Kamis, 14/5/26 | 06:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB

Jakarta, Scientia.id – Kasus kanker kolorektal yang kian banyak menyerang usia muda kini mendapat sorotan baru dari dunia medis. Pola makan modern, khususnya tingginya konsumsi makanan ultraolahan atau ultraprocessed foods (UPF), disebut berperan besar dalam munculnya lesi prakanker pada usus, terutama pada perempuan di bawah usia 50 tahun.

Temuan ini berasal dari riset jangka panjang yang dilakukan peneliti Harvard Medical School bersama Mass General Brigham. Studi tersebut dipublikasikan di jurnal JAMA Oncology dan memberikan penjelasan ilmiah atas meningkatnya kanker usus besar pada generasi muda, fenomena yang paling banyak terlihat di negara berpendapatan tinggi.

Mengutip Harvard Gazette, para peneliti menelaah pola makan serta hasil pemeriksaan endoskopi hampir 30 ribu perempuan selama periode 24 tahun. Hasilnya menunjukkan hubungan yang konsisten antara konsumsi UPF dan terbentuknya adenoma, yakni polip pada usus yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Perempuan dengan asupan UPF tertinggi tercatat memiliki risiko hingga 45 persen lebih besar mengalami kondisi tersebut.

BACAJUGA

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB
Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Profesor Andrew Chan dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa peningkatan risiko ini bersifat bertahap dan sejalan dengan jumlah UPF yang dikonsumsi. Semakin sering makanan ultraolahan dikonsumsi, semakin besar peluang terbentuknya polip di saluran pencernaan.

UPF sendiri mencakup berbagai makanan siap saji yang umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta bahan tambahan sintetis. Data dari Nurses’ Health Study II menunjukkan rata-rata partisipan memperoleh sekitar 35 persen kebutuhan kalori harian mereka dari jenis makanan ini. Risiko tertinggi ditemukan pada kelompok yang mengonsumsi sekitar 10 porsi UPF per hari.

Menariknya, hubungan tersebut tetap kuat meski peneliti telah memperhitungkan faktor lain seperti indeks massa tubuh, diabetes tipe 2, hingga rendahnya konsumsi serat. Hal ini memperkuat dugaan bahwa UPF memiliki dampak tersendiri terhadap kesehatan usus.

Meski demikian, Chan menegaskan bahwa pola makan bukan satu-satunya pemicu kanker kolorektal usia dini. Dalam praktik klinis, masih ditemukan pasien muda dengan gaya hidup sehat yang tetap mengalami kanker usus. Namun, hasil penelitian ini menegaskan pembatasan UPF sebagai langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut.

Baca Juga: Kasus Campak Berhasil Diturunkan, Wali Kota Bukittinggi Apresiasi Kerja Tim Kesehatan

Para peneliti berharap temuan ini dapat menjadi peringatan dini sekaligus dasar kebijakan kesehatan publik, mengingat tren kanker kolorektal onset dini terus meningkat secara global. (*)

Tags: KesehatanTips
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Agam Gandeng MAN 5 Agam

Berita Sesudah

Diduga Usai Santap MBG, Ibu dan Anak di Dharmasraya Alami Diare dan Pusing

Berita Terkait

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB

Padang, Scientia.id - Kesehatan gigi seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, terutama ketika lubang kecil yang muncul belum menimbulkan rasa...

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Padang, Scientia.id – Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa air minum dalam kemasan galon sudah pasti terjamin kebersihannya. Namun, sering kali...

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Selasa, 07/4/26 | 08:49 WIB

Masyarakat yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah akibat musibah, kelalaian, atau bencana alam kini tidak perlu merasa panik Pemerintah telah...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Kekuatan Otot Jadi Indikator Umur Panjang, Ini Temuan Studi Terbaru

Kamis, 02/4/26 | 10:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap bahwa kekuatan otot dapat menjadi indikator sederhana untuk...

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB

Kalau Anda masih ngerjain tugas kantor pakai cara tahun lalu, bersiaplah ketinggalan kereta. Ini rahasia agar posisi Anda aman permanen...

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Karyawan paling berharga bukan mereka yang ngerjain semuanya, tapi mereka yang tahu kapan harus bilang 'cukup'. Ini cara menetapkan boundaries...

Berita Sesudah
Diduga Usai Santap MBG, Ibu dan Anak di Dharmasraya Alami Diare dan Pusing

Diduga Usai Santap MBG, Ibu dan Anak di Dharmasraya Alami Diare dan Pusing

POPULER

  • Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Utama Perumda AM Hendra Pebrizal bersama Kajari Padang Koswara, dan disaksikan Wali Kota Padang Fadly Amran, di ZHM Premiere Hotel, Selasa (12/5/2026).

    Wali Kota Padang Tegaskan Dirut PDAM Bekerja Secara Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Terima Kunjungan Konjen India Peluang Beasiswa Pelajar Kota Padang yang Ingin berkuliah di India

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026