lupa
caramu meneguk “Ubek Kanker”

Bagaimana aku bisa lupa
kau bertanya padaku
tentang Syekh Siti Jenar

Bagaimana aku bisa lupa
terakhir, kulihat dirimu
sedang membela Bunga

Aku mencintai keberanianmu
kebebasanmu
kejernihan hatimu

Aku kangen
ingin bertemu
tapi kini engkau entah di mana
adakah kau baik saja?
atau benar-benar telah hangus terbakar?

Kuharap kau sedang bersimpuh di altar
Merapal doa-doa

Semoga Tuhan selalu memberkatimu

Padang, 4 Mei 2020

 

Biodata:

Amalia Aris Saraswati merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas, anggota FLP Sumbar, dan Ketua Korp PMII Putri (KOPRI) Kota Padang. Puisi-puisi dan cerpennya telah dimuat di berbagai media massa.

Tags: #Amalia Aris Saraswati
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kata Serapan yang Jarang Diketahui Orang

Berita Sesudah

Umi

Berita Terkait

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Berita Sesudah
Umi

Umi

Discussion about this post

POPULER

  • Perspektif Ekologis dalam Berbahasa

    Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024