
Arosuka, Scientia.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, yang terdampak banjir bandang atau galodo, Rabu (30/9/2026). Kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi infrastruktur sekaligus membahas langkah pemulihan dan mitigasi pascabencana.
Menteri Dody disambut Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Solok H. Candra di kawasan terdampak. Dalam kunjungan itu, Dody meninjau sejumlah lokasi dan mendapatkan gambaran mengenai kondisi serta kebutuhan penanganan yang masih diperlukan pemerintah daerah.
Galodo sebelumnya berdampak terhadap permukiman masyarakat, fasilitas pemerintahan dan sejumlah infrastruktur di sekitar aliran Sungai Batang Baliang.
Kementerian PU telah melakukan sejumlah penanganan di kawasan tersebut, mulai dari pemeriksaan bangunan pemerintah, pembersihan fasilitas publik, penanganan jaringan air bersih, akses jalan hingga aliran sungai.
Hingga 25 September 2026, sebanyak 14 bangunan pemerintah di kawasan perkantoran Arosuka telah diperiksa dan ditangani dalam rangka pemulihan pascabencana.
Salah satu perhatian dalam penanganan kawasan Arosuka adalah pengendalian material dari bagian hulu Sungai Batang Baliang. Material yang terbawa arus menjadi salah satu persoalan dalam bencana galodo yang menerjang kawasan tersebut.
Sehari sebelumnya, Selasa (29/9/2026), Dody juga meninjau kawasan Arosuka pada malam hari. Ia melihat kondisi Sungai Batang Baliang setelah hujan sekaligus memantau pekerjaan darurat yang dilakukan jajaran Kementerian PU dan BUMN Karya.
Dalam kunjungan tersebut, Dody menginstruksikan percepatan pembangunan Sabo Dam di bagian hulu sungai. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu langkah mitigasi untuk menahan material agar tidak terbawa arus menuju kawasan hilir.
Penanganan pascagalodo dengan demikian tidak hanya diarahkan pada pemulihan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pengurangan risiko bencana serupa di kemudian hari.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan kondisi terkini wilayah terdampak serta sejumlah kebutuhan penanganan yang masih diperlukan pemerintah daerah. Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang turun langsung melihat kondisi Arosuka.
Menurut pemerintah daerah, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Menteri PU menegaskan bahwa kondisi lapangan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan infrastruktur terdampak. Penanganan mencakup pemulihan infrastruktur sekaligus upaya memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir susulan.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Tanah Datar Eka Putra, perwakilan Kementerian Dalam Negeri Dr. Handayani Ningrum, para kepala balai Kementerian PU se-Sumatera Barat, unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait.
Pemulihan kawasan Arosuka selanjutnya tidak hanya mencakup pembersihan material dan perbaikan fasilitas yang terdampak. Penataan aliran sungai dan pembangunan infrastruktur pengendali material di bagian hulu menjadi bagian penting untuk memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman bencana berikutnya.








![Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0016-75x75.jpg)
