Selasa, 26/5/26 | 14:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Sabtu, 31/10/20 | 18:47 WIB
Foto Eka Guspriadi menggunakan masker di Pariaman. (Foto:narasumber)

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Oleh

Yogi Resya Pratama

Pariaman, Scientia- Akibat tidak mempedulikan protokol kesehatan, Eka Guspriadi (44) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Ayah dua orang anak ini sangat tidak menyangka, dirinya positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Saat dihubungi, Scientia.id, Eka bercerita awal mula dirinya terjangkit. Menurutnya, semua dimulai dari dirinya yang tak pernah mau mempedulikan protokol kesehatan dalam bekerja. “Sebelum ini saya berpandangan Covid-19 itu hanyalah virus biasa, tidak membahayakan,” ujar Eka yang berprofesi sebagai kontributor televisi di Pariaman tersebut.

Demam, mual, pusing, disertai hilangnya penciuman adalah gejala-gejala yang dirasakan Eka ketika dirinya terinfeksi Covid-19. Tanpa pikir panjang ia pun mengisolasi diri secara mandiri. “Saya juga membatasi kontak dengan anak-anak dan istri saya,” ucap Pria kelahiran 1976 itu.

Beruntuang, Eka tidak memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, asma, jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Sehingga tingkat bahaya Covid-19 tidak berdampak begitu besar terhadap fisik pria ini. Hal tersebut juga membuat Eka tidak harus dirawat di rumah sakit. Cukup hanya dengan karantina mandiri saja. “Untung saya tidak ada penyakit bawaan,” kata pria paruh baya itu.

Sempat timbul perasaan was-was di hari pertama ia menjalankan isolasi mandiri akibat tenggorokannya yang kering. Ditambah lagi adanya berita salah satu Anggota Dewan di Kabupaten Padang Pariaman yang meninggal dikarenakan Covid-19.

Untuk mengalihkan tekanan bathin yang ia rasakan, Eka menghabiskan waktu dengan berolahraga. Hingga tidak ada lagi tontonan dan bacaan berita tentang Covid yang dilihatnya.

Hari demi hariberlalu, tibalah saatnya bagi Eka melakukan swab kedua. Ia sangat percaya diri bahwa hasilnya negatif. Rentetan perencanaan pun telah ia susun. Jaga-jaga kalau ia negatif dan dibolehkan pulang.

Namun betapa terkejutnya Eka, karena pada  swab kedua ia masih dinyatakan positif Corona. Ditambah lagi kabar bahwa dua anaknya juga positif Corona .

“Swab kedua hasil saya masih positif. Ditambah lagi info bahwa dua anak saya positif juga, ini membuat beban pikiran bagi saya,” sebut Eka.

Saat itu Eka dan dua orang anaknya di karantina tidak lagi di rumah, tapi di tempat karantina pasien Covid-19. Meski sempat terpuruk dan jadi beban dalam pikirannya, duka Eka tak berlangsung lama, 6 hari setelah swab kedua, ia dan dua anaknya dinyatakan negatif Covid-19, dan bisa kembali ke rumah.

Eka juga menceritakan bagaimana dia menjalani proses karantina. “Di tempat karantina saya dikasih menu makanan lengkap dan bervariasi. Juga vitamin serta dianjurkan berolahraga teratur,” kata wartawan itu.

Terkait itu semua, Eka berpesan kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Jangan sampai kejadian yang saya alami juga menimpa yang lainnya. Perihal Corona ini merupakan virus yang sangat cepat menularnya. Jangan sampai gara gara kita yang tidak patuh, anak dan istri yang tertular,” sebut Eka. (*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Tata Cara Penulisan Kata Penghubung Antarkalimat dan Intrakalimat

Berita Sesudah

Mengenal Kalimat Inversi

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Di tanah ini, sejarah bukan hanya di...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Minggu, 24/5/26 | 20:02 WIB

Oleh: Intan Rhaudhatul Jannah (Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Andalas) Kekerasan berbasis gender di lingkungan kampus bukanlah sebuah cerita...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

Minggu, 24/5/26 | 19:17 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Minggu, 24/5/26 | 18:09 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Pesisir Selatan)   Pesisir Selatan merupakan salah satu kabupaten di Sumatera...

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Kamis, 21/5/26 | 19:39 WIB

Ratusan lulusan dari berbagai kampus mengikuti One Day With BTPN Syariah di UIN IB Padang, Kamis (21/5). (Foto/Scientia: Wahyu Amuk)....

Berita Sesudah

Mengenal Kalimat Inversi

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roni Aprianto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Dharmasraya Periode 2026-2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HMI Dharmasraya Gelar LK Satu, Diikuti Mahasiswa dari Berbagai Kampus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026