Jumat, 25/9/26 | 19:41 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Sandria Milka Ratna Sari dan Malam Panjang Galodo Palembayan

Rabu, 17/12/25 | 07:25 WIB

Agam, Scientia.id – Tidak ada hujan deras, tidak pula tanda alam yang mencurigakan pada sore di Kampung Pili, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Aktivitas warga berjalan seperti biasa, hingga sebuah kabar darurat datang lewat sambungan telepon dari Kampung Tangah. Galodo dilaporkan melaju dari hulu, dan warga diminta menyelamatkan diri secepat mungkin.

Sandria Milka Ratna Sari mengaku semula sulit mempercayai kabar tersebut. Namun kepanikan segera menyebar ketika suara arus lumpur mulai terdengar dari kejauhan.

“Telepon itu singkat, tapi nadanya serius. Kami langsung panik karena katanya galodo sudah turun,” ujar Sandria saat menceritakan kembali peristiwa tersebut.

BACAJUGA

Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

Kamis, 24/9/26 | 21:47 WIB
Foto bersama klub sepak bola 212 usai juarai liga PHRI 2026.[foto:ist]

212 Football Club Juarai Liga PHRI 2026

Rabu, 23/9/26 | 20:25 WIB

Bersama keluarga dan warga sekitar, Sandria berusaha mengungsi ke arah Kampung Chaniago. Namun kecepatan galodo melampaui kemampuan mereka untuk menyelamatkan diri. Arus lumpur semakin deras, sementara kedua orang tua Sandria sempat tertahan karena mencoba mengamankan mobil.

“Orang tua saya masih berharap mobil bisa diselamatkan, tapi arus sudah terlalu kuat,” katanya.

Situasi semakin genting ketika sebuah tiang listrik roboh dan menutup akses jalan. Tidak ada pilihan lain selain kembali ke arah kampung. Dalam kepanikan, Sandria dan keluarganya masuk ke rumah kerabat terdekat dan naik ke loteng untuk mencari tempat paling aman.

Di saat itulah listrik dan jaringan komunikasi terputus. Gelap menyelimuti malam, hanya tersisa suara galodo yang terus bergemuruh.

“Kami benar-benar terisolasi. Tidak tahu kondisi di luar, tidak tahu siapa yang selamat,” tutur Sandria.

Loteng rumah menjadi ruang sempit tempat bertahan hidup. Dari celah-celah kayu, Sandria melihat lumpur menggenang hingga setinggi pinggang orang dewasa. Bangunan di sekitar rumah satu per satu runtuh dan hanyut, menyisakan puing-puing yang terseret arus.

Berjam-jam mereka bertahan dalam ketakutan, hingga menjelang tengah malam terdengar suara warga yang selamat menyusuri kampung dengan senter, memanggil nama-nama keluarga. Sandria segera memberi tanda keberadaan mereka dari dalam rumah.

“Kami teriak sekuat mungkin, berharap ada yang dengar. Itu momen paling menegangkan,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung sulit karena lumpur masih tebal dan arus belum sepenuhnya surut. Namun akhirnya Sandria dan keluarganya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Tak satu pun harta benda tersisa. Rumah-rumah di Kampung Pili hancur diterjang galodo. Lebih dari itu, duka mendalam menyelimuti keluarga Sandria. Dari kalangan dunsanaknya, 15 orang menjadi korban. Sebanyak 12 orang ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Bagi Sandria, malam galodo Palembayan bukan hanya kisah selamat dari bencana, tetapi pengalaman traumatis yang akan selalu melekat.

“Kami hidup, tapi kehilangan banyak orang dan tempat pulang. Luka ini tidak akan hilang begitu saja,” katanya lirih.

Baca Juga: Abdurrachman Syafiq dan Detik-detik yang Menguji Nyawa di Banjir Bandang Palembayan

Peristiwa tersebut menjadi pengingat keras bahwa wilayah rawan bencana membutuhkan sistem peringatan dan mitigasi yang lebih serius, agar keselamatan warga tidak lagi bergantung pada kabar mendadak dan keberuntungan semata. (tmi)

Tags: AgamGalodo Salareh Aia Timur
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Firdaus Bersama IKA PMII Sumbar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Salareh Aia Timur

Berita Sesudah

Wali Kota Bukittinggi Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Malalak Timur dan Padang Pariaman

Berita Terkait

Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

Kamis, 24/9/26 | 21:47 WIB

Arosuka, Scientia.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Solok mengapresiasi langkah cepat Telkomsel membantu memulihkan akses komunikasi di kawasan...

Foto bersama klub sepak bola 212 usai juarai liga PHRI 2026.[foto:ist]

212 Football Club Juarai Liga PHRI 2026

Rabu, 23/9/26 | 20:25 WIB

Foto bersama klub sepak bola 212 usai juarai liga PHRI 2026.Padang Pariaman, Scientia — Klub Sepakbola 212 menutup perjalanan mereka...

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Rabu, 23/9/26 | 00:32 WIB

Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Padang, Yusri Latif melaksanakan Sekolah Kader Perubahan (SKP)...

Puluhan Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Tidak di Lokasi

Tanggungjawab SPPG terhadap Siwa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG: Jenguk Korban dan Tanggung Biaya Perawatan

Selasa, 22/9/26 | 20:02 WIB

Pariaman, Scientia — SPPG Pasir, Desa Pauh Barat, Kota Pariaman, telah mendatangi beberapa siswa-siswi MTsN 1 Pariaman yang terdampak dugaan...

Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]

Wabup Solok Minta Warga Tak Sebarkan Foto Korban Galodo: Duka Dunsanak Kita Bukan Konten

Selasa, 22/9/26 | 17:51 WIB

Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.Arosuka, Scientia — Wakil Bupati Solok...

Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)[foto:ist]

Pemkab Solok Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Selasa, 22/9/26 | 17:43 WIB

Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)Solok, Scientia — Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status Tanggap Darurat Bencana...

Berita Sesudah
Wali Kota Bukittinggi Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Malalak Timur dan Padang Pariaman

Wali Kota Bukittinggi Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Malalak Timur dan Padang Pariaman

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanggungjawab SPPG terhadap Siwa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG: Jenguk Korban dan Tanggung Biaya Perawatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Galodo, Daffi Arrahman Ditemukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026