Bukittinggi, Scientia – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerahnya segera beralih ke pemasaran digital. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar yang selama ini masih terbatas pada transaksi tatap muka.
Dorongan tersebut disampaikan Mahyeldi saat meninjau aktivitas pedagang di Pasar Ateh, Kota Bukittinggi, pada hari ketiga Idulfitri 1447 Hijriah, Senin, (23/3). Dalam kunjungannya, ia menemukan sebagian besar pedagang masih mengandalkan penjualan langsung di toko.
“Ke depan, UMKM perlu memanfaatkan platform digital agar jangkauan pemasaran tidak hanya terbatas pada pengunjung yang datang langsung,” kata Mahyeldi.
Menurut dia, digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Dengan memanfaatkan teknologi, UMKM dinilai dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk dari luar daerah.
“Kalau UMKM kita sudah go digital, maka pasar akan semakin luas dan peluang peningkatan pendapatan juga semakin besar,” ujar Mahyeldi.
Temuan di lapangan menunjukkan peluang tersebut masih terbuka lebar. Salah satu pedagang bordir di Pasar Ateh, Reni, mengaku sebagian besar pembelinya berasal dari luar daerah, terutama saat momen libur Lebaran. Namun, ia belum memanfaatkan platform digital secara optimal.
“Kalau pembeli, rata-rata dari luar daerah, Pak,” kata Reni saat berdialog dengan gubernur.
Ia mengatakan penjualan produknya, seperti mukena, masih mengandalkan transaksi langsung di toko. Promosi digital yang dilakukan pun masih terbatas.
“Kami belum jual di marketplace, Pak. Paling hanya lewat WhatsApp saja untuk pelanggan tetap. Jadi mayoritas pelanggan kami adalah pembeli yang datang langsung ke toko,” ujarnya.
Kondisi tersebut mencerminkan masih kuatnya pola pemasaran konvensional di kalangan UMKM, meski potensi pasar digital terus berkembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai percepatan transformasi digital menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Mahyeldi mengatakan pemerintah daerah akan terus memperkuat program pembinaan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan ekosistem digital. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.
“Transformasi ini penting agar UMKM kita tidak tertinggal dan mampu bersaing di era ekonomi digital,” kata dia.(yrp)









