Padang, Scientia — Anggota DPRD Kota Padang, Sumatera Barat, Zalmadi mendorong pembangunan masjid tidak berhenti pada pembangunan fisik. Ia ingin masjid berkembang menjadi pusat pembinaan generasi muda sekaligus penguatan ekonomi umat.
Gagasan itu disampaikan Zalmadi saat menjemput aspirasi pengurus dan anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Kuranji dalam kegiatan reses masa persidangan pertama tahun 2026/2027 di Kantor Camat Kuranji, Sabtu, (5/9).
Menurut Zalmadi, pembangunan masjid semestinya berjalan beriringan dengan pembangunan mental dan ekonomi masyarakat. Masjid yang ramai untuk beribadah, kata dia, perlu didukung dengan program yang mampu melahirkan generasi yang kuat secara spiritual sekaligus mandiri secara ekonomi.
“Jangan hanya membangun masjid secara fisik. Kita juga harus membangun mental generasi muda dan ekonomi umat,” kata Zalmadi.
Politikus Fraksi PKB DPRD Kota Padang itu mengatakan masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Pengurus masjid dan DMI dinilai dapat mengembangkan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan umat, terutama pendidikan, pembinaan generasi muda, serta kegiatan ekonomi produktif.
Zalmadi menilai potensi ekonomi umat sebenarnya cukup besar. Persoalannya, potensi tersebut belum seluruhnya dikelola secara terarah dan terintegrasi melalui lembaga-lembaga keumatan.
“Kalau potensi ekonomi umat dikelola dengan baik, insyaallah umat akan makmur. Jadi yang makmur bukan hanya masjidnya, tetapi juga ekonominya,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Padang, Zalmadi mengatakan aspirasi yang disampaikan pengurus DMI dalam reses tersebut menjadi bahan untuk melihat kebutuhan masyarakat secara lebih konkret. Menurut dia, pembangunan sarana keagamaan perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan masyarakat secara menyeluruh.
Ia juga mendorong DMI Kecamatan Kuranji agar memperkuat peran masjid sebagai ruang pembinaan generasi muda. Masjid, kata dia, harus mampu menjadi tempat yang menarik bagi anak-anak dan remaja untuk belajar agama, berkegiatan, serta mengembangkan potensi mereka.
Dengan pendekatan itu, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan reses tersebut dihadiri Ketua Harian DMI Kota Padang Syahrial Nadir, Sekretaris Kecamatan Kuranji Miftahur Rahmah, dan Ketua DMI Kecamatan Kuranji Chandra Eka Putra.
Ketua Harian DMI Kota Padang, Syahrial Nadir, mengapresiasi pelaksanaan reses Zalmadi yang secara khusus melibatkan pengurus dan anggota DMI Kecamatan Kuranji.
Menurut Syahrial, forum tersebut penting karena memberikan ruang bagi pengurus DMI untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kebutuhan dalam pengelolaan masjid kepada wakil rakyat.
“Kami mengapresiasi kegiatan reses yang dilakukan Pak Zalmadi bersama pengurus dan anggota DMI,” kata Syahrial.
Ia berharap komunikasi antara DMI dan DPRD Kota Padang dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi pengurus masjid dapat memperoleh perhatian dalam kebijakan pemerintah daerah.
Bagi Zalmadi, penguatan fungsi masjid menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat dari tingkat paling dekat. Ia menilai pembangunan fisik masjid tetap penting, tetapi manfaatnya akan lebih besar jika diikuti pembinaan umat yang berkelanjutan.
Dengan demikian, masjid diharapkan tidak hanya menjadi bangunan yang megah, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.(yrp)









