![Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.[foto : sci yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_63532.jpg)
“Kita semua adalah politisi, itu fakta. Tetapi PKB tidak cukup dipimpin oleh politisi biasa. Politisi fokus pada kontestasi, sementara negarawan fokus pada kesejahteraan,” kata Halim.
Menurut dia, kader PKB harus terus meningkatkan kapasitas diri. Kemenangan dalam kontestasi pemilu, kata Halim, merupakan kewajiban politik bagi kader, bukan semata ambisi pribadi. Tujuannya agar nilai dan gagasan partai dapat diwujudkan dalam pembangunan.
“Bagi PKB, politik dan kekuasaan bukan tujuan, melainkan alat. Tujuan politik PKB adalah kesejahteraan,” ujarnya.
Halim juga menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke tingkat bawah. Ia menilai, kemenangan PKB tidak bisa hanya mengandalkan elit, tetapi harus ditopang oleh struktur yang hidup, tertata, dan hadir di tengah persoalan masyarakat.
“PKB tidak bisa menang hanya dengan elit yang aktif. Struktur harus hidup sampai ke bawah, hadir di tengah rakyat, dan menjadi solusi atas persoalan mereka,” kata dia.
Ia menegaskan, penataan organisasi menjadi fokus serius PKB saat ini. Struktur partai, menurutnya, bukan sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan kekuatan ideologi yang menentukan arah gerak partai.
“Bagi PKB, struktur adalah kekuatan ideologi, bukan sekadar formalitas,” ucapnya.
Melalui Muscab yang digelar serentak se-Sumatera Barat, Halim berharap lahir kepemimpinan yang berkualitas dan struktur partai yang semakin solid. Muscab, kata dia, menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyiapkan kemenangan pada kontestasi politik mendatang.
“Melalui Muscab ini kita ingin menghadirkan pemimpin yang berkualitas dan struktur yang kuat,” kata Halim. (yrp)








