Kamis, 11/6/26 | 14:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumbar Dipercepat, Rp455 Miliar Digelontorkan untuk Pemulihan Pertanian

Jumat, 17/4/26 | 20:03 WIB

Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi ribuan hektare lahan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah setelah bencana menyebabkan kerusakan lahan dalam skala besar.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Barat, Afniwirman, mengatakan percepatan rehabilitasi menjadi perhatian serius pemerintah daerah seiring dukungan dan arahan dari Kementerian Pertanian.

“Kami menyambut baik arahan Bapak Menteri sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan lahan pertanian di Sumatera Barat. Saat ini, proses rehabilitasi sedang berjalan dan terus kami dorong agar lebih cepat,” kata Afniwirman di Padang, Jumat, 17 April 2026.

Data pemerintah provinsi menunjukkan dampak bencana terhadap sektor pertanian cukup besar. Sebanyak 2.802 hektare sawah mengalami kerusakan ringan, 1.100 hektare rusak sedang, 2.540,69 hektare rusak berat, dan 730,97 hektare lahan sawah dinyatakan hilang.

BACAJUGA

Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Kamis, 11/6/26 | 07:20 WIB
Bupati Dharmasraya Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari

Bupati Dharmasraya Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari

Rabu, 10/6/26 | 19:00 WIB

Menurut Afniwirman, rehabilitasi tidak sekadar membersihkan material yang menimbun lahan. Pemerintah juga harus memulihkan fungsi lahan secara menyeluruh, termasuk normalisasi sedimentasi, perbaikan jaringan irigasi, hingga pengembalian kondisi tanah agar kembali layak ditanami.

“Di beberapa lokasi, sawah tertimbun material cukup tebal dan jaringan irigasi mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat penanganan harus dilakukan bertahap dan membutuhkan ketelitian teknis,” ujarnya.

Selain tantangan teknis, proses rehabilitasi juga harus melalui berbagai tahapan administrasi. Mulai dari pendataan dan verifikasi lahan terdampak, verifikasi calon petani dan calon lokasi, penyusunan rencana teknis, hingga pencairan anggaran kepada kelompok tani penerima bantuan.

Afniwirman menegaskan seluruh proses tersebut diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

“Kita ingin memastikan proses penanganan ini tidak hanya baik dalam pelaksanaan, tetapi juga aman dari segi pertanggungjawaban keuangan,” katanya.

Untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di Sumbar, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp455 miliar. Dana tersebut digunakan tidak hanya untuk rehabilitasi lahan sawah, tetapi juga pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta penyediaan bantuan benih berbagai komoditas seperti padi, jagung, dan kakao.

“Perlu digarisbawahi bahwa anggaran Rp455 miliar itu merupakan total bantuan sektor pertanian untuk Sumbar, bukan hanya untuk pemulihan lahan sawah,” ujar Afniwirman.

Ia menyebut progres pelaksanaan program di lapangan terus bergerak. Untuk program optimalisasi lahan pascabencana seluas 2.802 hektare, sebagian besar lokasi telah memasuki tahap kontrak dan pencairan anggaran.

Sementara itu, program rehabilitasi sawah dengan target 1.100 hektare telah menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total target tersebut, 861 hektare telah berkontrak dan 794 hektare sudah memasuki tahap pencairan dana.

“Bahkan di Kabupaten Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Kota Pariaman, realisasi pencairan anggaran rehabilitasi lahan sudah mencapai 100 persen,” kata Afniwirman.

Untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi, Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten dan kota melakukan sejumlah langkah, antara lain mempercepat koordinasi lintas sektor, mempercepat verifikasi lokasi prioritas, mengoptimalkan penggunaan alat dan sumber daya lapangan, serta memperkuat pendampingan kepada kelompok tani.

Menurut Afniwirman, langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan sehingga lahan yang terdampak bencana segera kembali produktif.

“Kami terus memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tahapan berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek teknis di lapangan. Targetnya, seluruh bantuan tersalurkan sesegera mungkin sehingga lahan yang terdampak bisa kembali produktif,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan seluruh proses rehabilitasi dapat dituntaskan dalam waktu dekat. Pemulihan lahan pertanian dinilai penting untuk menjaga produksi pangan daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.(yrp)

Tags: AdpsbRehabilitasi Sawah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

Berita Sesudah

Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

Berita Terkait

Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

Kamis, 11/6/26 | 07:20 WIB

Padang, Scientia — Keterlibatan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, sebagai Master Campaign atau pimpinan tim pemenangan calon Ketua Umum...

Bupati Dharmasraya Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari

Bupati Dharmasraya Hadiri Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari

Rabu, 10/6/26 | 19:00 WIB

Dharmasraya, Scientia.id - Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menghadiri kegiatan Ziarah Amanah Silek Pingian Rantau Batanghari yang diikuti keluarga besar...

PKC PMII Sumbar Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Kolaboratif dan Responsif terhadap Tantangan Zaman

PKC PMII Sumbar Resmi Dilantik, Siap Perkuat Gerakan Kolaboratif dan Responsif terhadap Tantangan Zaman

Rabu, 10/6/26 | 18:51 WIB

Padang, Scientia.id - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Barat masa khidmat 2026-2028 resmi dilantik dalam...

Pemerintah Kota Padang berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2025, Kota Padang sukses menduduki peringkat pertama dengan nilai indeks Reformasi Birokrasi (RB) tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, yakni sebesar 87,31.

Kota Padang Meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar

Selasa, 09/6/26 | 19:29 WIB

Pemerintah Kota Padang berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk tahun 2025, Kota Padang...

PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

Senin, 08/6/26 | 21:25 WIB

Satgas PKH saat menyegel lahan kawasan hutan yang di kelola oleh PT Selago Makmur Plantation (PT SMP) di Nagari Bonjol...

Operasi Patuh Singgalang 2026 di Pariaman Ditunda, Polisi Tunggu Instruksi Mabes

Operasi Patuh Singgalang 2026 di Pariaman Ditunda, Polisi Tunggu Instruksi Mabes

Senin, 08/6/26 | 17:49 WIB

Pariaman, Scientia — Pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 21 Juni di Kota Pariaman...

Berita Sesudah
Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

POPULER

  • Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

    Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Operasi Patuh Singgalang 2026 di Pariaman Ditunda, Polisi Tunggu Instruksi Mabes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026