Sabtu, 25/4/26 | 17:50 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Kata Penghubung Sebab Akibat

Minggu, 12/10/25 | 10:25 WIB
Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Tamu di Busan University of Foreign Studies Korea Selatan)

Setiap bahasa memiliki kata penghubung (dalam istilah bahasa disebut konjungsi), termasuk bahasa Indonesia. Berbagai kata penghubung digunakan untuk membuat gabungan klausa atau kalimat menjadi kesatuan yang utuh. Karena bahasa digunakan di berbagai situasi di dalam kehidupan manusia, tentunya kata penghubung yang dipakai juga harus sesuai dengan konteks yang dibutuhkan oleh kalimat atau tuturan tersebut. Oleh sebab itu, setiap bahasa memiliki banyak kata penghubung agar bisa disesuaikan dengan berbagai situasi. Di dalam kaidah bahasa Indonesia, ada banyak jenis kata penghubung dan fungsinya, seperti kata penghubung untuk menyatakan persamaan, perbedaan, pertentangan, dan kesimpulan. Akan tetapi, di dalam edisi Klinik Bahasa Scientia kali ini, kita hanya akan membahas salah satu jenis kata penghubung yaitu, sebab akibat.

Dari nama jenisnya, kita sudah bisa mengetahui bahwa kata penghubung yang berkaitan dengan jenis ini adalah kata atau frasa yang menjelaskan adanya sebab atau akibat dari klausa atau kalimat yang digabungkan. Oleh sebab itu, dari jenis kata penghubung sebab akibat, terdapat beberapa klasifikasi kata penghubung, yaitu berkaitan dengan sayarat, alasan, akibat, dan tujuan. Mari kita bahas secara lebih mendalam.

Kata penghubung sebab akibat yang pertama dibahas adalah kata penghubung yang berkaitan dengan adanya ‘syarat’. Kata penghubung sebab akibat tentang “syarat” ini menggabungkan klausa atau kalimat yang menjadi “syarat” dengan klausa atau kalimat yang menjadi tindakan dari sebabnya syarat tersebut. Beberapa kata penghubung yang bisa digunakan adalah kalau, jika, dan apabila. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaannya di dalam kalimat:

  1. Saya akan memaafkannya kalau dia datang ke sini dan mengakui semua kesalahannya.
  2. Kalau dia datang ke sini dan mengakui semua kesalahannya, saya akan memaafkannya.
  3. Saya tidak akan mengambil keputusan ini kalau dia tidak melakukan banyak hal yang merugikan kita.
  4. Kalau dia tidak melakukan banyak hal yang merugikan kita, saya tidak akan mengambil keputusan ini.
  5. Kami akan mendaki bukit jika cuaca cerah dan tidak terlalu panas.
  6. Jika cuaca cerah dan tidak terlalu panas, kami akan mendaki bukit.
  7. Saya akan membeli rumah yang besar jika saya memiliki banyak uang.
  8. Jika saya memiliki banyak uang, saya akan membeli rumah yang besar.
  9. Saya akan segera mengurus surat itu apabila dia bersedia menjadi perwakilan kita.
  10. Apabila dia bersedia menjadi perwakilan kita, saya akan segera mengurus surat itu.
  11. Pembangunan gedung ini tidak akan tertunda apabila pemerintah bisa menangani kasus tersebut dengan cepat.
  12. Apabila pemerintah bisa menangani kasus tersebut dengan cepat, pembangunan gedung ini tidak akan tertunda.  

Frasa atau kalimat yang diawali dengan kata penghubung tersebut berlaku sebagai anak kalimat yang mempengaruhi tindakan dari induk kalimatnya. Oleh sebab itu, ketika anak kalimat tersebut ditulis mendahului induk kalimatnya, harus dipisah dengan tanda baca koma. Tindakan-tindakan yang menjadi induk kalimat adalah tindakan-tindakan yang terlaksana karena adanya syarat-syarat dari anak kalimatnya.

BACAJUGA

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB

Kata penghubung sebab akibat yang kedua adalah kata penghubung yang berkaitan dengan “alasan”. Beberapa kata penghubung yang bisa digunakan di dalam konteks ini adalah karena, sebab, berkat, dan gara-gara. Kalimat yang digabungkan dengan kata penghubung ini lebih memfokuskan informasi mengenai alasan dari kejadian yang ada di dalam kalimat induknya (kalimat utamanya). Akan tetapi, di dalam contoh kata penghubung yang telah dituliskan, yaitu karena, berkat, dan gara-gara, juga terdapat konteks yang berbeda. Kata penghubung karena cenderung dipakai untuk alasan yang biasa (situasi normal). Kata penghubung berkat cenderung digunakan untuk hal yang lebih positif, sedangkan kata penghubung gara-gara cenderung digunakan dalam konteks yang negatif. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaannya:

  1. Paket itu tertunda selama seminggu karena terjadi banjir di beberapa daerah.
  2. Kami tidak bisa datang ke sana karena hujan sangat deras.
  3. Semua orang memakai masker kembali sebab kabut asap yang tebal.
  4. Dia mengambil jurusan ini sebab terinspirasi dari ibunya.
  5. Saya bisa berbahasa Arab dengan lancar berkat bantuan beliau.
  6. Berkat dia, saya bisa berbahasa Arab dengan lancar.
  7. Kami bisa menggunakan semua fasilitas ini berkat bantuan beliau.
  8. Berkat bantuan beliau, kami bisa menggunakan semua fasilitas ini.
  9. Adik saya menangis gara-gara temannya yang nakal.
  10. Saya tidak ingin datang lagi ke sana gara-gara peristiwa masa lalu yang sulit saya lupakan.

Kata penghubung sebab akibat yang ketiga berkaitan dengan akibat. Jika sebelumnya fokus pada alasan, kata penghubung jenis ini lebih fokus pada akibatnya. Beberapa kata penghubung yang bisa digunakan di dalam konteks ini adalah oleh sebab itu, oleh karena itu, dengan demikian, sehubungan dengan itu, sehingga, akibatnya, dan maka. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaannya:

  1. Akhir-akhir ini, jumlah pemakaian mobil pribadi semakin banyak di Kota Padang. Oleh sebab itu¸ pemerintah berupaya untuk memperlebar jalan di beberapa lokasi tertentu.
  2. Setelah melihat hasil analisis kurangnya minat baca generasi muda, pemerinta berusaha untuk meningkatkannya kembali. Oleh sebab itu, pemerintah dan guru-guru di sekolah dasar membuat beberapa program untuk menunjang tujuan tersebut.
  3. Akhir-akhir ini, banjir terus melanda sampai ke pusat kota. Oleh karena itu, pemerintah menutup beberapa jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.
  4. Setiap perilaku anak bisa dibentuk dari awal kelahirannya. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran yang kuat agar bisa menjadi contoh yang baik bagi setiap anak.
  5. Minggu depan kita akan merayakan Idulfitri. Dengan demikian, kami menghimbau bapak-bapak dan ibu-ibu Kompleks Perumahan Alam Indah II untuk dapat bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar kita pada hari Minggu.
  6. Seminar tersebut akan dilaksanakan selama 3 hari. Sehubungan dengan itu, saya memohon izin karena tidak bisa dapat menghadiri kelas selama pelaksanaan seminar.
  7. Kejadian tersebut berlangsung sangat lama sehingga sampai hari ini dia sulit untuk melupakannya.
  8. Pemerintah kota tidak bergerak cepat untuk memperbaiki jalan yang rusak. Akibatnya, segala kegiatan masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut menjadi terhambat.
  9. Sehubungan dengan berbagai hal yang telah tejadi dan banyaknya kerugian dari tindakan tersebut, maka kami berpikir akan segera memprosesnya di kepolisian.

Kata penghubung sebab akibat yang keempat adalah kata penghubung yang berkaitan dengan “tujuan”. Beberapa kata penghubung yang bisa digunakan di dalam konteks ini adalah agar, agar bisa, supaya, supaya bisa, dan untuk itu. Kata penghubung ini digunakan ketika tindakan utama (kalimat induk) mempengaruhi anak kalimatnya sebagai tujuan. Berikut ini adalah contoh penggunaannya:

  1. Kita harus selalu berolahraga agar
  2. Agar sehat, kita harus selalu berolahraga.
  3. Dia datang lebih awal agar bisa menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
  4. Agar bisa menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda, dia datang lebih awal.
  5. Brokoli ini harus direbus beberapa menit supaya teksturnya lebih lunak dan bisa dimakan oleh balita.
  6. Supaya teksturnya lebih lunak dan bisa dimakan oleh balita, brokoli ini harus direbus beberapa menit.
  7. Dia terus belajar hingga malam supaya bisa mendapatkan beasiswa.
  8. Supaya bisa mendapatkan beasiswa, dia terus belajar hingga malam.
  9. Dia ingin segera berlibur. Untuk itu, dia selalu bekerja saat akhir pekan.

Jika kita memperhatikan lebih saksama, kata penghubung agar dan supaya harus ditambah dengan kata bisa atau dapat jika kalimat selanjutnya diikuti oleh verba (kata kerja). Demikianlah contoh-contoh dari beberapa kata penghubung sebab akibat agar bisa digunakan secara efektif untuk mencapai kalimat yang sesuai dengan konteks yang dituju. Semoga bermanfaat.

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perusahaan Berkembang Memberi Dampak Positif Bagi Perekonomian Warga

Berita Sesudah

Kenangan bersama Pak Yos: Dari Kolega Menjadi Sahabat

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Idiom “keras kepala” menjadi viral karena diucapkan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Metatesis, Sumber Kreativitas Bahasa Sepanjang Masa

Minggu, 05/4/26 | 10:05 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Lebaran selalu identik dengan kue. Kue-kue dimasukkan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Popularitas Kata “Eskalasi” dalam Perang Iran versus AS-Israel

Minggu, 15/3/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Bahasa adalah representasi dari semiotika...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 & S3 Linguistik Universitas Andalas) Orang Minangkabau...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Berita Sesudah
Caleg di Angkot

Kenangan bersama Pak Yos: Dari Kolega Menjadi Sahabat

POPULER

  • Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Kantongi Hasil UKK, 15 Ketua DPC di Sumbar Segera Ditetapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dharmasraya Bidik Satu Data Lewat Program Desa Cantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026