Sabtu, 17/10/26 | 20:58 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Mengenal Bentuk Terikat dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 28/3/21 | 09:43 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Banyak hal yang perlu dikenal dan dipelajari dalam bahasa Indonesia, di antaranya bentuk-bentuk lingual atau bentuk kebahasaan. Ada beberapa bentuk lingual dalam bahasa Indonesia selain kata, frasa, dan klausa. Bentuk tersebut di antaranya afiks atau imbuhan dan bentuk terikat. Bentuk terikat merupakan bentuk yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak mempunyai arti jika tidak bergabung dengan kata dasar. Bentuk terikat yang melekat pada kata dasar yang oleh beberapa ahli digolongkan ke dalam prefiks atau awalan (Mulyono, 2013:76). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga tahun 2000 (Mulyono, 2013:77) bentuk-bentuk terikat ini terdiri atas morfem a-, de-, nir-, pro-, pra-, maha, pasca, intra-, ekstra-, dan antar- yang mempunyai arti sebagai berikut:1) a artinya  tanpa, tidak ber- (asusila, asosial), 2) de- artinya menghilangkan, mengurangi (demoralisasi, dekameter), 3) nir- artinya  tanpa, tidak, bukan (nirlaba), 4) pro- artinya sebelum, di depan (proaktif, ), 5) pra- artinya sebelum, di depan (prasejarah, praseminar), 6) maha- artinya sangat, amat, teramat (mahakarya, mahasiswa), 7) pasca- artinya sesudah (pascagempa, pascasarjana), 8) intra- artinya dalam(intrakurikuler, intramolekuler), 9) ekstra– artinya di luar, sangat (ekstrakurikuler, esktrakerja), 10) antar- artinya jarak di antara (antarkota, antarprovinsi)

Selanjutnya, ada bentuk terikat yang lain, seperti non-, anti-, tele-, swa-, sub-, dwi-, semi-, tuna-, dan ultra- dengan contoh-contoh berikut: nonpribumi, antigempa, telewicara, swadaya, dwipurwa, semiprofesional, subbab, tunakarya, dan ultramodern yang penulisannya digabung dengan kata dasar (PUEBI, 2016). Semua bentuk terikat itu ditulis serangkai dengan  kata dasar yang memodifikasinya kecuali bergabung dengan kata dasar berupa nama orang, nama tempat, nama organisasi, dan nama peristiwa yang sudah tercatat dalam sejarah, penulisannya terpisah dan dibubuhi tanda hubung atau strip (-) di antara bentuk terikat dan nama-nama tersebut, contohnya: pasca-Perang Dunia II, pro-Pemerintahan Republik Indonesia, non-KPK, anti-PKI, dan sebagainya.

Selain bentuk terikat yang dijelaskan di atas, ada satu bentuk terikat yang istimewa karena kemampuan bergabung yang tinggi dengan kata dasar lain dan menghasilkan bentuk turunan yang lebih banyak dan lebih variatif. Bentuk terikat tersebut adalah “maha”. Bentuk “maha” setidaknya mempunyai tiga tata cara penulisan dalam bahasa Indonesia karena kemampuan bergabungnya yang lebih tinggi dengan kata dasar lain. Penulisan bentuk terikat ini mempunyai aturan tersendiri dalam bahasa Indonesia.  Ada tiga tata cara penulisan bentuk terikat “maha” seperti penjelasan di bawah ini.

1) Bentuk terikat “maha” ditulis gabung dan kata sesudahnya apabila bertemu kata dasar dan huruf awalnya  ditulis dengan huruf kecil. Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

a. maha- + siswa > mahasiswa: Panitia orasi ilmiah ulang tahun Unand merupakan mahasiswa tingkat akhir.

b. maha- + karya > mahakarya: Lukisan Monalisa merupakan mahakarya hebat dari Leonardo da Vinci.

2) Bentuk terikat “maha” ditulis terpisah dari kata dasar apabila bergabung dengan kata berimbuhan yang menyatakan sifat dan nama Tuhan. Huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar. Pada posisi ini, bentuk terikat “maha” sekilas terlihat seperti frase dan kata majemuk (kompositum). Contohnya dapat dilihat di bawah ini.

a. Maha + Penyayang > Maha Penyayang: Mari berdoa kepada Tuhan Yang Maha Penyayang.

b. Maha + Pengasih > Maha Pengasih: Kita selalu menerima rezeki dari Tuhan Yang Maha Pengasih.

c. Maha + Melihat > Maha Melihat: Setiap aktivitas manusia diketahui oleh Yang Maha Melihat.

d. Maha + Mengabulkan > Maha Mengabulkan: Tuhan Maha Mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya.

3) Bentuk terikat “maha” ditulis gabung dengan kata dasar dan huruf awalnya ditulis kapital untuk menyebut sifat dan nama Tuhan kecuali kata dasar esa yang ditulis terpisah. Jika kata esa merujuk kepada sifat dan nama Tuhan, huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital. Kata ini berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘satu’. Contohnya dapat dilihat bawah ini.

a. Maha + kuasa > Mahakuasa : Orang-orang berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar Covid-19 menghilang.

b. Maha + besar  > Mahabesar : Saya percaya Allah Mahabesar yang menentukan takdir setiap anak manusia.

c. Maha + luas  > Mahaluas : Kakakku, Andi mempunyai cita-cita menjelajahi bumi Allah Yang Mahaluas?

d. Kakek meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi umur panjang.

Demikian ulasan sederhana tentang bentuk terikat dalam bahasa Indonesia. Semoga mencerahkan dan dapat dijadikan pedoman dalam praktik tulis-menulis sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salam.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Urgensi Mempelajari Bahasa Inggris bagi Masyarakat Zamrud Khatulistiwa

Berita Sesudah

Mengenal Bentuk Terikat dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Berita Sesudah

Mengenal Bentuk Terikat dalam Bahasa Indonesia

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026