![Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Yusri Latif. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/05/image_big_673dbb1961382.jpg)
Menurut Latif, program pembangunan fasilitas sanitasi bagi pesantren tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan di Kota Padang.
“Program ini sangat baik karena menyentuh kebutuhan dasar pesantren. Kami di DPC PKB Kota Padang akan berkoordinasi dengan DPW PKB Sumatera Barat, DPP PKB, serta Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) agar pondok-pondok pesantren di Kota Padang dapat masuk dalam daftar penerima manfaat,” kata Yusri Latif di Padang.
Program 10.000 MCK untuk pondok pesantren diluncurkan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kualitas lingkungan pesantren melalui penyediaan fasilitas sanitasi yang layak.
Latif mengatakan, masih terdapat pesantren yang menghadapi keterbatasan sarana sanitasi. Kondisi itu, menurut dia, perlu menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan para santri dalam menempuh pendidikan.
“Pesantren telah menjadi pusat pendidikan karakter dan keagamaan. Karena itu, fasilitas dasar seperti MCK juga harus memenuhi standar kesehatan. Jangan sampai jumlah santri terus bertambah, tetapi sarana sanitasinya tidak berkembang,” ujarnya.
Sebagai kader PKB, Yusri mengaku siap mendata pondok pesantren yang membutuhkan bantuan pembangunan MCK. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengusulkan pesantren-pesantren di Kota Padang agar memperoleh bantuan melalui program nasional tersebut.
“Kami ingin program ini benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan membangun komunikasi dengan pengasuh pesantren agar kebutuhan di lapangan dapat dipetakan secara objektif,” katanya.
Dalam peluncuran program, Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan sanitasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas lingkungan tempat para santri menuntut ilmu.
“Kita tahu pangkal kemajuan itu adalah ilmu. Kita tahu mencari ilmu itu di pesantren. Kita tahu syarat mendapatkan ilmu adalah sehat, dan syarat sehat adalah lingkungan yang baik. Yang paling pokok adalah bagaimana MCK dipenuhi dengan standar yang memadai,” ujar Muhaimin.
Ia mengungkapkan masih banyak pondok pesantren yang memiliki jumlah MCK tidak sebanding dengan jumlah santri. Bahkan, kata dia, terdapat pesantren yang menampung ribuan santri tetapi hanya memiliki puluhan unit MCK.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen perjuangan PKB.
Bagi Latif, komitmen tersebut harus diwujudkan hingga tingkat daerah melalui langkah konkret. Ia berharap pondok-pondok pesantren di Kota Padang dapat memperoleh kesempatan menjadi penerima Program 10.000 MCK sehingga kualitas sanitasi, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan belajar santri semakin meningkat.
“Kalau pesantren memiliki lingkungan yang sehat, proses pendidikan juga akan semakin berkualitas. Itulah yang ingin kita perjuangkan agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh pesantren di Kota Padang,” kata Latif.(yrp)









