Pariaman, Scientia — SPPG Pasir, Desa Pauh Barat, Kota Pariaman, telah mendatangi beberapa siswa-siswi MTsN 1 Pariaman yang terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedatangan tersebut disebut sebagai bentuk itikad baik dan tanggung jawab SPPG terhadap para siswa.
Kepala SPPG Pasir, Agung Mahendra, mengatakan pihaknya telah mendatangi siswa terdampak secara langsung ke rumah sakit secara bergantian setiap hari, mulai saat hari kejadian hingga hari ini, Selasa (22/9). Dalam kunjungan itu, pihak SPPG membawa sejumlah buah tangan berupa parcel buah, susu, hingga uang tunai.
“Kami mendatangi masing-masing siswa yang dirawat dengan membawa buah tangan,” ujar Agung saat dihubungi Scientia.id melalui WhatsApp, Selasa, (22/9).
Menurut Agung, kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian SPPG kepada siswa yang mengalami dampak setelah mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan kepada mereka.
Selain memberikan buah tangan, kata dia, SPPG juga menanggung biaya rawat inap siswa yang sempat menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Biaya transportasi untuk kepulangan siswa dari rumah sakit tersebut juga disebut ditanggung oleh yayasan atau SPPG.
“Biaya rawat inap di M. Djamil dan biaya transportasi kepulangan ditanggung oleh yayasan atau SPPG,” katanya.
Agung belum dapat memastikan total biaya yang telah dikeluarkan yayasan atau SPPG untuk penanganan siswa terdampak tersebut.
“Saya tidak mengetahui secara pasti jumlah biaya yang dikeluarkan yayasan,” ujarnya.
Kasus tersebut sebelumnya terjadi setelah 127 siswa MTsN 1 Pariaman mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG pada Senin, (14/9) Sebagian siswa mendapatkan penanganan medis, termasuk beberapa di antaranya yang harus dirujuk ke rumah sakit M. Djamil Padang.(yrp)
![Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0042-120x86.jpg)
![Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0020-120x86.jpg)
![Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0042-350x250.jpg)
![Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0020-350x250.jpg)
![Evakuasi Jenazah Daffi Arrahman setelah ditemukan.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_1730382-350x250.jpg)
![Proses pencarian korban galodo Kecamatan Gunung Talang, Kabuptaen Solok oleh tim SAR. [foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260922-WA0156-350x250.jpg)
![Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260922_142012-350x250.jpg)

