Minggu, 28/6/26 | 05:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Kasus Dugaan Bunuh Diri Siswa SD, Alarm Kegagalan Kolektif Lindungi Anak

Kamis, 05/2/26 | 05:40 WIB

Padang, Scientia.id – Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Barat, M. Yusuf Rahman menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar di kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya.

Menurut Yusuf, peristiwa tersebut bukan sekadar tragedi personal, melainkan peringatan keras bagi seluruh elemen bangsa tentang rapuhnya sistem perlindungan anak, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan minim pendamping psikososial.

“Peristiwa ini adalah alarm kemanusiaan. Ketika seorang anak di usia 10 tahun merasa hidupnya terlalu berat untuk dijalani, maka yang gagal bukan hanya keluarganya, tetapi kita semua sebagai bangsa,” ujar Yusuf pada Scientia.id, Kamis (5/2).

BACAJUGA

Perolehan Suara PKB di Padang Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Unand

Perolehan Suara PKB di Padang Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Unand

Minggu, 28/6/26 | 01:08 WIB
Aktivisme Sosial ke Panggung Politik: Jejak Firdaus dan Model Kepemimpinan Berbasis Pengabdian

Firdaus: Pilwana Usai, Saatnya Wali Nagari Terpilih Rangkul Semua Warga

Minggu, 28/6/26 | 00:54 WIB

Yusuf menilai, kasus ini menunjukkan bahwa kemiskinan tidak hanya berdampak pada aspek material, tetapi juga menekan kondisi mental dan emosional anak. Yusuf menegaskan bahwa pendidikan yang diklaim sebagai hak dasar belum sepenuhnya hadir secara bermartabat bagi seluruh anak Indonesia.

“Kita sering bicara pendidikan sebagai hak, tetapi fakta di lapangan menunjukkan masih ada anak yang merasa putus asa hanya karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah yang paling dasar. Ini ironi yang menyakitkan,” kata Yusuf.

Yusuf menambahkan, sepucuk surat yang ditinggalkan korban menunjukkan bahwa suara dan beban batin anak kerap luput dari perhatian lingkungan sekitar. Ia menilai perlindungan anak tidak cukup hanya melalui kebijakan administratif, tetapi membutuhkan kehadiran nyata dan empati kolektif.

“Anak-anak tidak selalu mampu mengungkapkan luka batinnya dengan kata-kata. Tugas orang dewasa, termasuk negara dan masyarakat, adalah peka membaca tanda-tanda itu sebelum terlambat,” ujar Yusuf.

Selain itu, Yusuf menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial di sekitarnya. Menurutnya, tragedi ini harus menjadi panggilan moral bagi mahasiswa untuk lebih peka dan terlibat aktif dalam isu-isu kemasyarakatan.

“Mahasiswa tidak boleh hanya sibuk dengan ruang akademik. Kita harus melek terhadap realitas sosial di sekitar kita, karena di sanalah pengabdian itu menemukan maknanya,” Kata Yusuf.

Ia menegaskan bahwa organisasi kemanusiaan termasuk PMII, memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk hadir di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dari keluarga miskin.

“Organisasi kemahasiswaan harus hadir bukan hanya saat demonstrasi atau agenda formal, tetapi juga dalam bentuk pendampingan sosial, edukasi dan advokasi. Itulah salah satu wujud nyata pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap, kematian anak SD di NTT tidak berlalu sebagai berita duka semata, tetapi menjadi momentum refleksi bersama bagi negara, masyarakat dan generasi muda untuk memperkuat pedulian serta keberpihakan kepada anak-anak.

Baca Juga: Pimpin PKC PMII Sumbar, Yusuf Rahman Tekankan Kebersamaan

“Jika mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan mampu hadir lebih awal, lebih peka, dan lebih peduli, maka kita bisa mencegah tragedi- tragedi serupa terulang. Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dengan harapan bukan dengan ketakutan,” pungkasnya (Tmi)

Tags: PKC PMII SumbarPMII Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kunjungi Kemenko PMK, Bupati Dharmasraya Tekankan Akselerasi Program Pendidikan

Berita Sesudah

Puluhan Siswa Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Sungai Rumbai

Berita Terkait

Perolehan Suara PKB di Padang Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Unand

Perolehan Suara PKB di Padang Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Unand

Minggu, 28/6/26 | 01:08 WIB

Padang, Scientia – Peningkatan perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sumatera Barat, khusunyaKota Padang menjadi perhatian di kalangan akademisi....

Aktivisme Sosial ke Panggung Politik: Jejak Firdaus dan Model Kepemimpinan Berbasis Pengabdian

Firdaus: Pilwana Usai, Saatnya Wali Nagari Terpilih Rangkul Semua Warga

Minggu, 28/6/26 | 00:54 WIB

Padang Pariaman, Scientia – Anggota DPRD Sumatera Barat Daerah Pemilihan (Dapil) II, Firdaus, mengucapkan selamat kepada para wali nagari yang...

Fraksi PKB-UMMAT Minta Pemko Padang Percepat Belanja, Waspadai SiLPA

Fraksi PKB-UMMAT Minta Pemko Padang Percepat Belanja, Waspadai SiLPA

Sabtu, 27/6/26 | 13:00 WIB

Padang, Scientia – Fraksi PKB-UMMAT DPRD Kota Padang menyetujui Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara...

Firdaus: Pilwana Momentum Menentukan Arah Pembangunan Nagari

Jelang Pemungutan Suara, Firdaus Minta Warga Jaga Kondusivitas dan Tolak Politik Uang

Jumat, 26/6/26 | 21:37 WIB

Padang Pariaman, Scientia – Anggota DPRD Sumatera Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Firdaus, mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif...

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Selasa, 23/6/26 | 18:35 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Dharmasraya atas upaya penyelesaian konflik antara...

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Selasa, 23/6/26 | 17:46 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyerahkan bantuan paket permakanan tahap II Ibu hamil dan ibu menyusui di...

Berita Sesudah
Puluhan Siswa Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Sungai Rumbai

Puluhan Siswa Keracunan, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Sungai Rumbai

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Pemungutan Suara, Firdaus Minta Warga Jaga Kondusivitas dan Tolak Politik Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fraksi PKB-UMMAT Minta Pemko Padang Percepat Belanja, Waspadai SiLPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pilwana Usai, Saatnya Wali Nagari Terpilih Rangkul Semua Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026