Selasa, 16/6/26 | 23:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumbar Dipercepat, Rp455 Miliar Digelontorkan untuk Pemulihan Pertanian

Jumat, 17/4/26 | 20:03 WIB

Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi ribuan hektare lahan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah setelah bencana menyebabkan kerusakan lahan dalam skala besar.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Barat, Afniwirman, mengatakan percepatan rehabilitasi menjadi perhatian serius pemerintah daerah seiring dukungan dan arahan dari Kementerian Pertanian.

“Kami menyambut baik arahan Bapak Menteri sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan lahan pertanian di Sumatera Barat. Saat ini, proses rehabilitasi sedang berjalan dan terus kami dorong agar lebih cepat,” kata Afniwirman di Padang, Jumat, 17 April 2026.

Data pemerintah provinsi menunjukkan dampak bencana terhadap sektor pertanian cukup besar. Sebanyak 2.802 hektare sawah mengalami kerusakan ringan, 1.100 hektare rusak sedang, 2.540,69 hektare rusak berat, dan 730,97 hektare lahan sawah dinyatakan hilang.

BACAJUGA

DPRD   Padang Gelar  Sidang Paripurna Pandangan Fraksi, Perubahan Propemperda, dan PKUA dan PPAS

DPRD Padang Gelar Sidang Paripurna Pandangan Fraksi, Perubahan Propemperda, dan PKUA dan PPAS

Selasa, 16/6/26 | 13:16 WIB
Yusri Latif Kembali Pimpin PKB Padang: Incar 6 Kursi DPRD dan Wali Kota

Yusri Latif Serukan Semangat Hijrah untuk Membangun Kota Padang

Selasa, 16/6/26 | 11:58 WIB

Menurut Afniwirman, rehabilitasi tidak sekadar membersihkan material yang menimbun lahan. Pemerintah juga harus memulihkan fungsi lahan secara menyeluruh, termasuk normalisasi sedimentasi, perbaikan jaringan irigasi, hingga pengembalian kondisi tanah agar kembali layak ditanami.

“Di beberapa lokasi, sawah tertimbun material cukup tebal dan jaringan irigasi mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat penanganan harus dilakukan bertahap dan membutuhkan ketelitian teknis,” ujarnya.

Selain tantangan teknis, proses rehabilitasi juga harus melalui berbagai tahapan administrasi. Mulai dari pendataan dan verifikasi lahan terdampak, verifikasi calon petani dan calon lokasi, penyusunan rencana teknis, hingga pencairan anggaran kepada kelompok tani penerima bantuan.

Afniwirman menegaskan seluruh proses tersebut diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

“Kita ingin memastikan proses penanganan ini tidak hanya baik dalam pelaksanaan, tetapi juga aman dari segi pertanggungjawaban keuangan,” katanya.

Untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di Sumbar, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp455 miliar. Dana tersebut digunakan tidak hanya untuk rehabilitasi lahan sawah, tetapi juga pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta penyediaan bantuan benih berbagai komoditas seperti padi, jagung, dan kakao.

“Perlu digarisbawahi bahwa anggaran Rp455 miliar itu merupakan total bantuan sektor pertanian untuk Sumbar, bukan hanya untuk pemulihan lahan sawah,” ujar Afniwirman.

Ia menyebut progres pelaksanaan program di lapangan terus bergerak. Untuk program optimalisasi lahan pascabencana seluas 2.802 hektare, sebagian besar lokasi telah memasuki tahap kontrak dan pencairan anggaran.

Sementara itu, program rehabilitasi sawah dengan target 1.100 hektare telah menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total target tersebut, 861 hektare telah berkontrak dan 794 hektare sudah memasuki tahap pencairan dana.

“Bahkan di Kabupaten Solok, Kota Padang, Tanah Datar, dan Kota Pariaman, realisasi pencairan anggaran rehabilitasi lahan sudah mencapai 100 persen,” kata Afniwirman.

Untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi, Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten dan kota melakukan sejumlah langkah, antara lain mempercepat koordinasi lintas sektor, mempercepat verifikasi lokasi prioritas, mengoptimalkan penggunaan alat dan sumber daya lapangan, serta memperkuat pendampingan kepada kelompok tani.

Menurut Afniwirman, langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan sehingga lahan yang terdampak bencana segera kembali produktif.

“Kami terus memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh tahapan berjalan lebih cepat tanpa mengabaikan aspek teknis di lapangan. Targetnya, seluruh bantuan tersalurkan sesegera mungkin sehingga lahan yang terdampak bisa kembali produktif,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan seluruh proses rehabilitasi dapat dituntaskan dalam waktu dekat. Pemulihan lahan pertanian dinilai penting untuk menjaga produksi pangan daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.(yrp)

Tags: AdpsbRehabilitasi Sawah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

Berita Sesudah

Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

Berita Terkait

DPRD   Padang Gelar  Sidang Paripurna Pandangan Fraksi, Perubahan Propemperda, dan PKUA dan PPAS

DPRD Padang Gelar Sidang Paripurna Pandangan Fraksi, Perubahan Propemperda, dan PKUA dan PPAS

Selasa, 16/6/26 | 13:16 WIB

Ketua DPRD Kota Padang Muaharlion menerima laporan bersama Wakil Ketua DPRD Padang Mastilizal Aye dan Jufri yang di saksikan Walikota...

Yusri Latif Kembali Pimpin PKB Padang: Incar 6 Kursi DPRD dan Wali Kota

Yusri Latif Serukan Semangat Hijrah untuk Membangun Kota Padang

Selasa, 16/6/26 | 11:58 WIB

Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Padang, Yusri Latif, mengajak masyarakat menjadikan peringatan...

Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pengembangan delapan pasar satelit, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

Pemko Padang Perkuat Pengembangan Delapan Pasar Satelit

Selasa, 16/6/26 | 11:54 WIB

  Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pengembangan delapan pasar satelit, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah. Padang, Scientia----...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

Firdaus: Tahun Baru Islam Harus Jadi Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial

Selasa, 16/6/26 | 11:50 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mengajak...

Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kualitas layanan kebersihan , sebagai bagian dari upaya membangun ruang publik yang sehat, nyaman, dan layak huni.

Pemko Padang Terus Tingkatkan Kualitas Layanan Kebersihan

Selasa, 16/6/26 | 11:45 WIB

        Pemerintah Kota Padang terus memperkuat kualitas layanan kebersihan , sebagai bagian dari upaya membangun ruang publik...

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, menutup kegiatan Pelatihan dan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, di Bumi Perkemahan ABG, Lubuk Minturun, Minggu (14/6).

Wawako Padang Resmi Tutup Pelatihan dan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang Tahun 2026

Selasa, 16/6/26 | 11:36 WIB

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, menutup kegiatan Pelatihan dan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang Tahun 2026 yang...

Berita Sesudah
Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

Sinergi Dua Srikandi Dharmasraya di Momen Ultah Leli Arni ke-68

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Sepakat Inovasi Pemprov Sumbar Tingkatkan Layanan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pendokumentasian” dan Cultural Tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026