![Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) se-Indonesia di Kawasan Pacenongan, Jakarta. Selasa, (3/2) [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/02/Pelantikan-Firdaus-scaled-e1770147107564.jpeg)
Kepengurusan DPW PKB Sumatera Barat yang dilantik yaitu, Firdaus sebagai Ketua, Donizar sebagai Sekretaris, dan Sultan Alif Baloen sebagai Bendahara. Sementara struktur Dewan Syuro DPW PKB Sumbar dipimpin KH. M. N. Abdullah sebagai Ketua Dewan Syuro dan Idarussalam sebagai Sekretaris Dewan Syuro.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dalam arahannya menegaskan bahwa pengurus wilayah memegang peran strategis karena kompetisi Pemilu 2029 akan berlangsung dengan peta dan tantangan yang jauh berbeda. Menurutnya, perubahan sosial, ekonomi, dan geopolitik global menuntut partai politik bekerja lebih adaptif dan progresif.
Muhaimin menyebutkan bahwa perubahan tidak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga global. Geopolitik dunia yang berubah cepat, pergeseran kerja sama internasional, serta ketimpangan pengelolaan sumber daya menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan strategi berdikari.
“Tidak ada pilihan lain selain berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Muhaimin. Ia menegaskan, kemandirian hanya bisa diwujudkan melalui pemahaman ideologi dan konstitusi, keadilan pengelolaan sumber daya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Muhaimin juga menekankan bahwa ketimpangan penguasaan sumber daya merupakan ancaman besar bagi keadilan sosial. Karena itu, PKB harus hadir sebagai kekuatan politik yang berpihak kepada rakyat dan berkomitmen pada nilai kemanusiaan yang berakar dari tradisi Nahdlatul Ulama.
Menanggapi arahan Ketua Umum, Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus, menegaskan komitmennya untuk memegang teguh serta menjalankan pesan dan garis perjuangan partai secara konsisten di tingkat daerah.
Firdaus menyatakan bahwa DPW PKB Sumatera Barat akan fokus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah, sekaligus menyiapkan kader yang adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, Sumatera Barat memiliki potensi besar yang harus dikelola dengan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Kami siap menjalankan arahan Ketua Umum untuk bekerja sungguh-sungguh, disiplin, dan kolaboratif. PKB Sumbar harus hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan keadilan sumber daya, serta menyiapkan kader-kader terbaik menghadapi Pemilu 2029,” kata Firdaus.
Ia menegaskan bahwa pengurus DPW PKB Sumatera Barat tidak hanya menargetkan kemenangan elektoral, tetapi juga berkomitmen mencetak pemimpin-pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Firdaus juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus partai, legislator, dan kepala daerah dari PKB agar program dan perjuangan partai berjalan efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pesan Ketua Umum menjadi pegangan kami. DPW PKB Sumbar akan bekerja memperkuat basis kultural, membangun komunikasi dengan konstituen, dan memastikan PKB tetap relevan dengan kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Pelantikan DPW PKB Sumatera Barat masa bakti 2026–2031 ini menjadi momentum penguatan organisasi dan konsolidasi politik PKB di daerah, seiring upaya partai menyiapkan diri menghadapi Pemilu 2029 di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. (yrp)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/FB_IMG_1723701517807_1-120x86.jpg)

![Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/02/Cak-Imin-350x250.jpeg)





