
Kata kali dikenal secara umum di dalam bidang matematika atau kegiatan berhitung, seperti dua dikali dua sama dengan empat. Kata kali selalu dikelompokkan bersama dengan istilah hitungan lainnya, yaitu tambah, kurang, dan bagi. Kata tambah, kurang, bagi, dan kali memiliki makna yang berbeda sehingga penggunaannya pun juga berbeda di dalam kegiatan berhitung. Kata tambah membuat suatu benda atau hal menjadi lebih banyak dari sebelumnya, kata kurang membuat suatu hal atau benda menjadi lebih sedikit dari sebelumnya, kata bagi membuat suatu hal atau benda menjadi terpisah beberapa bagian, dan kata kali membuat suatu hal atau benda menjadi lebih banyak dengan kelipatan pengulangan yang sama.
Dari cakupan konteks pada intinya, kita menyadari bahwa kata-kata tersebut memiliki makna yang sama, baik saat digunakan di dalam bidang matematika maupun di dalam kehidupan yang lebih luas. Kita bisa mengamati contoh-contoh kalimat berikut:
- Dia membuat kegiatan promosi yang sangat menarik. Oleh karena itu, pemesanan produknya menjadi tambah
- Pekerjaannya menjadi berkurang karena sudah ada asisten yang membantunya dengan baik.
- Saya mencuci pakaian tiga kali dalam seminggu.
- Dia tidak fokus bekerja karena pikirannya terbagi ke berbagai hal yang selama ini membuatnya pusing dan resah.
Dari empat kata hitungan tersebut, pada edisi Klinik Bahasa Scientia kali ini, kita akan fokus pada kata kali yang penggunaannya sering terdengar di dalam kehidupan sehari-hari. Kata kali di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki empat makna yang sesuai dengan pembahasan saat ini. Sesungguhnya, di dalam KBBI, kata kali memiliki lebih dari empat makna, tetapi konteksnya berbeda dengan pembahasan yang sedang dipaparkan saat ini. Oleh sebab itu, kita hanya akan fokus pada empat makna yang sesuai dengan topik Klinik Bahasa Scientia saat ini yang ada di dalam KBBI, yaitu:
- n kata untuk menyatakan kekerapan tindakan
- n kata untuk menyatakan kelipatan atau perbandingan (ukuran, harga, dan sebagainya)
- n kata untuk menyatakan salah satu waktu terjadinya peristiwa yang merupakan bagian dari rangkaian peristiwa yang pernah dan masih akan terus terjadi
- n kata untuk menyatakan perbanyakan atau penggandaan
Berdasarkan paparan makna yang dikutip dari KBBI tersebut, kita akan mulai penjabaran ini dengan pembahasan yang pertama, yaitu frasa kali ini. Kita sudah menyadari bahwa kata kali memiliki pengulangan atau penggandaan (seperti yang tertera juga di dalam KBBI). Dengan demikian, pengguna bahasa Indonesia juga mengenal frasa kali ini yang maknanya mirip dengan saat ini. Akan tetapi, kata kali ini lebih mengusung makna bahwa peristiwa, kejadian, atau hal yang dimaksud sudah sering terjadi dan mungkin juga akan terjadi lagi, tetapi momen yang ditunjuk adalah momen yang sedang berlangsung sekarang (terkini), oleh sebab itu disebut kali ini. Kita bisa mengambil contoh acara konser peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun. Sebelum tahun 2026, acara itu sudah berlangsung dari sekian tahun yang lalu dan juga akan terus dilaksanakan hingga tahun-tahun berikutnya.
Akan tetapi, untuk acara konser peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2026 ini bisa diganti dengan frasa kali ini karena momen yang dituju adalah momen yang sedang berlangsung (atau pada waktu yang berdekatan dengan keberlansungannya). Contoh kalimat yang berkaitan dengan situasi ini adalah piadato pembukaan acara konser peringatan hari kemerdekaan Indonesia, “Saya berharap acara kali ini bisa berlangsung dengan lancar dan semua masyarakat bisa ikut merasakan kebahagiaan ini bersama”. Kata kali ini di dalam situasi ini bermakna “acara konser peringatan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2026 (dengan pemahaman bahwa tahun-tahun sebelumnya acara ini juga sudah ada dan tahun-tahun mendatang juga akan diadakan)”. Contoh lain penggunaan kata kali ini adalah:
- Acara kali ini benar-benar seru dan meriah.
- Dalam edisi Klinik Bahasa Scientia kali ini, kita akan membahas tentang penggunaan kata ulang di dalam bahasa Indonesia.
- Kali ini, ia tidak menangis lagi saat berpisah dengan orang tuanya. Ia sudah terbiasa untuk merantau dan tinggal mandiri di kota lain demi mencapai cita-citanya.
- Masakanmu kali ini sangat enak.
- Banjir yang melanda kota kali ini benar-benar memberi dampak dan kerugian yang sangat besar.
Setelah membahas frasa kali ini, kita akan masuk ke pembahasan yang kedua yaitu frasa pertama kali dan terakhir kali. Kata pertama dan terakhir berkaitan dengan urutan, yang keduanya memiliki makna yang berlawanan. Frasa-frasa yang menggunakan kata pertama yang sering terdengar seperti anak pertama, hari pertama, semester pertama, tahun pertama, wisuda pertama, pacar pertama, mobil pertama, dan liburan pertama. Frasa-frasa yang menggunakan kata terakhir yang sering terdengar seperti anak terakhir, hari terakhir, pertunjukkan terakhir, film terakhir, jam terakhir, dan tahun terakhir.
Kata pertama dan terakhir menunjukkan bahwa posisi ini hanya dimiliki oleh sesuatu atau seseorang itu saja. Misalnya di dalam kalimat Maya adalah anak pertama, menunjukkan bahwa Maya adalah satu-satunya anak yang duluan lahir daripada adik-adiknya. Posisi anak pertama tidak dimiliki oleh dua orang. Hal ini juga berlaku untuk kata terakhir seperti di dalam kalimat Bus terakhir hari ini pukul 21.00. Kita tahu bahwa bus akan beroperasi setiap hari, akan tetapi bus terakhir hari ini, hanya dimiliki oleh pukul 21.00 saja. Artinya, setelah pukul 21.00, bus tidak beroperasi lagi pada hari itu. Cakupan makna kata pertama dan terakhir menjadi lebih luas ketika ditambah dengan kata kali, yaitu pertama kali dan terakhir kali. Kata pertama kali dan terakhir kali tetap mengusung makna “pengulangan”, tetapi posisi yang dimaksud adalah posisi yang pertama dan terakhir di dalam urutan pengulangan tersebut. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimatnya:
- Sepertinya, saya bertemu dengan dia terakhir kali adalah minggu lalu.
- Kapan terakhir kali kamu minum kopi?
- Kapan terakhir kali kamu menghubungi orang tuamu?
- Saya ingin pergi ke pantai. Rasanya sudah lama tidak pergi ke pantai. Seingat saya, terakhir kali pergi ke pantai sekitar 5 bulan yang lalu.
Kata terakhir kali menunjukkan bahwa itu adalah posisi yang bersifat temporal (sementara) karena ada kemungkinan bisa terulang lagi di kemudian hari (namun hingga hari ini atau saat itu, posisi itulah yang menjadi terakhir). Oleh sebab itu, posisi yang benar-benar pasti terakhir tidak bisa ditambah dengan kata kali, seperti anak terakhir (tidak ada anak terakhir kali karena bukan pengulangan) atau tahun terakhir (tidak bisa tahun terakhir kali karena bukan pengulangan). Hal yang serupa juga berlaku untuk kata pertama kali. Kata pertama menunjukkan posisi paling duluan, tetapi berikutnya akan ada pengulangan peristiwa atau kejadian yang sama. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimatnya:
- Pertama kali datang ke kota ini, saya dijemput oleh kakak saya di terminal itu. (Hal ini menunjukkan bahwa peristiwa kedatangan ke kota itu terjadi lagi di kemudian harinya)
- Ini adalah pertama kali saya mencoba membuat kimchi. Semoga rasanya enak.
- Kapan pertama kali kalian bertemu?
- Rasa sakit dan kecewa ini bukanlah yang pertama kali dirasakannya.
Setelah membahas frasa pertama kali dan terakhir kali, kita akan masuk ke pembahasan yang ketiga yaitu kata atau frasa berkali-kali, beberapa kali, dan setiap kali. Di dalam tiga kata ini, makna pengulangan tetap menjadi konteks utama saat mengusung kata kali di dalamnya. Kata berkali-kali dan frasa beberapa kali juga memiliki makna “pengulangan” tetapi dengan jumlah yang tidak diketahui. Akan tetapi, dua kata ini dibedakan dengan konteks kuantitasnya. Kata berkali-kali menunjukkan kuantitas yang lebih banyak atau lebih sering daripada frasa beberapa kali. Hal ini sesuai dengan makna kata beberapa yang ada di dalam KBBI yaitu “jumlah yang tidak tentu banyaknya (bilangan lebih dari dua, tetapi tidak banyak). Berikut ini adalah contoh penggunaan kata berkali-kali dan frasa beberapa kali:
- Saya sudah berkali-kali menelepon dia, tetapi dia tidak pernah menjawabnya.
- Saya pernah makan di restoran itu beberapa kali.
- Kami sudah berkali-kali melakukan latihan, tetapi dia tetap lupa dengan gerakannya.
- Dia sudah berwisata ke Korea Selatan beberapa kali. Oleh karena itu, dia sudah tahu cara menggunakan transportasi umum di sana.
Sejalan dengan kata berkali-kali dan frasa beberapa kali, kita akan masuk ke pembahasan terakhir, yaitu setiap kali. Frasa setiap kali memiliki perbedaan sendiri dibandingkan kata berkali-kali dan frasa beberapa kali. Frasa setiap kali menunjukkan momen pengulangan dengan situasi yang sama persis (bukan tentang urutan atau kuantitasnya). Frasa setiap kali memiliki konteks kejadian yang berulang dengan situasi yang sama (bukan tentang urutannya). Berikut ini adalah contoh kalimatnya:
- Setiap kali saya melihat panggilan telepon darinya, saya selalu berpikir sesuatu yang buruk sedang terjadi padanya.
- Dia selalu menangis setiap kali melihat foto mendiang nenek dan kakeknya.
- Aku merasa lebih tenang ketika mengobrol dengan ibuku setiap kali aku memiliki masalah.
Inilah keunikan kata kali ketika digunakan di luar bidang matematikan atau di luar kegiatan berhitung. Konteks semacam ini tidak dimiliki oleh kata tambah, kurang, dan bagi. Semoga pemaparan edisi Klinik Bahasa Scientia kali ini bermanfaat untuk semua pembaca.






