Minggu, 26/7/26 | 22:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumbar Dipercepat, Rp455 Miliar Digelontorkan untuk Pemulihan Pertanian

Jumat, 17/4/26 | 20:03 WIB

Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi ribuan hektare lahan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah setelah bencana menyebabkan kerusakan lahan dalam skala besar.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Barat, Afniwirman, mengatakan percepatan rehabilitasi menjadi perhatian serius pemerintah daerah seiring dukungan dan arahan dari Kementerian Pertanian.

“Kami menyambut baik arahan Bapak Menteri sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan lahan pertanian di Sumatera Barat. Saat ini, proses rehabilitasi sedang berjalan dan terus kami dorong agar lebih cepat,” kata Afniwirman di Padang, Jumat, 17 April 2026.

Data pemerintah provinsi menunjukkan dampak bencana terhadap sektor pertanian cukup besar. Sebanyak 2.802 hektare sawah mengalami kerusakan ringan, 1.100 hektare rusak sedang, 2.540,69 hektare rusak berat, dan 730,97 hektare lahan sawah dinyatakan hilang.

BACAJUGA

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Sabtu, 25/7/26 | 14:49 WIB
Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Jumat, 24/7/26 | 17:29 WIB

Menurut Afniwirman, rehabilitasi tidak sekadar membersihkan material yang menimbun lahan. Pemerintah juga harus memulihkan fungsi lahan secara menyeluruh, termasuk normalisasi sedimentasi, perbaikan jaringan irigasi, hingga pengembalian kondisi tanah agar kembali layak ditanami.

“Di beberapa lokasi, sawah tertimbun material cukup tebal dan jaringan irigasi mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat penanganan harus dilakukan bertahap dan membutuhkan ketelitian teknis,” ujarnya.

Selain tantangan teknis, proses rehabilitasi juga harus melalui berbagai tahapan administrasi. Mulai dari pendataan dan verifikasi lahan terdampak, verifikasi calon petani dan calon lokasi, penyusunan rencana teknis, hingga pencairan anggaran kepada kelompok tani penerima bantuan.

Afniwirman menegaskan seluruh proses tersebut diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

“Kita ingin memastikan proses penanganan ini tidak hanya baik dalam pelaksanaan, tetapi juga aman dari segi pertanggungjawaban keuangan,” katanya.

Untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di Sumbar, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp455 miliar. Dana tersebut digunakan tidak hanya untuk rehabilitasi lahan sawah, tetapi juga pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta penyediaan bantuan benih berbagai komoditas seperti padi, jagung, dan kakao.

“Perlu digarisbawahi bahwa anggaran Rp455 miliar itu merupakan total bantuan sektor pertanian untuk Sumbar, bukan hanya untuk pemulihan lahan sawah,” ujar Afniwirman.

Ia menyebut progres pelaksanaan program di lapangan terus bergerak. Untuk program optimalisasi lahan pascabencana seluas 2.802 hektare, sebagian besar lokasi telah memasuki tahap kontrak dan pencairan anggaran.

Sementara itu, program rehabilitasi sawah dengan target 1.100 hektare telah menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total target tersebut, 861 hektare telah berkontrak dan 794 hektare sudah memasuki tahap pencairan dana.

“Bahkan di Kabupaten Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Kota Pariaman, realisasi pencairan anggaran rehabilitasi lahan sudah mencapai 100 persen,” kata Afniwirman.

Untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi, Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten dan kota melakukan sejumlah langkah, antara lain mempercepat koordinasi lintas sektor, mempercepat verifikasi lokasi prioritas, mengoptimalkan penggunaan alat dan sumber daya lapangan, serta memperkuat pendampingan kepada kelompok tani.

Menurut Afniwirman, langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan sehingga lahan yang terdampak bencana segera kembali produktif.

“Kami terus memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tahapan berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek teknis di lapangan. Targetnya, seluruh bantuan tersalurkan sesegera mungkin sehingga lahan yang terdampak bisa kembali produktif,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan seluruh proses rehabilitasi dapat dituntaskan dalam waktu dekat. Pemulihan lahan pertanian dinilai penting untuk menjaga produksi pangan daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.(yrp)

Tags: AdpsbRehabilitasi Sawah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

Berita Sesudah

Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

Berita Terkait

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Sabtu, 25/7/26 | 14:49 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Pemerintah Kota Bukittinggi dan DPRD Kota Bukittinggi akhirnya menyegel komitmen bersama untuk menyempurnakan regulasi perpajakan daerah. Lewat...

Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Jumat, 24/7/26 | 17:29 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Kemunculan seekor buaya di tepi Sungai Batang Lago menggegerkan masyarakat Nagari Silago, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya,...

Polres Dharmasraya Selidiki Kematian Karyawan PT DSL di Area Mesin Konveyor

Polres Dharmasraya Selidiki Kematian Karyawan PT DSL di Area Mesin Konveyor

Jumat, 24/7/26 | 17:10 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Polres Dharmasraya tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa meninggalnya seorang karyawan PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL) yang terjadi...

Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

Jumat, 24/7/26 | 15:11 WIB

Gambar Ilustrasi (Foto: Ist) Dharmasraya, Scientia.id — Kecelakaan kerja maut menimpa seorang karyawan asal Pulau Mainan di Kabupaten Dharmasraya. Korban...

PKB Matangkan Konsolidasi, Pengurus dan Legislator Sumbar Ikuti Bimtek Nasional

PKB Matangkan Konsolidasi, Pengurus dan Legislator Sumbar Ikuti Bimtek Nasional

Kamis, 23/7/26 | 23:57 WIB

Jakarta, Scientia – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sumatera Barat bersama anggota...

Bawaslu Agam Ajak Pelajar Tolak Politik Uang, Ingatkan Bibit Korupsi Berawal dari Pemilu

Bawaslu Agam Ajak Pelajar Tolak Politik Uang, Ingatkan Bibit Korupsi Berawal dari Pemilu

Kamis, 23/7/26 | 23:34 WIB

Agam, Scientia – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam mengingatkan generasi muda agar menolak politik uang sejak dini. Lembaga pengawas...

Berita Sesudah
Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

POPULER

  • Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Luncurkan Program Smart Surau untuk Makmurkan Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026