Minggu, 18/10/26 | 10:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Rabu, 30/9/26 | 18:46 WIB

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]
Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]
Padang, Scientia — Denting alat musik tradisional menggema di Taman Budaya Sumatera Barat. Di tengah panggung Pekan Kebudayaan Sumatera Barat (PKSB) 2026, kesenian musik Gondang Boroguang dari Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, tampil membawa bukan sekadar bunyi-bunyian, tetapi aturan adat yang masih dipertahankan hingga kini. Selasa malam, (29/9)

Penampilan kesenian tradisional tersebut disaksikan Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi PKB, Donizar. Ia mengapresiasi para pemain yang tetap menjaga kelestarian Gondang Boroguang di tengah perubahan zaman.

Menurut Donizar, Gondang Boroguang merupakan musik tradisional Nagari Lubuak Gadang yang dimainkan secara berkelompok menggunakan perangkat musik gondang (gendang) dan talempong. Kesenian ini memiliki kedudukan khusus karena tidak dapat dimainkan sembarangan.

“Gondang Boroguang merupakan musik kesenian tradisional Nagari Lubuak Gadang yang turun-temurun. Kesenian ini termasuk kesenian adat yang tidak boleh dimainkan pada waktu sembarangan,” kata Donizar.

BACAJUGA

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

Sabtu, 17/10/26 | 22:07 WIB
Gus Muhaimin Serukan Gerakan Kemanusiaan Karhutla: Jangan Hanya Bergerak Saat Daerah Sendiri Tertimpa Bencana

Gus Muhaimin Serukan Gerakan Kemanusiaan Karhutla: Jangan Hanya Bergerak Saat Daerah Sendiri Tertimpa Bencana

Sabtu, 17/10/26 | 18:36 WIB

Ia menjelaskan, Gondang Boroguang hanya dimainkan dalam momentum tertentu, terutama kegiatan adat tertentu dan hari besar Islam. Di antaranya Idul Fitri, Idul Adha, penyambutan tamu adat atau tamu nagari yang dianggap istimewa, borolek godang atau pesta perkawinan, monjalang, serta kegiatan adat lainnya.

Penggunaan Gondang Boroguang pun tidak semata-mata menjadi kewenangan para pemain. Ada mekanisme adat yang harus dilalui sebelum kesenian tersebut dimainkan.

Menurut Donizar, izin atau musyawarah terlebih dahulu dilakukan bersama Datuak Gompo Alam, Datuak Imang Langik, dan niniak mamak se-Nagari Lubuak Gadang.

“Artinya, Gondang Boroguang bukan sekadar kesenian yang dimainkan untuk hiburan. Ada aturan adat yang mengikat dan menjadi bagian dari penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Khusus untuk acara borolek atau pernikahan, penggunaan Gondang Boroguang memiliki ketentuan lebih spesifik. Kesenian tersebut diperbolehkan dimainkan untuk cucu dan kemenakan Datuak Gompo Alam serta Datuak Imang Langik. Sementara itu, mamak lainnya tidak diperbolehkan menggunakan kesenian tersebut untuk acara serupa.

Meski memiliki aturan adat yang ketat, Gondang Boroguang tetap diberi ruang untuk tampil dalam kegiatan kebudayaan yang lebih luas. Kesenian tersebut pernah ditampilkan dalam berbagai lomba dan festival kesenian tradisional, termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman.

Donizar menilai keberadaan Gondang Boroguang di PKSB 2026 menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang di tengah panggung kebudayaan modern.

Lebih penting lagi, kata dia, keberlanjutan Gondang Boroguang mulai ditopang oleh hadirnya generasi penerus yang mampu memainkan alat musik tersebut.

“Yang menggembirakan, sudah ada generasi-generasi penerus yang bisa memainkan alat musik Gondang Boroguang. Ini menjadi tanda bahwa kesenian tersebut tidak berhenti pada generasi sebelumnya,” katanya.

Bagi Donizar, regenerasi menjadi salah satu kunci agar kesenian tradisional tidak hanya bertahan sebagai peninggalan sejarah, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Ia berharap perhatian terhadap Gondang Boroguang tidak berhenti pada penampilan dalam festival. Pelestarian harus berjalan bersama dengan keberadaan aturan adat, pewarisan pengetahuan, serta keterlibatan generasi muda.

“Insyaallah kesenian musik tradisional Gondang Boroguang ini akan tetap terjaga dan lestari untuk selama-lamanya. Indo lapuak dek hujen, indo lokang dek paneh,” ujar Donizar.(yrp)

Tags: Donizarkesenian musik Gondang BoroguangPasaman
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menteri PU Tinjau Arosuka Pascagalodo, Percepatan Sabo Dam Jadi Perhatian

Berita Sesudah

Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

Berita Terkait

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

Sabtu, 17/10/26 | 22:07 WIB

Sumsel, Scientia - DPP Partai Keangkitan Bangsa (PKB) menyalurkan 132.000 liter air bersih dan 3000 masker kepada warga di Sumatera...

Gus Muhaimin Serukan Gerakan Kemanusiaan Karhutla: Jangan Hanya Bergerak Saat Daerah Sendiri Tertimpa Bencana

Gus Muhaimin Serukan Gerakan Kemanusiaan Karhutla: Jangan Hanya Bergerak Saat Daerah Sendiri Tertimpa Bencana

Sabtu, 17/10/26 | 18:36 WIB

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.Jakarta, Scientia — Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus...

Polres Padang Pariaman Ungkap 199 Kejadian Kejahatan Selama Agustus Hingga Oktober

Polres Padang Pariaman Ungkap 199 Kejadian Kejahatan Selama Agustus Hingga Oktober

Jumat, 16/10/26 | 04:43 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman merilis data kasus perkara yang menjadi perhatian khusus dalam kurun...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto:ist]

Firdaus Instruksikan Kader PKB Cepat Tanggap Bantu Tangani Kabut Asap di Sumbar

Kamis, 15/10/26 | 02:16 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus. Padang, Scientia - Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus menginstruksikan kepada seluruh ketua DPC, anggota...

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Rabu, 14/10/26 | 19:41 WIB

Padang, Scientia - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa (PB), Nur Nadlifah menyoroti pemberdayaan kader perempuan PKB...

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]

Pengurus DPC PKB Padang Dikukuhkan, Yusri Latif: Siap Serap Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 14/10/26 | 15:14 WIB

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. Padang, Scientia — Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota...

Berita Sesudah
Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026