Sabtu, 11/7/26 | 14:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Sabtu, 31/10/20 | 18:47 WIB
Foto Eka Guspriadi menggunakan masker di Pariaman. (Foto:narasumber)

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Oleh

Yogi Resya Pratama

Pariaman, Scientia- Akibat tidak mempedulikan protokol kesehatan, Eka Guspriadi (44) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Ayah dua orang anak ini sangat tidak menyangka, dirinya positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Wacana Digital dan Dinamika Istilah dalam Bahasa Indonesia

Senin, 06/7/26 | 07:21 WIB
Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Senin, 06/7/26 | 05:56 WIB

Saat dihubungi, Scientia.id, Eka bercerita awal mula dirinya terjangkit. Menurutnya, semua dimulai dari dirinya yang tak pernah mau mempedulikan protokol kesehatan dalam bekerja. “Sebelum ini saya berpandangan Covid-19 itu hanyalah virus biasa, tidak membahayakan,” ujar Eka yang berprofesi sebagai kontributor televisi di Pariaman tersebut.

Demam, mual, pusing, disertai hilangnya penciuman adalah gejala-gejala yang dirasakan Eka ketika dirinya terinfeksi Covid-19. Tanpa pikir panjang ia pun mengisolasi diri secara mandiri. “Saya juga membatasi kontak dengan anak-anak dan istri saya,” ucap Pria kelahiran 1976 itu.

Beruntuang, Eka tidak memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, asma, jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Sehingga tingkat bahaya Covid-19 tidak berdampak begitu besar terhadap fisik pria ini. Hal tersebut juga membuat Eka tidak harus dirawat di rumah sakit. Cukup hanya dengan karantina mandiri saja. “Untung saya tidak ada penyakit bawaan,” kata pria paruh baya itu.

Sempat timbul perasaan was-was di hari pertama ia menjalankan isolasi mandiri akibat tenggorokannya yang kering. Ditambah lagi adanya berita salah satu Anggota Dewan di Kabupaten Padang Pariaman yang meninggal dikarenakan Covid-19.

Untuk mengalihkan tekanan bathin yang ia rasakan, Eka menghabiskan waktu dengan berolahraga. Hingga tidak ada lagi tontonan dan bacaan berita tentang Covid yang dilihatnya.

Hari demi hariberlalu, tibalah saatnya bagi Eka melakukan swab kedua. Ia sangat percaya diri bahwa hasilnya negatif. Rentetan perencanaan pun telah ia susun. Jaga-jaga kalau ia negatif dan dibolehkan pulang.

Namun betapa terkejutnya Eka, karena pada  swab kedua ia masih dinyatakan positif Corona. Ditambah lagi kabar bahwa dua anaknya juga positif Corona .

“Swab kedua hasil saya masih positif. Ditambah lagi info bahwa dua anak saya positif juga, ini membuat beban pikiran bagi saya,” sebut Eka.

Saat itu Eka dan dua orang anaknya di karantina tidak lagi di rumah, tapi di tempat karantina pasien Covid-19. Meski sempat terpuruk dan jadi beban dalam pikirannya, duka Eka tak berlangsung lama, 6 hari setelah swab kedua, ia dan dua anaknya dinyatakan negatif Covid-19, dan bisa kembali ke rumah.

Eka juga menceritakan bagaimana dia menjalani proses karantina. “Di tempat karantina saya dikasih menu makanan lengkap dan bervariasi. Juga vitamin serta dianjurkan berolahraga teratur,” kata wartawan itu.

Terkait itu semua, Eka berpesan kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Jangan sampai kejadian yang saya alami juga menimpa yang lainnya. Perihal Corona ini merupakan virus yang sangat cepat menularnya. Jangan sampai gara gara kita yang tidak patuh, anak dan istri yang tertular,” sebut Eka. (*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Tata Cara Penulisan Kata Penghubung Antarkalimat dan Intrakalimat

Berita Sesudah

Mengenal Kalimat Inversi

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Wacana Digital dan Dinamika Istilah dalam Bahasa Indonesia

Senin, 06/7/26 | 07:21 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Dunia hari ini tidak lagi sekadar dibatasi...

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Senin, 06/7/26 | 05:56 WIB

Oleh: Abdul Hamid Sajidurrahman (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa FEB Universitas Andalas)   Di era digital seperti sekarang, cara...

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Senin, 06/7/26 | 05:43 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia dan Anggota Aktif UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB UNAND)   Bahasa adalah...

Puisi-puisi Eliza Nuzul Fitria

Puisi-puisi Eliza Nuzul Fitria

Minggu, 05/7/26 | 16:25 WIB

  Gambar dbuat dengan googlegemini Untuk Hujan yang Turun di Penghujung Juni Rintik yang turun kali ini, seperti biasa seolah...

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Minggu, 05/7/26 | 16:04 WIB

Oleh: Mita Handayani (Alumni Magister Linguistik FIB Universitas Andalas)   Beberapa hari yang lalu, saya bersama tim EQUITY dan pimpinan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Salindia atau PPT? Potret Sikap Bahasa Generasi Digital

Senin, 29/6/26 | 21:20 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)   “Besok presentasi pakai PPT, ya.” Kalimat tersebut hampir setiap...

Berita Sesudah

Mengenal Kalimat Inversi

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat pertemuan lanjutan dengan Foshan Polytechnic, Selasa (7/7).

    Wali Kota Padang Kunjungi Fosan Polytechnic

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laka Lantas di Dharmasraya, Mahasiswa Undhari Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Dalamnya Jurang Pembatas antara Kaum Bangsawan dan Kaum Bawahan yang Digambarkan dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Andalkan BOMRun 2026 untuk Perkuat Sport Tourism dan Kejar Kota Gastronomi UNESCO

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Truk Senggol Motor, Dua Mahasiswa Undhari Dharmasraya Jalani Perawatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026