Padang, Scientia — Sebanyak 27 calon Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Kota Padang telah menyelesaikan tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK). Dari puluhan kandidat tersebut, nantinya hanya 11 orang yang akan ditetapkan sebagai Ketua DPAC untuk memimpin struktur partai di tingkat kecamatan.
Penilaian terhadap para calon dilakukan oleh tim penguji yang diutus langsung Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sumatera Barat. Seluruh nama yang telah mengikuti UKK akan dirangking berdasarkan hasil penilaian sebelum ditetapkan menjadi 11 Ketua DPAC.
Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, mengatakan penetapan ketua bukanlah akhir dari proses konsolidasi partai. Justru, setelah terpilih, para ketua DPAC akan menghadapi tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan kemampuan mereka membangun partai di tengah masyarakat.
“Kerahkan semua kemampuan, relasi untuk membawa PKB benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Latif saat penutupan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan UKK calon Ketua DPAC PKB se-Kota Padang. Sabtu, (12/9)
Menurut Latif, kader yang nantinya dipercaya memimpin DPAC tidak boleh menjadikan jabatan sebagai alasan untuk berbangga diri. Ketua DPAC harus menunjukkan kerja nyata, memperkuat struktur organisasi, sekaligus memastikan keberadaan PKB dirasakan masyarakat.
Ia juga meminta para kandidat yang belum mendapat kesempatan sebagai ketua agar tidak melihat hasil seleksi sebagai kegagalan. Sebab, bagi Latif, jabatan struktural bukan tujuan utama kader dalam berpartai.
“Yang utama adalah bagaimana kita bersama-sama membesarkan partai,” katanya.
Latif menilai, posisi DPAC memiliki arti strategis, karena struktur tersebut menjadi bagian partai yang berhadapan langsung dengan masyarakat di tingkat kecamatan. Karena itu, kuat atau tidaknya organisasi di tingkat bawah akan sangat menentukan perjalanan PKB di Kota Padang.
Ia meminta kader tidak sekadar menjalankan rutinitas organisasi, tetapi mampu membaca persoalan yang muncul di tengah masyarakat dan menajadi solusi.
“Tugas utama kader PKB adalah mengubah masalah menjadi solusi,” ujarnya.
Latif menegaskan bahwa prinsip tersebut harus menjadi pegangan setiap kader. PKB, kata Latif, harus hadir bukan hanya ketika membutuhkan dukungan politik, melainkan juga ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian dan keberpihakan.
Karena itu, ia meminta para kader memanfaatkan seluruh kemampuan dan jaringan yang dimiliki untuk memperluas keberadaan partai sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, Latif mengingatkan seluruh kader agar menjaga kekompakan dan soliditas. Menurutnya, perjalanan organisasi politik tidak selalu berjalan mulus. Akan ada berbagai tantangan dan goncangan yang berpotensi menguji konsistensi kader.
“Kita harus tetap kompak dan solid. Dalam perjalanan nanti akan ada goncangan-goncangan yang bisa melemahkan semangat dalam berjuang,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Sumatera Barat sekaligus Ketua Tim Penguji calon Ketua DPAC, Harry Prima, menegaskan bahwa terpilihnya seseorang sebagai Ketua DPAC bukan sekadar mendapatkan posisi dalam struktur organisasi.
Menurut Harry, ketua yang terpilih memiliki pekerjaan panjang setelah proses Musancab selesai. Mereka harus segera melakukan konsolidasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Tugas ketua masih panjang. Harus benar-benar menjalankan tugas. Lakukan konsolidasi, sapa masyarakat,” kata Harry.
Ia mengajak seluruh kader untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan menjadikan hasil Musancab sebagai momentum memperkuat barisan PKB di Kota Padang.(yrp)






