Senin, 23/3/26 | 00:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB

Jakarta, Scientia.id – Kasus kanker kolorektal yang kian banyak menyerang usia muda kini mendapat sorotan baru dari dunia medis. Pola makan modern, khususnya tingginya konsumsi makanan ultraolahan atau ultraprocessed foods (UPF), disebut berperan besar dalam munculnya lesi prakanker pada usus, terutama pada perempuan di bawah usia 50 tahun.

Temuan ini berasal dari riset jangka panjang yang dilakukan peneliti Harvard Medical School bersama Mass General Brigham. Studi tersebut dipublikasikan di jurnal JAMA Oncology dan memberikan penjelasan ilmiah atas meningkatnya kanker usus besar pada generasi muda, fenomena yang paling banyak terlihat di negara berpendapatan tinggi.

Mengutip Harvard Gazette, para peneliti menelaah pola makan serta hasil pemeriksaan endoskopi hampir 30 ribu perempuan selama periode 24 tahun. Hasilnya menunjukkan hubungan yang konsisten antara konsumsi UPF dan terbentuknya adenoma, yakni polip pada usus yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Perempuan dengan asupan UPF tertinggi tercatat memiliki risiko hingga 45 persen lebih besar mengalami kondisi tersebut.

BACAJUGA

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB
“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Profesor Andrew Chan dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa peningkatan risiko ini bersifat bertahap dan sejalan dengan jumlah UPF yang dikonsumsi. Semakin sering makanan ultraolahan dikonsumsi, semakin besar peluang terbentuknya polip di saluran pencernaan.

UPF sendiri mencakup berbagai makanan siap saji yang umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta bahan tambahan sintetis. Data dari Nurses’ Health Study II menunjukkan rata-rata partisipan memperoleh sekitar 35 persen kebutuhan kalori harian mereka dari jenis makanan ini. Risiko tertinggi ditemukan pada kelompok yang mengonsumsi sekitar 10 porsi UPF per hari.

Menariknya, hubungan tersebut tetap kuat meski peneliti telah memperhitungkan faktor lain seperti indeks massa tubuh, diabetes tipe 2, hingga rendahnya konsumsi serat. Hal ini memperkuat dugaan bahwa UPF memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan usus.

Meski demikian, Chan menegaskan bahwa pola makan bukan satu-satunya pemicu kanker kolorektal usia dini. Dalam praktik klinis, masih ditemukan pasien muda dengan gaya hidup sehat yang tetap mengalami kanker usus. Namun, hasil penelitian ini menegaskan pembatasan UPF sebagai langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut.

Baca Juga: Kasus Campak Berhasil Diturunkan, Wali Kota Bukittinggi Apresiasi Kerja Tim Kesehatan

Para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi peringatan dini sekaligus dasar kebijakan kesehatan publik, mengingat tren kanker kolorektal onset dini terus meningkat secara global. (*)

Tags: KesehatanTips
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Agam Gandeng MAN 5 Agam

Berita Sesudah

Diduga Usai Santap MBG, Ibu dan Anak di Dharmasraya Alami Diare dan Pusing

Berita Terkait

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB

Kalau Anda masih ngerjain tugas kantor pakai cara tahun lalu, bersiaplah ketinggalan kereta. Ini rahasia agar posisi Anda aman permanen...

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Karyawan paling berharga bukan mereka yang ngerjain semuanya, tapi mereka yang tahu kapan harus bilang 'cukup'. Ini cara menetapkan boundaries...

Meraih Ketenangan Hati: Panduan Digital Detox Saat Ramadan

Meraih Ketenangan Hati: Panduan Digital Detox Saat Ramadan

Selasa, 10/3/26 | 12:40 WIB

Padang, Scientia - Bulan Ramadan adalah momen spesial untuk mencari ketenangan batin. Kita semua menantikan waktu ini untuk merefleksikan diri....

Inspirasi Menu Buka Puasa Enak: Dari Takjil Manis Hingga Lauk Gurih

Inspirasi Menu Buka Puasa Enak: Dari Takjil Manis Hingga Lauk Gurih

Selasa, 10/3/26 | 11:54 WIB

Padang, Scientia - Momen berbuka puasa tentu menjadi waktu yang paling kita nanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Oleh...

Kebanyakan Minum Air Putih Merusak Ginjal? ini Kata Pakar Kesehatan

Awas! Kurang Minum Saat Puasa Bisa Ganggu Kesehatan

Sabtu, 28/2/26 | 11:12 WIB

water from jug pouring into glass on wooden table outdoors Jakarta, Scientia.id - Kurang minum air saat puasa bisa berdampak...

Perut Buncit (Foto: Ist)

Hempas Mudah Perut Buncit, Ini Caranya

Rabu, 04/2/26 | 15:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Lemak yang menumpuk di perut tidak selalu terlihat dari luar. Justru lemak yang tersembunyi di sekitar organ...

Berita Sesudah
Diduga Usai Santap MBG, Ibu dan Anak di Dharmasraya Alami Diare dan Pusing

Diduga Usai Santap MBG, Ibu dan Anak di Dharmasraya Alami Diare dan Pusing

POPULER

  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lantik Komandan Resimen (Menwa) Pagaruyuang Sumbar Membina Generasi Muda yang Tangguh, Berkarakter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Berikan 30 Paket Sembako Pada Anak Yatim di Mesjid Raya Al-Munawwarah Surau Gadang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Terima Bantuan Sembako dari Perbanas Untuk Korban Terdampak Bencana Hidrometeorologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026