Padang, Scientia — Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yusri Latif, mendukung pelestarian silat tradisi sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Minangkabau sekaligus memperkuat karakter generasi muda. Dukungan itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Silat Tradisi di Nagari Pauh, Kota Padang, Sabtu (24/10).
Latif mengatakan, silat tradisi tidak sekadar menjadi seni bela diri yang diwariskan secara turun-temurun. Lebih dari itu, silat merupakan ruang silaturahmi antarsasaran, tempat generasi muda belajar tentang kedisiplinan, pembentukan mental, nilai spiritual, serta penghormatan terhadap adat dan tradisi.
Menurut dia, pelestarian silat tradisi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kesenian tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Festival menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan para pesilat, guru silat, serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.
“Silat tradisi bukan hanya soal kemampuan bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, kedisiplinan, mental, dan spiritual. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan kebudayaan seperti Festival Silat Tradisi perlu mendapat dukungan berkelanjutan. Sebab, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui seremoni atau kegiatan sesaat, melainkan harus disertai upaya menjaga ruang belajar, keberadaan sasaran silat, serta peran para guru yang selama ini menjadi penjaga tradisi.
Bagi Latif, Nagari Pauh memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan silat tradisi di Kota Padang. Keberadaan komunitas dan sasaran silat menjadi modal sosial untuk meneruskan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai adat kepada generasi berikutnya.
Ia berharap festival tersebut dapat meningkatkan minat generasi muda untuk mempelajari silat tradisi sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap kebudayaan daerah. Dengan begitu, silat tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini.
Ketua DPC PKB Kota Padang itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, pelaku seni budaya, dan masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional. Dukungan bersama diperlukan agar kegiatan pelestarian budaya memiliki kesinambungan dan mampu menjangkau lebih banyak generasi muda.
Menurut dia, penguatan seni, budaya, dan kearifan lokal merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Kemajuan kota, kata dia, perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas dan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas masyarakatnya.
Melalui Festival Silat Tradisi, Latif berharap warisan bela diri Minangkabau tetap terpelihara, hubungan antarsasaran silat semakin erat, dan generasi muda memiliki ruang untuk mengenal serta meneruskan tradisi leluhur.(yrp)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-120x86.jpg)
![Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/FB_IMG_17929233426782-120x86.jpg)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-350x250.jpg)
![Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/FB_IMG_17929233426782-350x250.jpg)

![Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi.[foto:net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/anggota-vi-bpk-ri-fathan-subchi-dok-situs-resmi-bpk-ri-1792909744024_43-350x250.webp)

