Rabu, 30/9/26 | 19:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Rabu, 30/9/26 | 18:46 WIB

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]
Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]
Padang, Scientia — Denting alat musik tradisional menggema di Taman Budaya Sumatera Barat. Di tengah panggung Pekan Kebudayaan Sumatera Barat (PKSB) 2026, kesenian musik Gondang Boroguang dari Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, tampil membawa bukan sekadar bunyi-bunyian, tetapi aturan adat yang masih dipertahankan hingga kini. Selasa malam, (29/9)

Penampilan kesenian tradisional tersebut disaksikan Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi PKB, Donizar. Ia mengapresiasi para pemain yang tetap menjaga kelestarian Gondang Boroguang di tengah perubahan zaman.

Menurut Donizar, Gondang Boroguang merupakan musik tradisional Nagari Lubuak Gadang yang dimainkan secara berkelompok menggunakan perangkat musik gondang (gendang) dan talempong. Kesenian ini memiliki kedudukan khusus karena tidak dapat dimainkan sembarangan.

“Gondang Boroguang merupakan musik kesenian tradisional Nagari Lubuak Gadang yang turun-temurun. Kesenian ini termasuk kesenian adat yang tidak boleh dimainkan pada waktu sembarangan,” kata Donizar.

BACAJUGA

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Rabu, 30/9/26 | 13:48 WIB
Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Rabu, 30/9/26 | 09:22 WIB

Ia menjelaskan, Gondang Boroguang hanya dimainkan dalam momentum tertentu, terutama kegiatan adat tertentu dan hari besar Islam. Di antaranya Idul Fitri, Idul Adha, penyambutan tamu adat atau tamu nagari yang dianggap istimewa, borolek godang atau pesta perkawinan, monjalang, serta kegiatan adat lainnya.

Penggunaan Gondang Boroguang pun tidak semata-mata menjadi kewenangan para pemain. Ada mekanisme adat yang harus dilalui sebelum kesenian tersebut dimainkan.

Menurut Donizar, izin atau musyawarah terlebih dahulu dilakukan bersama Datuak Gompo Alam, Datuak Imang Langik, dan niniak mamak se-Nagari Lubuak Gadang.

“Artinya, Gondang Boroguang bukan sekadar kesenian yang dimainkan untuk hiburan. Ada aturan adat yang mengikat dan menjadi bagian dari penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Khusus untuk acara borolek atau pernikahan, penggunaan Gondang Boroguang memiliki ketentuan lebih spesifik. Kesenian tersebut diperbolehkan dimainkan untuk cucu dan kemenakan Datuak Gompo Alam serta Datuak Imang Langik. Sementara itu, mamak lainnya tidak diperbolehkan menggunakan kesenian tersebut untuk acara serupa.

Meski memiliki aturan adat yang ketat, Gondang Boroguang tetap diberi ruang untuk tampil dalam kegiatan kebudayaan yang lebih luas. Kesenian tersebut pernah ditampilkan dalam berbagai lomba dan festival kesenian tradisional, termasuk dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman.

Donizar menilai keberadaan Gondang Boroguang di PKSB 2026 menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang di tengah panggung kebudayaan modern.

Lebih penting lagi, kata dia, keberlanjutan Gondang Boroguang mulai ditopang oleh hadirnya generasi penerus yang mampu memainkan alat musik tersebut.

“Yang menggembirakan, sudah ada generasi-generasi penerus yang bisa memainkan alat musik Gondang Boroguang. Ini menjadi tanda bahwa kesenian tersebut tidak berhenti pada generasi sebelumnya,” katanya.

Bagi Donizar, regenerasi menjadi salah satu kunci agar kesenian tradisional tidak hanya bertahan sebagai peninggalan sejarah, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Ia berharap perhatian terhadap Gondang Boroguang tidak berhenti pada penampilan dalam festival. Pelestarian harus berjalan bersama dengan keberadaan aturan adat, pewarisan pengetahuan, serta keterlibatan generasi muda.

“Insyaallah kesenian musik tradisional Gondang Boroguang ini akan tetap terjaga dan lestari untuk selama-lamanya. Indo lapuak dek hujen, indo lokang dek paneh,” ujar Donizar.(yrp)

Tags: Donizarkesenian musik Gondang BoroguangPasaman
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Berita Terkait

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Rabu, 30/9/26 | 13:48 WIB

Arosuka, Scientia.id — Di tengah suasana pemulihan pascabencana yang masih berlangsung, kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir. Salah satunya datang...

Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Rabu, 30/9/26 | 09:22 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Dharmasraya pada Selasa (29/9/2026), setelah beberapa hari belakangan sempat...

Bawaslu Agam Temukan 417 Data Pemilih Perlu Diperbaiki

Bawaslu Agam Temukan 417 Data Pemilih Perlu Diperbaiki

Selasa, 29/9/26 | 15:42 WIB

Lubuk Basung, Scientia — Bawaslu Kabupaten Agam menemukan 417 data pemilih yang perlu diperbaiki selama pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan...

Talempong Uwaik-uwaik hingga Turuk Lagai, Ragam Seni Tradisi Meriahkan PKD Sumbar 2026

Talempong Uwaik-uwaik hingga Turuk Lagai, Ragam Seni Tradisi Meriahkan PKD Sumbar 2026

Senin, 28/9/26 | 21:00 WIB

Padang, Scientia.id - Kesenian Talempong Uwaik-uwaik dari Kabupaten Agam akan menjadi salah satu penampilan dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD)...

Saraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi, dari Upaya Pelestarian Hingga Regenerasi

Saraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi, dari Upaya Pelestarian Hingga Regenerasi

Senin, 28/9/26 | 19:01 WIB

Asisten I Setdaprov Sumbar sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Ahmad Zakri (Tengah) Padang, Scientia.id - Seni tradisional Sumatera Barat...

Gerak Cepat R3P, Wabup Candra: Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu Lama

Gerak Cepat R3P, Wabup Candra: Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu Lama

Senin, 28/9/26 | 18:35 WIB

Arosuka, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang atau galodo...

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peran Sistem Kaderisasi Non Formal PMII sebagai Jawaban Menghadapi Tantangan Zaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026